ANGKRINGAN SENDANG AYU
Gerbong-Gerbong yang Tak Pernah Kosong

Jl. Raya-Jogja, Kepatihan, Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Lihat peta

Di Yogyakarta, angkringan dan nasi kucing seperti cendawan di musim hujan. Tersebar seantero provinsi, bisa sangat sulit menentukan angkringan mana yang patut dicoba. Tenang! Sendang Ayu, dengan gerbong-gerbong angkringannya pantas dicoba.

Diperbarui tgl 25 Agustus 2018

Lihat 9 foto Angkringan Sendang Ayu

Waktu Buka Angkringan Sendang Ayu
Senin - Minggu: pukul 17.00 - 23.59 WIB

Daftar Harga Makanan (2018)
Rp700 - Rp3.000

Angkringan Sendang Ayu punya dua keunikan. Biasanya, nasi kucing angkringan dibungkus dengan koran bekas di bagian luarnya. Tidak dengan Angkringan Sendang Ayu. Angkringan yang satu pemilik dengan Rumah Makan Sendang Ayu ini membungkus beragam nasi kucingnya dengan kertas yang di-branding "Angkringan Sendang", membuatnya terkesan modern.

Di samping itu, bila angkringan yang lain biasanya hanya terdiri dari satu gerobak, angkringan ini tidak tanggung-tanggung menjejerkan enam gerobak sekaligus untuk menampung pelanggannya. Deretan angkringan ini cukup panjang, sehingga bila melintas di Jl. Raya Solo-Jogja, hampir tidak mungkin tidak menyadari kenampakannya yang bak gerbong kereta.

Dari keenam 'gerbong kereta' tersebut, dua digunakan sebagai tempat menaruh minuman, stoples-stoples wedang ronde, dan kasir. Empat lainnya, sementara itu, diisi hidangan makanan yang setiap paginya dibuat sendiri oleh ibu-ibu juru masak Sendang.

Bayangkan, empat angkringan besar memuat makanan jenisnya berbeda-beda. Di bawah neon kuning lembut, ada lima belas jenis nasi kucing yang ditawarkan: nasi oseng jamur, nasi oseng usus, nasi oseng tempe, nasi sambal bandeng, nasi sambal kentang, nasi sambal tongkol, nasi uduk, nasi wiwit, dan nasi megono. Ada pula nasi bakar yang sebelum disantap harus dibakar dulu. Sementara masalah lauk, selain baceman yang memang biasa ditemukan di angkringan, jenis-jenis lain juga berlimpah di sini. Sendang menyediakan macam-macam rica-rica, sate, gorengan, jajanan pasar, dan kerupuk. Semua menu ini bisa diminta untuk dibakar agar ada sensasi berbedanya.

Selain sebagai tempat menyajikan makanan, keempat 'gerbong' tersebut juga digunakan sebagai tempat duduk kita. Di keempat 'gerbong' inilah pelanggan duduk berhadap-hadapan, kadang berhimpit-himpitan, entah dari rombongan yang sama atau tidak. Dan bila kursi angkringan tidak cukup, Sendang juga menyulap workshop cuci mobil di belakangnya menjadi ruang lapang lesehan yang cukup menampung beberapa rombongan sekaligus.

Hanya saja, meskipun tersedia cukup banyak tempat duduk untuk lama berleha-leha, pelanggan tidak akan terlihat betah berdiam diri. Bukan karena tidak nyaman, tetapi karena tidak sabar ingin mengambil makanan lagi dan lagi. Pemandangan hilir-mudik pelanggan yang 'shopping' makanan di gerbong-gerbong angkringan lumrah terlihat, sebab di angkringan ini kita makan dulu sampai puas baru kemudian membayar. Sama lumrahnya pula, saat kita kebetulan duduk di salah satu gerbong, bila tangan seseorang tiba-tiba, tanpa permisi, melintas di depan wajah kita dan mencomot hidangan yang tersaji.

Dirintis sekitar enam tahun yang lalu dengan awalnya hanya sebuah gerobak, kemudian dengan susah payah dikembangkan selama sekitar dua tahun, Sendang sekarang sedang dalam masa jayanya. Selain jumlah gerobaknya yang sudah berlipat, Sendang juga sudah punya dua cabang.

"Yang satu di Godean, yang satu di Jalan Kaliurang," rinci Mas Mukhlis, Koordinator Sendang, yang kami temui malam itu. Ia menjelaskan, cabang Godean tetap mempertahankan konsep angkringan, sementara cabang di Jalan Kaliurang merambah konsep prasmanan.

Cara menuju ke sana:
Dari Titik Nol Kilometer Yogyakarta - Kanan ke Jl. Raya Jogja - Kiri ke Jl. Janti - Kanan ke Jl. Raya Solo-Jogja - Angkringan Sendang Ayu ada di sebelah kiri

Tempat Wisata dekat Angkringan Sendang Ayu

Catatan: semua jarak diukur over the air