10 KULINER DI PASAR BERINGHARJO
Jujugan Kulineran Setelah Lelah Jalan-Jalan di Malioboro

Siapa bilang di Pasar Beringharjo hanya menjual kain batik saja? Ternyata di tempat ini ada banyak kuliner khas Yogyakarta, dari yang mudah ditemukan sampai yang langka. Simak liputan YogYes berburu kuliner di Pasar Beringharjo.

Diperbarui tgl 6/2/2018

Jika datang ke Malioboro sekadar untuk refreshing atau berbelanja, wisatawan biasanya akan berlanjut memenuhi kebutuhannya di Pasar Beringharjo. Pasar ini menjadi bagian dari Malioboro yang sayang untuk dilewatkan. Beringharjo memang terkenal dengan pusat kain dan pakaian batik dengan harga murah. Namun, ternyata pasar ini tidak hanya menjual kain dan pakaian saja, lho. Tempat ini juga menjadi surga bagi para pecinta kuliner. Jadi, buat Anda yang lelah seharian jalan-jalan atau berbelanja, dapat mengisi ulang tenaga dengan mampir makan di Pasar Beringharjo. Tim Yogyes telah merangkum 10 kuliner yang harus dicoba di Pasar Beringharjo. Apa sajakah itu?

1. Es Dawet Mbah Hari

Setiap menanyakan di mana biasanya Mbah Hari membuka lapak es dawet, mayoritas orang sudah tahu keberadaannya. Bagaimana tidak, Mbah Hari sudah saban hari berjualan es dawet sejak usianya 12 tahun di pintu utara Pasar Beringharjo. Dengan dikelilingi penjual kain, Mbah Hari membuka lapaknya mulai pukul 09.00 sampai 15.00 WIB. Semangkuk kecil es dawet milik Mbah Hari ini berisi cendol, cincau hijau atau cao-cao, potongan nangka, lalu disiram dengan air santan dan air gula merah. Es dawet ini sangat segar ketika melewati kerongkongan, rasa dahaga otomatis berkurang setelah dari tadi menahannya saat berkeliling pasar. Cita rasa manis dari air gula jawa dan gurih dari santan membuat es dawet semakin nikmat. Rasanya, minum semangkuk saja tidak cukup. Usia Mbah Hari saat ini 73 tahun. Bisa dibayangkan betapa sudah melegendanya es dawet Mbah Hari yang dijual murah dengan harga Rp5.000,- ini.

2. Sego Empal Bu Warno

Salah satu menu kuliner yang legendaris di Pasar Beringharjo adalah sego empal Bu Warno. Saat memesan menu ini, penjual akan memotong daging sesuai takarannya dan menggorengnya. Daging ini sebelumnya sudah direbus selama kurang lebih 6 jam agar benar-benar empuk. Merebusnya pun masih secara konvensional yaitu menggunakan tungku kayu. Kemudian didiamkan semalaman agar bumbunya meresap sempurna. Setelah digoreng, penjual akan meletakkan daging di atas piring bersama nasi. Kita dapat menambahkan kecap dan sambal agar rasa sego empal semakin lezat. Menu ini memang tergolong sederhana, akan tetapi di situlah letak kenikmatannya.

Warung Sego Empal Bu Warno terletak di selatan parkir lantai 2 Pasar Beringharjo, buka dari pukul 08.00 sampai 15.00 WIB. Seporsi sego empal dihargai Rp19.000,-. Selain sego empal, di warung ini juga menjual antara lain babat iso goreng, jeroan, peyek paru, dan aneka olahan daging sapi.

3. Gado-gado Bu Hadi

Konon, warung Gado-gado Bu Hadi ini merupakan warung yang legendaris juga di Pasar Beringharjo. Menu gado-gado merupakan makanan andalan di warung ini. Di dalam gado-gado terdapat kupat, toge, timun, kol, kentang rebus, tahu, telur rebus 1 butir dan semua bahan tersebut disiram dengan bumbu kacang yang bumbu rempahnya diracik sendiri. Sebagai pelengkap, ada semangkok kerupuk udang yang bentuknya persegi panjang dan emping melinjo.

