SAORSA KOPI
Meneduhkan Suasana di Tengah Hingar Bingar Kota

Jl. Sulawesi No. 16 Sleman 55281
0899 1745 660

Lihat peta

Jika kedai kopi yang lain berlomba-lomba mengonsep tempat ngopi yang minimalis-modern dan industrial, kedai Saorsa Kopi justru menawarkan kenyamanan menikmati kopi dengan konsep natural.

Diperbarui tgl 7 September 2018

Lihat 14 foto Saorsa Kopi

Waktu Buka Saorsa Kopi
Buka setiap Minggu - Jumat pukul 10.00 - 23.00 WIB

Harga Makanan (2018)
Rp13.000 - Rp25.000

Harga Minuman (2018)
Rp12.000 - Rp27.000

Memasuki pintu gerbang halaman yang terbuat dari kayu di pinggir Jl. Sulawesi, dua bidang jalan setapak panjang dikelilingi rerumputan dan taman menghampar di sana. Di tepi-tepi taman di sisi dinding pembatas dipenuhi tumbuh-tumbuhan rimbun yang ditanam dalam pot maupun tidak. Tepat setelah memasuki pintu gerbang, di sisi kanan, terdapat dua ayunan dalam satu naungan besi.

Taman di depan bangunan joglo telah disulap menjadi tempat parkir kendaraan. Kami pun turut memarkirkan motor di sana. Kursi-kursi di dalam joglo telah terisi beberapa orang dengan makanan atau minuman di hadapan mereka masing-masing. Sudah bisa dipastikan bila di joglo itulah bangunan terbuka dari kedai kopi yang berada di sebelah kanannya. Kala hendak memasuki bangunan kedai kopi, di atap selasarnya telah bercokol pot-pot bertanamkan tumbuhan anggrek. Di sisi kanan terdapat tembok yang dirambati tumbuhan rambat hingga memenuhi permukaan tembok itu.

Tibalah kami di depan ruangan dengan pintu kaca berbingkai kayu. Lantai tegel vintage berwarna cokelat kekuningan menyambut kedatangan kami saat kaki melewati pintu masuk. Di dekat pintu masuk itu telah disusun tanaman-tanaman berpot yang diletakkan di tatakan bertingkat. Atmosfer di ruangan ini tak kalah natural dari yang di luar tadi. Melihat ke atas akan mendapati tumbuhan merambat di atap dan menjuntai panjang di sisi kiri bangunan. Dilihat dari fungsinya, tanaman ini sekaligus menghalang sinar matahari masuk karena memang atapnya dibuat berwarna putih.

Di bagian dinding-dindingnya digantung beberapa tatakan sebagai tempat memajang tumbuhan air di dalam botol. Tak hanya dinding, meja yang diletakkan di tepi kiri ruangan—yang menempel dengan kaca—diletakkan beberapa tanaman air yang ditempatkan dalam stoples, gelas, atau botol kaca. Kami pun menaruh barang bawaan kami di meja yang di depannya bisa melihat berbagai tanaman di balik jendela itu.

Kedai kopi yang diberi nama Saorsa Kopi itu masih sepi, hanya ada tiga orang di dalamnya. Sejenak saya membaca buku menu mungil dengan sampul bergambar sketsa tanaman kopi. Lalu di dalamnya terpampang gambar menu beserta keterangan dan harganya. Setelah beberapa waktu memilih menu, akhirnya saya memilih caramel Latte dan kopi dari desa Sapan, Toraja yang diseduh dengan alat V60 untuk tim YogYes yang lain. Sebagai cemilannya saya memilih cireng keju-pedas untuk menemani kopi kami.

Setelah mendengar pesanan itu, Andreas, barista di tempat itu, langsung telaten mengambil biji kopi dari toples, menggilingnya dengan mesin, dan memasukkan gilingan kopinya ke tatakan yang diletakkan di bar. Di belakang bar itu terdapat dinding yang sudah ditempeli kertas-kertas catatan—yang kebanyakan adalah kertas samson—juga kemasan-kemasan kopi. Meski asal menempel, malah terlihat artistik.

Selama menggiling, aroma khas kopi segar pun menyeruak memenuhi ruangan itu. Lalu Andreas menuangkan air panas dengan gerakan memutar, di bawahnya ada gelas yang siap menampung air kopi yang ke luar dari tatakan. Setelah selesai meracik kopi-kopi kami, ia pun mengantarkannya ke hadapan kami. Sejurus kemudian cireng keju-pedas pun juga mendarat di meja.

