CANDI PRAMBANAN
Candi dengan Kisah Cinta yang Abadi

Jalan Raya Jogja - Solo Km 16, Prambanan, Sleman, Yogyakarta 55571, Indonesia
(0274) 496 401

Lihat peta

Candi Prambanan dibangun pada abad ke-9. Menjulang setinggi 47 meter dengan ornamen yang mengagumkan, kecantikan candi Hindu ini tak tertandingi. Candi Prambanan terletak 17 km ke arah timur dari pusat Kota Jogja dan bisa dijangkau dengan bus Trans Jogja.

Diperbarui tgl 3 September 2019

Candi Prambanan
(YogYes.com / Jaya Tri Hartono)

Jam Buka Candi Prambanan
Setiap hari, pukul 06.00 - 17.00 WIB

Harga Tiket Masuk Candi Prambanan (2019)
Rp50.000 (dewasa)
Rp25.000 (anak-anak)
USD 25 (wisatawan mancanegara)

"Sudah sampai ke Amerika," gurau sopir taksi tentang odometer mobilnya—sebuah Ford—yang menunjukkan angka 300.000 km. Kami berdua tertawa. Mulanya aku sempat menyesal naik taksi karena Candi Prambanan ternyata mudah dijangkau dengan bus Trans Jogja, tetapi keramahan sopir taksi ini membuatku merasa beruntung.

Legenda Roro Jonggrang

"Kata orang-orang tua, ada patung seorang putri yang dikutuk menjadi batu di Candi Prambanan." Tanpa diminta dia mulai bercerita tentang legenda Candi Prambanan.

Dahulu kala ada seorang putri yang sangat cantik bernama Roro Jonggrang. Kecantikan itu memikat seorang pangeran untuk meminangnya. Roro Jonggrang mengajukan syarat untuk membangun seribu candi dalam semalam sebagai penolakan halus atas pinangan tersebut. Namun, Bandung Bondowoso tetap menyanggupinya.

Bandung Bondowoso kemudian meminta bantuan makhluk halus untuk membangun seribu candi dalam semalam. Ketika 999 candi sudah berdiri, Roro Jonggrang menyuruh penduduk desa menyalakan api unggun dan menumbuk padi dengan lesung. Para jin mengira fajar telah tiba lalu lari tunggang langgang. Bandung Bondowoso yang murka atas tipu muslihat Roro Jonggrang mengutuknya menjadi patung batu untuk melengkapi candi ke-1000.

"Sampai sekarang patung itu masih ada, nanti njenengan bisa lihat sendiri," ujar sopir taksi tersebut.

Tanpa terasa, kami hampir sampai. Candi Roro Jonggrang yang menjulang setinggi 47 meter itu sudah tampak dari jalan raya. Wow, dari jauh pun keindahan candi ini sudah memukau!

Sejarah Candi Prambanan

Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia sekaligus salah satu candi yang terindah di Asia Tenggara. Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan (pertengahan abad ke-9) dari Kerajaan Mataram Kuno.

Namun, oleh sebab yang masih misterius, pusat kerajaan pindah ke Jawa Timur di akhir abad ke-10. Candi yang megah ini pun terbengkalai dan sebagian tertimbun material letusan Gunung Merapi. Perlahan-lahan, wilayah Prambanan menjadi hutan lebat.

Beratus-ratus tahun kemudian barulah reruntuhan candi ini ditemukan kembali. Pada saat itu belum diketahui sejarah candi ini sehingga terciptalah legenda Roro Jonggrang yang diceritakan turun temurun.

Upaya pemugaran candi secara serius dimulai sejak 1930-an dan pemugaran candi utama baru rampung tahun 1953.

Kompleks Candi Prambanan

Diperkirakan ada 240 candi besar dan kecil di kompleks Candi Prambanan. Namun, hanya 18 candi yang berhasil dipugar, sisanya adalah tumpukan batu yang berserakan.

Tiga dari 8 candi utama disebut candi Trimurti ("tiga wujud"), dipersembahkan untuk 3 dewa Hindu tertinggi: Dewa Brahma Sang Pencipta, Wisnu Sang Pemelihara, dan Siwa Sang Pemusnah.

