10 KULINER WAJIB DI JOGJA
Jelajah Jogja Lewat Rasa

Belum afdol rasanya bila berlibur ke Jogja tanpa merasai setiap ikon kulinernya. Inilah 10 ikon kuliner Jogja yang wajib dicoba sebagai peta menjelajah setiap jejak yang akan mengantar kita pada petualangan rasa.

Diperbarui tgl 18 November 2018

Menjelajahi Jogja tak cukup dengan menengok setiap sudut kotanya. Belum pula rampung bila kita telah menyusuri pantai-pantai rupawannya, karena masih ada satu lagi wisata yang wajib dijalani, menelusuri warung demi warung yang sejak bertahun lampau telah membius lidah para pecinta kuliner.

Cobalah ke angkringan, tempat nongkrong sejuta umatnya Jogja. Cicipi juga oseng-oseng yang pedasnya sanggup meledakkan mulut, atau nikmati pecel "Baywatch" yang kondang itu. Dan jangan sampai lupa untuk makan gudeg karena itulah ikon utama kuliner Jogja. Berikut ini adalah 10 kuliner yang wajib dicoba agar kita bisa lebih merasakan Jogja.

1. Angkringan Lik Man

Inilah angkringan paling terkenal di Jogja, semua orang pasti mengetahuinya. Selain letaknya yang strategis, yakni di samping Stasiun Tugu, juga karena salah satu menunya yang paling istimewa. Dialah Kopi Joss, kopi hitam yang dalam penyajiannya dimasuki bara api menyala dari tungku pembakaran. Kopi yang tak lazim ini bahkan masuk ke dalam salah satu cara minum kopi paling unik di dunia. Info selengkapnya, klik Angkringan Lik Man

2. Mangut Lele Mbah Marto

Mangut Lele Mbah Marto atau biasa juga disebut sego nggeneng yang tersembunyi di sebuah kampung di belakang kampus ISI ini menjadi salah satu kuliner wajib yang harus dicoba. Rasanya yang enak membuatnya dikenal hingga ke kota-kota lain di luar Jogja. Para pesohor dari ibukota pun terlihat sering datang ke sini untuk menikmati. Selain itu, susana yang ramah dan jauh dari kesan formal menambah acara makan siang semakin bermakna. Cobalah menikmati mangut lele yang pedas ini sambil berbincang santai dengan Mbah Marto. Info selengkapnya, klik Mangut Lele Mbah Marto

3. Gudeg

Gudeg adalah ikon kuliner Jogja. Seolah belum pernah ke Jogja bila belum pernah merasakannya. Rasa yang manis seringkali menimbulkan idiom bahwa orang Jogja tak bisa jauh dari gula. Untuk bisa menikmati gudeg, kita tak perlu susah-susah mencarinya. Di pinggir jalan banyak yang menjual mulai dari pagi buta hingga tengah malam. Atau bila ingin banyak pilihan bisa datang ke sentra gudeg Wijilan dekat Alun-alun kidul. Di sini ada banyak penjual gudeg yang menawarkan masing-masing keistimewaan racikannya. Info selengkapnya, klik Gudeg

4. Lesehan Pari Gogo

Bila akan menuju Gunungkidul untuk menikmati puluhan pantai rupawan yang ada di sana, mampirlah ke Lesehan Pari Gogo. Di sini kita bisa mengisi perut dengan berbagai macam makanan khas daerah karst seperti sego abang (nasi merah) dan sayur lombok ijo. Rahasia kelezatan masakan ini rupanya ada pada cara pengolahan yang masih serba tradisional. Berasnya pun berasal dari padi gogo, yakni padi yang hanya mendapat pengairan dari hujan kiriman Tuhan. Info selengkapnya, klik Lesehan Pari Gogo

5. Sego Pecel Bu Wiryo

Inilah nasi pecel paling terkenal di Jogja. Seperti yang terpampang besar di depan rumah makannya, Sego Pecel Bu Wiryo atau yang sering disingkat SGPC ini telah menyuapi orang-orang di kawasan UGM dan sekitarnya sejak tahun 1959. Tahun berjalan dan zaman pun berganti, kini SGPC Bu Wiryo tak hanya melayani civitas akademika UGM namun juga setiap pejalan yang mampir ke Jogja, begitu pula para alumni yang rindu masa lalunya.

6. Ayam Goreng Mbah Cemplung

Tempat mblusuk dan menu sederhana gaya desa rupanya bukan halangan bagi Ayam Goreng Mbah Cemplung untuk dikenal masyarakat luas. Warga lokal maupun para wisatawan datang silih berganti ingin menikmati kelezatan ayam goreng kampung yang telah melegenda ini. Resep warisan keluarga turun temurun rupanya menjadi kuncinya. Maka, belum lengkap rasanya bila datang ke Jogja tanpa mencicipinya. Info selengkapnya, klik Ayam Goreng Mbah Cemplung

7. Oseng-oseng Mercon Bu Narti

Sebagai pioner oseng-oseng mercon di Jogja, Bu Narti menawarkan kelezatan kikil bercampur aneka bumbu yang menggoyang lidah, dan tentu saja rasa super pedas yang sanggup meledakkan mulut. Oseng-oseng mercon rupanya nama yang tepat disematkan untuk makanan ini. Lihat saja butiran-butiran biji cabai yang bertebaran menyelimuti kikil dan koyoran, sudah bisa dibayangkan seperti apa rasanya. Untuk para penggila pedas, kuliner ini sudah pasti wajib dicoba. Info selengkapnya, klik Oseng-oseng Mercon Bu Narti

8. Sate Klatak Pak Bari

Bukan Jogja rasanya kalau tak beda, termasuk dalam urusan sate. Umumnya kita akan mendapati daging sate yang ditusuk dengan bilah bambu, namun tidak begitu dengan sate asli Imogiri ini. Sate klatak namanya. Sate yang satu ini menggunakan jeruji sepeda sebagai pengganti bilah bambu. Tak hanya itu, bumbu yang dipakai pun hanya garam dan lada saja. Rasanya tentu saja gurih dan biasanya dihidangkan dengan kuah gulai. Sate ini wajib dicoba! Info selengkapnya, klik Sate Klathak Pak Bari

9. Bakmi Mbah Mo

Meskipun tempatnya mblusuk ke dalam kampung di daerah Bantul, namun Bakmi Mbah Mo tak pernah surut pelanggan. Bakmi yang sangat kondang di Jogja ini menjadi salah satu destinasi kuliner wajib di Jogja. Bahan-bahan yang diolah dengan cara tradisional serta cara memasak yang masih menggunakan anglo dan bara dari arang membuat rasanya semakin top. Pelayanan ramah ditambah suasana desa akan membuat kita betah berlama-lama di warung.

10. Soto Kadipiro

Soto Kadipiro adalah salah satu destinasi wajib kuliner Jogja. Soto yang berdiri sejak tahun 1921 ini adalah ikon soto di Jogja. Kita bisa ke barat perempatan Wirobrajan bila ingin mencicipi. Lokasinya yang berada di tengah kota memudahkan kita untuk menjangkaunya. Nah, bila rindu suasana rumah makan Jogja kita harus datang ke sana karena selain soto yang selalu dicari, di sini kita bisa juga mendapati minuman bersoda khas Jogja yang sudah langka. Info selengkapnya, klik Soto Kadipiro