SAOTO BATHOK MBAH KATRO
Sensasi Soto dalam Batok Kelapa

Jalan Candi Sambisari, Yogyakarta, Indonesia
0813 9214 4526 0813 9214 4526

Lihat peta

Mencicipi kuliner mblusuk yang legendaris di Jogja, Saoto Bathok Mbah Katro, soto sapi dalam mangkok dari batok kelapa.

Diperbarui tgl 18 November 2019

Lihat 7 foto Saoto Bathok Mbah Katro

Harga
Rp 6.000 / porsi

Buka setiap hari
Pk 06:00 WIB - habis

"Koyo makani kirik, nganggo bathok," ejek seorang teman ketika aku mengusulkan untuk sarapan di Saoto Bathok Mbah Katro. Tanpa mempedulikan ocehannya, aku langsung tancap gas ke jalan raya Jogja-Solo.

Tadi aku baca di situs yogyes.com, Saoto Bathok adalah salah satu kuliner mblusuk terkenal di Jogja. Lokasinya memang jauh dari jalan raya, tetapi pengunjungnya tak pernah sepi.

"Kalau tempat makan yang direkomendasikan situs ini ternyata zonk, modhyar aku di-bully," batinku.

Setelah melewati bandara Adisutjipto, kami belok kiri ke jalan yang menuju ke Candi Sambisari. Menyusuri jalan kampung sepanjang 2,5 km, akhirnya kami tiba di tempat makan ini. Meskipun masih pagi, sudah banyak kendaraan pengunjung yang terparkir rapi di pinggir jalan.

Ada sebuah papan nama kecil bertuliskan "Saoto Bathok Mbah Katro Rp6.000." Lho, kok murah banget? Soto macam apa yang harganya hanya 6 ribu rupiah? Aku langsung cemas. Temanku tersenyum jahat, siap mem-bully.

Setelah memesan makanan dan minuman di depan, kami duduk di saung bambu yang menghadap ke sawah. Tak lama kemudian pesanan kami diantarkan.

Uniknya, soto di sini disajikan dalam mangkok yang terbuat dari batok kelapa. Uap hangat yang mengepul dari soto dengan taoge dan irisan daging sapi ini menggugah selera.

Aku mulai menyuap. Emmm, nikmat sekali. Soto ini menghangatkan pagi yang dingin. Tempe garitnya juga enak.

"Piye …"

Uh, aku mengurungkan niat untuk menanyakan pendapat temanku tentang soto ini. Kulihat mulutnya tak berhenti makan, bahkan sekarang tangannya sudah meraih mangkok soto yang kedua.

Oalaah, wedhuuuus wedus …

Baca juga: 10 SOTO PALING ENAK DI JOGJA - dari Soto Kadipiro hingga Saoto Bathok Mbah Katro