Saorsa kopi menyajikan kopi-kopinya dengan gelas yang unik. Bentuk cangkir agak sedikit membulat dan di bawahnya terdapat piring tatakan untuk menu kopi espresso-based. Di bibir cangkir, menempel boneka keramik mungil dengan berbagai figur hewan. Sepertinya kalau datang ke kedai ini dan ngopi sendirian tak menjadi masalah, karena figur-figur itu menjadi "teman ngopi."

Menikmati secangkir kopi di kedai Saorsa Kopi yang memiliki atmosfer natural, berhasil meneduhkan pikiran serta hiruk pikuknya keramaian Jogja. Konsep naturalnya yang diusung kedai ini mampu bersaing dengan kedai-kedai lain yang lebih mengusung konsep minimalis-modern dan industrial, meski kedai kopi ini termasuk baru. Namun, siapa yang mengira bila kedai ini dikelola oleh dua perempuan yang masih menduduki bangku kuliah.

"Saorsa itu (berdirinya) tahun kemarin, Maret 2017, masih baru banget," ungkap Andreas. "Pengelolanya Mbak Yono sama Mbak Eden. Yang Yono angkatan (kuliah) 2012, yang Eden angkatan 2015," lanjutnya.

Sore di Saorsa, begitulah mereka mengangkat tagline untuk kedai Saorsa Kopi. Meskipun begitu, kedai kopi ini sudah buka sejak pukul 10.00 hingga pukul 23.00 WIB. Pengunjung dapat menikmati kopi di dalam ruangan maupun di bangunan joglonya. Namun, jika ingin menikmati kopi sambil duduk di hijaunya rerumputan taman atau di ayunan juga tak menjadi masalah. Di kedai mana lagi yang menawarkan suasana natural seperti di Saorsa Kopi?

Kopi single origin dengan metode seduh manual maupun espresso-based, keduanya tersedia di kedai ini. Namun, varian kopi single origin-nya tidak terlalu banyak pilihan. Saat kami berkunjung, Saorsa Kopi menawarkan tiga pilihan untuk kopi single origin yang semuanya merupakan kopi nusantara. Ada kopi Toraja, Banjarnegara, dan Ambarawa.

"Jadi untuk single origin-nya, memang kita menyediakan tiga macam. Soalnya kalau kebanyakan nanti pusing memilihnya, biar coffee shop lain aja yang banyak pilihannya," tutur Andreas. "Kita ada tiga pilihan, tapi kalau habis kita rolling lagi. Selalu ganti-ganti. Sebisa mungkin kita cari yang lokal."

Ada juga menu-menu signature Saorsa Kopi seperti Iced Peppermint Mocha dan Summer Iced Coffee. Bagi pengunjung yang tidak suka minum susu segar atau seorang vegetarian, bisa diganti menggunakan susu kedelai. Makanan dari sayuran dan hasil tumbuhan pun menjadi alternatif menu yang disediakan di kedai kopi ini, yakni Fresh Salad dan Smoothie Bowl yang berupa kombinasi buah-buahan. Tersedia pula minuman fermentasi atau minuman prebiotik.

"Kita juga ada minuman vermented, ada minuman prebiotik juga. Itu bikinan teman sendiri. Ada minuman Kombucha—fermentasi green tea, ada juga Ginger Ale—fermentasi jahe. Pasti nggak semua orang suka kopi kan, jadi kita kasih alternatif lain," papar Andreas.

Kedai Saorsa Kopi bisa menjadi alternatif untuk menikmati kopi dengan suasana yang berbeda. Jadi, hari ini sudah ngopi belum? Ngopi yuk? Jangan diem-diem bae!

Cara menuju ke sana:
Dari Tugu Yogyakarta (Golong Gilig) - Jl. Pangeran Diponegoro - Jl. Asem Gede - Jl. Pakuningratan - Jl. AM Sangaji - Jl. Monjali - Jl. Padjajaran / Jl. Ringroad Utara - Jl. Sulawesi - Saorsa Kopi berada di sebelah kanan

Fasilitas Umum dekat Saorsa Kopi

Tempat Makan dekat Saorsa Kopi

Tempat Menginap dekat Saorsa Kopi

Tempat Wisata dekat Saorsa Kopi

Catatan: semua jarak diukur over the air