Minumnya, Anda bisa memesan menu yang juga menjadi andalan di warung gado-gado Bu Hadi, yaitu es kopyor. Kopyor merupakan kelapa yang daging buahnya tidak melekat pada tempurung melainkan tercampur pada air kelapa. Minum es kopyor setelah makan gado-gado adalah perpaduan yang sangat tepat karena minuman ini sangat menyegarkan. Warung Gado-gado Bu Hadi buka pukul 08.00 sampai 15.00 WIB, berhadapan langsung dengan warung Sego Empal Bu Warno. Satu porsi gado-gado dihargai Rp15.000,- sedangkan segelas es kopyornya Rp11.000,-. Selain gado-gado, ada menu lain seperti lotek, kupat tahu, dan ketoprak.

4. Nasi Soto Pithes Mbah Galak

Jangan takut jika ke warung ini, Anda tidak bakalan dimarahin oleh penjualnya kok. Penjualnya justru akan mempersilakan Anda dengan sopan. Di warung ini Anda dapat memilih soto daging sapi atau ayam. Mungkin Anda sempat bingung mengapa kuliner yang satu ini memiliki nama Soto Pithes. Disebut demikian karena apabila Anda memesan soto pedas, penjual akan mengambil cabe setan, kemudian dipithes atau dilumatkan hingga isinya ke luar dan menaruhnya di bibir mangkok. Rasa pedas dari cabe setannya sangat terasa ditambah gurihnya kuah soto yang masih panas, membuat kuliner yang satu ini semakin enak dan segar. FYI Anda tidak akan menemukan sambal di warung ini. Sebagai pelengkap, Anda dapat mengambil kerupuk, peyek, dan keripik tempe yang masing-masing dimasukkan dalam toples kaca besar. Jika masih kurang lengkap, Anda dapat menambahkan tempe goreng juga ke dalam soto.

Kemudian nama 'Mbah Galak' disematkan di warung ini karena dulu penjual yang pertama kali sangatlah galak, bahkan hanya berisik saja pengunjung akan dimarahi. Namun, saat ini warung soto pithes sudah berada di tangan generasi ketiganya. Untuk makan semangkuk soto pithes kita hanya mengeluarkan uang sebesar Rp9.000,-. Pembeli akan dilayani mulai pukul 07.00 sampai 15.00 WIB. Untuk menuju warung ini, Anda bisa masuk Pasar Beringharjo dari pintu selatan yang ada di utara masjid Muttaqien. Warung Soto Pithes Mbah Galak ada di lantai 1.

5. Sate Kere Pasar Beringharjo

Di pinggir jalan selatan Pasar Beringharjo biasanya sudah berjejer penjual sate kere. Kepulan asap dan aroma sate yang dibakar di atas arang api mampu menggugah selera. Sate kere terbuat dari gajih atau lemak sapi yang diberi bumbu rempah dan kecap. Ketika makan sate kere ada sensasi kenyal di mulut. Cita rasa gurih dan cenderung manis akan menyebar di lidah kala mengunyah sate ini. Sate kere memang enak, tapi untuk Anda yang menderita kolesterol, jangan kalap makan banyak ya. Jika tidak ingin terlalu banyak satenya, Anda juga bisa menambahkan sate ini menggunakan kupat. Lapak sate kere ini biasanya buka dari jam 08.00 sampai 15.30. Selain menyediakan sate gajih, ada pula sate daging dan sate hati sapi. Harganya Rp 3.000,- untuk sate gajihnya, sedangkan untuk sate daging atau hati Rp 4.000,-.

6. Bakmi Pentil Bu Marzuki

Kuliner yang satu ini banyak diburu pembeli. Selain karena orang-orang penasaran dengan kudapan ini, juga karena memang hanya ada satu penjual di Pasar Beringharjo yaitu Bu Marzuki. Apalagi bakmi yang dijual oleh perempuan separuh baya ini tidak terlalu banyak.

Bakmi pentil terbuat dari sari pati singkong atau kita biasa menyebutnya tepung tapioka. Bakminya berwarna kuning dan putih. Teksturnya yang kenyal seperti karet pentil inilah membuatnya dinamai bakmi pentil. Tak ada sayur seperti kol atau wortel pada bakmi ini, memasaknya pun hanya diberi bumbu berupa bawang putih, kemiri, dan bawang. Saat akan dibungkus dengan daun pisang dan kertas, di atasnya akan ditaburi potongan seledri dan bawang goreng, juga ada sambal mentah yang pedas. Satu bungkusnya dihargai Rp5.000. Namun, jika Anda ingin membelinya lebih banyak seharga Rp7.500,- atau Rp10.000,- satu bungkusnya tetap dilayani. Untuk membeli bakmi ini usahakan datang pagi. Jika tidak, mungkin Anda akan kecewa karena sudah kehabisan. Bakmi Pentil Bu Marzuki dapat ditemukan di pintu selatan Pasar Beringharjo.

