8 KULINER WAJIB DI KALIURANG
No. 7 Bisa Bikin Kamu Ketagihan!

Hawa dingin di Kaliurang memang sering membuat tubuh merasa lapar. Kuliner khas Kaliurang ini bisa mengobati rasa lapar kita, sekaligus melengkapi kunjungan kita ke lereng selatan Gunung Merapi.

Diperbarui tgl 19 November 2018

Kaliurang terkenal sebagai tempat wisata yang sejuk di lereng Merapi, menjadi tempat yang pas untuk ngadem di hari yang panas. Suasana dingin di Kaliurang memang bisa membuat pikiran lebih segar, namun hal ini juga membuat kita lebih sering merasa lapar. Untungnya, Kaliurang memiliki aneka kuliner lezat yang bisa mengobati rasa lapar, sekaligus melengkapi kunjungan kita ke desa di kaki Bukit Plawangan ini. Kebanyakan menu kuliner tersebut memiliki cita rasa yang agak pedas dan disajikan dalam keadaan hangat, sehingga cocok untuk dinikmati di tengah kondisi Kaliurang yang dingin. Penasaran? Yuk kita coba!

1. Sate Kelinci

Siapapun yang pernah ke Kaliurang pasti tahu makanan ini. Ya, kedengarannya memang aneh membayangkan hewan seimut kelinci dijadikan makanan, namun di Kaliurang makanan ini cukup umum ditemukan khususnya di sekitar objek wisata Telogo Putri. Warung yang menyediakan makanan ini biasanya menggantung daging kelinci yang sudah disembelih di dekat perapian, sebelum dipotong kecil-kecil menjadi sate. Daging kelinci potong biasanya disajikan bersama sambal kecap dan nasi hangat, dengan sentuhan bumbu yang minimalis. Rasanya mirip daging ayam, namun teksturnya lebih halus dan lebih kenyal.

2. Jadah Tempe

Selain sate kelinci Kaliurang juga terkenal akan jadah tempe, camilan manis yang menjadi makanan favorit Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Penjaja makanan ini dengan mudah kita temui di berbagai sudut kawasan Kaliurang, namun yang paling terkenal adalah Jadah Tempe Mbah Carik di dekat perempatan patung udang. Camilan ini terdiri atas jadah (uli ketan) yang disajikan bersama tempe bacem manis. Cara makannya pun cukup unik: sepotong tempe bacem diapit diantara dua lapis jadah, kemudian dimakan bersamaan layaknya burger atau sandwich. Hal ini yang membuat jadah tempe sering disebut sebagai burger Jawa, meskipun sama sekali tidak menggunakan roti atau potongan daging.

3. Wedang Ronde

Wedang ronde sebenarnya bisa ditemukan di seluruh hampir seluruh sudut kota Jogja, namun rasanya akan lebih nikmat jika disantap di tengah udara sejuk Kaliurang. Ada cukup banyak penjaja wedang ronde yang dapat dikenali dari gerobaknya yang khas, khususnya di sekitar Taman Rekreasi Kaliurang. Semangkuk wedang ronde hangat terdiri dari kue moci manis, kacang tanah goreng, kolang-kaling, serta potongan roti tawar yang disiram kuah jahe panas. Dengan rasa manis-pedas yang ditawarkan, wedang ronde benar-benar cocok untuk menghangatkan diri di udara Kaliurang yang dingin.

4. Wedang Gedang

Wedang Gedang sebenarnya tidak berasal dari Kaliurang, namun dari Kinahrejo yang ada tepat di sebelah timur desa ini. Kebanyakan orang mengunjungi kedua lokasi ini secara bersamaan karena lokasinya yang berdekatan. Wedang Gedang biasanya dijajakan di warung-warung semi permanen di sekitar kawasan wisata Kinahrejo. Seperti namanya, minuman ini menggunakan buah pisang (Jawa: gedang) yang dipotong-potong dan disajikan bersama kuah yang hangat dari berbagai rempah seperti jahe, daun pandan, kayu manis, dan gula jawa. Rasa buah pisang yang manis-legit bercampur dengan kuah hangat yang manis-pedas bisa membuat kita ketagihan, apalagi jika diminum di tengah udara dingin kawasan lereng Merapi.

5. Sate Donal

Dari namanya saja kita sudah bisa menebak kalau kuliner yang satu ini menggunakan daging bebek, merujuk pada tokoh kartun Donald Duck, si bebek pemarah. Warung ini berlokasi di sebelah barat Taman Rekreasi Kaliurang, bisa dikenali dari papan nama di depannya. Penyajiannya mirip dengan sate kelinci, menggunakan sambal kecap dan ditemani sayuran mentah. Sate ini bisa menjadi alternatif bagi kita yang tidak tega memakan sate kelinci, dengan tekstur semi alot khas daging bebek.

6. Tongseng Mbah Ganis

Warung makan ini terletak di Terminal Tlogo Putri, dengan interior yang khas penuh kerajinan kayu. Menu yang disajikan mirip dengan warung di sekitarnya, namun yang paling unik adalah tonseng kopyok dan tonseng awul yang hanya bisa ditemukan di Warung Mbah Ganis. Tongseng kopyok dimasak seperti tongseng biasa, namun dagingnya ditusuk seperti sate dan ditambah kopyokan telur. Tongseng awul juga menggunakan kuah tongseng biasa, tapi ditambah kwetiauw kenyal dan tambahan sayur yang lebih banyak. Kedua tongseng ini menggunakan daging kelinci, namun kita juga bisa memesan daging ayam atau kambing.

7. Kopi Merapi

Aktivitas vulkanik di Gunung Merapi membawa kesuburan bagi tanaman yang tumbuh di lerengnya, termasuk tanaman kopi. Salah satu sentra kopi yang terkenal ada di kawasan Bebeng, di sebelah tenggara Kaliurang. Di lokasi ini, kita bisa menikmati secangkir kopi hangat di Warung Kopi Merapi, dengan pemandangan pasca-erupsi yang terkenal dengan batu-batu besarnya. Kopi yang disediakan berasal dari varian robusta (Cofea canephora) dan arabica (C. arabica), keduanya berasal dari pohon yang ditanam di lereng Merapi dan memiliki ciri khasnya masing-masing. Selain diminum di tempat, kita juga bisa membeli kopi kemasan yang bisa dibawa pulang.

8. Nasi Klenyer

Nasi Klenyer merupakan makanan khas Kaliurang yang tidak terlalu terkenal, namun wajib untuk dicoba. Menu ini banyak di tawarkan berbagai warung di sekitar objek wisata Tlogo Putri, termasuk di Rumah Makan Mbah Ganis. Menu ini sebenarnya varian dari nasi goreng yang disiram kuah tongseng, sehingga teksturnya nyemek alias lembek dan sedikit berkuah. Rasanya agak pedas, cocok untuk menghangatkan tubuh yang sedang kedinginan akibat udara dingin lereng Merapi.