10 SOTO YANG TOP BGT DI JOGJA
dari Soto Kadipiro hingga Saoto Bathok Mbah Katro

Mari menjelajahi kekayaan dan keunikan kuliner hasil akulturasi budaya Indonesia, Cina bahkan India dalam semangkuk soto. Mulai dari soto Madura, soto Lamongan, soto Kudus, hingga soto Betawi semuanya ada di Jogja.

Diperbarui tgl 18 November 2018

Semua orang mengenal Jogja sebagai Kota Gudeg. Padahal selain kuliner yang didominasi rasa gurih dan manis itu, Jogja juga punya sejuta kuliner yang membuat kita tak kuasa menelan ludah. Salah satu kuliner yang menjadi legenda di Kota Gudeg adalah soto. Bahkan ada yang sudah berdiri sejak setengah abad yang lalu.

Menelusuri sejarah soto, kuliner yang satu ini termasuk makanan yang kaya budaya dan kaya rasa. Seperti yang kita kenal ada soto Madura, soto Lamongan, soto Kudus, soto Betawi dan banyak yang lainnya. Tak hanya itu, ternyata soto merupakan kuliner hasil akulturasi Indonesia, Cina bahkan India. Di dalam buku "Nusa Jawa: Silang Budaya", soto disebutkan berasal dari Cina. Namun awalnya bernama caudo, kemudian menjadi tauto, saoto, sroto atau soto mengikuti lidah orang Indonesia. Kunyit, salah satu empon-empon yang digunakan untuk bumbunya diduga mengikuti masakan India. Sedangkan budaya Indonesia berpartisipasi menambahkan bumbu-bumbu khas daerah sehingga tercipta aneka kuliner soto nusantara. Kita bisa menikmati beberapa di antaranya ketika berkunjung ke Jogja.

1. Soto Kadipiro

Jika kita ke barat perempatan Wirobrajan, kita bisa mencicipi legenda kuliner soto Jogja yang dikenal dengan sebutan Soto Kadipiro. Soto yang berdiri sejak tahun 1921 ini adalah salah satu ikon soto di Jogja. Lokasinya yang berada di tengah kota memudahkan kita untuk menjangkaunya. Soto Kadipiro semakin istimewa karena sebagai penutup kita bisa memesan minuman Limun Sarsaparilla, minuman bersoda khas Jogja yang langka. Lihat alamat dan peta lokasinya di Soto Kadipiro.

2. Soto Pak Marto Taman Sari

Satu lagi kuliner soto di Jogja yang sudah tidak asing dikalangan pemburu kuliner. Soto Pak Marto Taman Sari yang terletak 200 meter sebelah barat traffic light Plengkung Taman Sari ini tak pernah sepi pengunjung. Daya tarik kuliner soto yang didirikan oleh Pak Martodimedjo tahun 1960 ini adalah babat sapi yang dibumbu manis mirip bumbu bacem. Lihat alamat dan peta lokasinya di Soto Pak Marto Taman Sari.

3. Soto Sampah

Sekejap orang akan merasa heran mendengar nama yang tak lazim dipakai untuk makanan. Tapi soto di dekat Tugu Jogja ini bisa menjadi alternatif kuliner yang layak dicoba. Usut punya usut kenapa dinamakan Soto Sampah karena kuliner soto yang satu ini tidak menggunakan daging sapi atau ayam seperti biasa, melainkan menggunakan lemak atau gajih sapi dan bisa ditambah aneka lauk yang tersedia, lalu dicampur jadi satu sehingga tampilannya pun menjadi acak-acakan. Lihat alamat dan peta lokasinya di Soto Sampah.

4. Soto Djiancuk

Beberapa lukisan, ukiran-ukiran kayu dan potongan rongsokan mobil tampak bertebaran di beberapa sudut bagian luar dan dalam ruangan. Siapa yang menyangka bangunan yang seharusnya lebih mirip bengkel seniman ini adalah warung soto. Nama warung soto khas Blitar di Sonopakis ini pun sangat unik. Orang mengenalnya dengan sebutan Soto Djiancuk. Sang pemilik yang berasal dari Jawa Timur sengaja menggunakan kata umpatan itu untuk menonjolkan ciri khasnya sebagai soto Jawa Timur. Kata orang, cita rasa Soto Djiancuk bisa membuat orang mengumpat saking enak dan cepat habis. Lihat alamat dan peta lokasinya di Soto Djiancuk.

5. Soto Kemasan

Menikmati ayam goreng dengan lalapan kemangi mungkin sudah biasa. Menikmati soto bertabur kemangi mungkin bisa dicoba. Inilah keunikan kuliner soto yang bisa kita temukan di daerah Kemasan yang dikenal dengan nama Soto Kemasan. Selain bertabur kemangi, kuliner soto yang sudah berdiri sejak tahun 1963 ini mencampurkan irisan tahu bacem sebagai ganti daging. Sebuah racikan soto yang unik yang pasti membuat para pecinta kuliner penasaran untuk mencoba. Lihat alamat dan peta lokasinya di Soto Kemasan.

6. Soto Moneter

Krisis moneter yang melanda Indonesia menjadi filosofi berdirinya warung soto di utara perempatan ringroad Kotagede, Jogja. Masyarakat mengenal warung sederhana ini dengan sebutan Warung Soto Moneter. Menu andalan yang bisa kita cicipi adalah semangkuk soto sapi berkuah bening. Soto Moneter juga menyediakan keunikan menikmati soto dengan daun kemangi dan lauk lenthok, sejenis perkedel tapi berbahan dasar singkong. Lihat alamat dan peta lokasinya di Soto Moneter.

7. Soto Betawi Bang H. Pitung

Soto bergenre soto Betawi memang tidak sepopuler soto Madura, soto Lamongan atau soto Kudus. Tapi Soto Betawi Bang H. Pitung layak dijadikan referensi kuliner soto di Jogja. Soto Betawi yang identik dengan kuah santan, kental dan berwarna kuning ini bisa dibilang lain daripada yang lain karena penyajiannya menggunakan tungku alumunium kecil dengan lilin yang akan menghangatkan soto yang kita pesan. Lihat alamat dan peta lokasinya di Soto Betawi Bang H. Pitung.

8. Soto Pak Sholeh Al-Barokah

Soto Pak Sholeh Al-Barokah bisa dibilang kuliner soto yang memiliki cita rasa Jogja banget karena memiliki perpaduan rasa gurih dan manis sama seperti masakan khas Jogja kebanyakan. Proses memasak yang tidak memakai gas melainkan arang membuat rasa soto semakin spesial. Soto yang pada tahun 1952 hanyalah soto pikul yang dijajakan keliling kampung, kini menjelma menjadi soto istimewa yang kondang di Kota Jogja. Lihat alamat dan peta lokasinya di Soto Pak Sholeh Al-Barokah.

9. Saoto Bathok Mbah Katro

Di dekat situs Candi Sambisari, ada komplek saung bambu yang tampak menonjol di antara lahan persawahan. Di tempat itulah kita bisa menikmati kelezatan Saoto Bathok Mbah Katro. Saoto merupakan sebutan soto yang lazim di daerah Solo sama seperti coto yang biasa digunakan di Makasar. Jauh dari kebisingan kota, didukung suasana pedesaan yang asri, tak ayal menjadikan kuliner Saoto Bathok Mbah Katro sebagai menu sarapan pilihan di daerah Kalasan. Sesuai namanya, Saoto Bathok Mbah Katro memang disajikan di dalam mangkuk yang terbuat dari tempurung kelapa. Baca selengkapnya di Saoto Bathok Mbah Katro.