7. Burung Puyuh Bacem

Di Yogyakarta, menu baceman sangat terkenal, seperti tahu bacem dan tempe bacem. Ada juga menu bacemann lain yang mudah ditemukan di Pasar Beringharjo yaitu burung puyuh atau gemak bacem. Selama ini mungkin kita hanya familiar dengan telur burung puyuh, akan tetapi unggas mungil ini pun lezat disantap. Saat memasuki Pasar Beringharjo dari pintu selatan, salah satu penjual burung puyuh bacem yang dapat kita temukan adalah Bu Marzuki yang juga berjualan bakmi pentil. Selain bacem, Bu Marzuki juga menjual burung puyuh asin. Biasanya burung puyuh yang asin ini dapat digoreng lagi di rumah. Satu ekor burung puyuh bacem yang berukuran besar harganya Rp10.000,- yang kecil Rp7.500,- sedangkan yang asin Rp8.000,-.

8. Sup Kembang Waru

Sup kembang waru adalah kuliner yang hanya ditemukan di Pasar Beringharjo. Oleh karena itu, makanan ini patut Anda coba saat mampir di Pasar Beringharjo. Sup kembang waru bukanlah makanan khas dari Yogyakarta, melainkan dari Jawa Barat. Isi sup ini yaitu potongan kentang dan wortel yang sudah direbus, dan yang membuatnya spesial adanya rolade yang dibentuk menyerupai bunga pohon waru. Dilengkapi juga dengan taburan seledri dan bawang goreng, lalu disiram dengan kuah kaldu sapi yang panas. Kaldunya diberi bumbu rempah antara lain jahe, merica, pala, dan kemiri. Kuliner ini rasanya khas, kuahnya gurih dan sedap. Semangkuknya diberi harga Rp10.000,-. Anda juga dapat memesan sup kembang waru yang dilengkapi dengan ceker atau kepala ayam. Sup kembang waru dapat Anda temukan setiap hari mulai pukul 10.00 sampai 16.00 WIB di Kuliner Metro Pasar Beringharjo, lantai 2.

9. Pecel Senggol

Makanan ini dinamakan pecel senggol karena tempat berjualannya yang di depan pintu barat Pasar Beringharjo, di mana tempat itu digunakan orang-orang untuk berlalu lalang. Senggolan pada akhirnya tak dapat dihindari. Di tempat ini sudah berjejer penjual pecel. Anda bisa langsung memilih di mana akan makan pecel. Bisa menggunakan kupat atau lontong. Selain itu juga bisa dilengkapi dengan sate usus, sate jamur, tahu atau tempe bacem, dan lain-lain. Isi dari pecel senggol ini, yaitu daun pepaya, daun kenikir, selada air atau jembak, bayam, bunga turi, kecambah, kol, cipir, wortel, dan disiram dengan bumbu kacang. Satu porsi pecel ini dihargai Rp10.000,-. Lapak pecel senggol biasanya buka mulai pukul 09.00 sampai 16.00 WIB.

10. Krasikan

Krasikan memiliki cita rasa yang manis. Makanan ini sering ditemui dalam berbagai hajatan di Jawa. Jika mengunyah makanan yang banyak dijual oleh penjual oleh-oleh di sekitar Pasar Beringharjo ini, terasa kenyal dan sedikit kasar atau krenyes-krenyes. Anda yang sebelumnya pernah makan krasikan, pasti di lain waktu akan merindukannya.

Krasikan yang dijual berbentuk pipih, ada yang dipotong kecil-kecil, ada pula yang belum dipotongi. Makanan ini terbuat dari beras ketan, parutan kelapa, dan gula merah. Pembuatan krasikan sama seperti pembuatan jenang atau dodol pada umumnya, yaitu disangrai dalam durasi waktu yang lama. Jika Anda hendak membeli krasikan sebagai oleh-oleh, pastikan tanggal kadaluwarsanya masih lama agar bisa dibagikan ke sanak saudara. Kemasan krasikan cukup sederhana, hanya dibungkus dengan plastik bening saja. Satu bungkusnya dijual dengan harga Rp7.500,-.