Candi Trimurti
(YogYes.com / Jaya Tri Hartono)

Candi Siwa yang berada di tengah-tengah adalah bangunan terbesar di kompleks Candi Prambanan dan memiliki 5 ruangan: timur, selatan, barat, utara, dan sebuah ruangan utama di tengah candi. Ruangan timur terhubung dengan ruangan utama yang berisi arca Siwa Mahadewa setinggi 3 meter. Ruangan utara berisi arca Durga Mahisasuramardini, istri Siwa. Arca Durga inilah yang disebut sebagai Roro Jonggrang dalam legenda setempat.

Arca Durga
(YogYes.com / Jaya Tri Hartono)

Tepat di depan candi Trimurti terdapat 3 candi yang lebih kecil untuk kendaraan atau wahana dewa-dewa ini; sang lembu Nandi wahana Siwa, sang Angsa wahana Brahma, dan sang Garuda wahana Wisnu.

Relief Cerita Ramayana

Candi Prambanan dihiasi relief yang menceritakan kisah Ramayana dan Krishnayana. Kisah Ramayana dimulai dari kelahiran Rama, penculikan Sinta (istri Rama) oleh Rahwana, upaya penyelamatan Sinta oleh Hanoman (panglima kera), pertemuan kembali Rama dan Sinta, hingga penyerahan tahta Rama kepada anaknya.

Relief cerita Ramayana ini dipahat pada dinding sebelah dalam pagar sepanjang lorong galeri yang mengelilingi candi utama. Relief ini dibaca dengan cara mengitari candi searah jarum jam, dimulai dari sisi timur candi Siwa (42 adegan) dan dilanjutkan ke candi Brahma (30 adegan).

Tak jauh dari Candi Prambanan, kisah cinta Rama dan Sinta yang terpahat abadi ini juga dipentaskan dalam bentuk sendratari setiap Selasa malam, Kamis malam, dan Sabtu malam. Sendratari Ramayana Prambanan memegang rekor dunia Guinness World Records sebagai pentas tari Ramayana yang paling banyak melibatkan penari sekaligus sebagai sendratari yang paling lama dan rutin mementaskan tari Ramayana sejak 1961 hingga 2012. London dan New York memiliki The Phantom of the Opera, Jogja punya Sendratari Ramayana. Pada musim kemarau, pementasan dilakukan di luar ruangan dengan Candi Prambanan yang disorot lampu sebagai latar belakangnya.

Spot Foto Prambanan

Fotografer YogYes memberitahuku beberapa spot untuk mengambil foto terbaik di Candi Prambanan, antara lain spot Bu Ani, spot reruntuhan candi perwara, dan spot Syiwa Mandala.

Sebelum memasuki pelataran candi dari jalan utama, beloklah ke arah selatan. Di sini kita bisa mengambil foto seluruh candi utama yang dibingkai pohon mahoni. Spot ini disebut juga spot Bu Ani.

Spot lain yang populer di kalangan fotografer adalah reruntuhan candi perwara sebagai foreground yang dramatis untuk candi-candi utama.

Spot Foto Reruntuhan Candi Perwara
(YogYes.com / Jaya Tri Hartono)

Sebelum senja, pengunjung Candi Prambanan akan diminta keluar oleh petugas keamanan. Namun, kita masih bisa mengabadikan pemandangan senja di Candi Prambanan dari lapangan Siwa Mandala dekat pintu keluar pelataran candi utama. Bila malam itu ada pementasan Sendratari Ramayana, lampu-lampu akan menyinari bangunan candi-candi utama. Hasilnya adalah foto-foto yang luar biasa indahnya.

Spot Foto Siwa Mandala
(YogYes.com / Daniel Antonius Kristanto)

Pulangnya aku memilih berjalan kaki ke terminal Prambanan di seberang jalan lalu naik Trans Jogja 1A ke Malioboro. Oya, setelah googling sebentar, ternyata jarak Jogja - Amerika hanya 15.000 km dan lingkar khatulistiwa hanya 40.000 km. Jadi, taksi yang membawaku ke Candi Prambanan tadi sebenarnya bukan hanya sudah "sampai ke Amerika", melainkan juga sudah 7 kali "keliling dunia". Wow!

Cara menuju ke sana:
Naik Trans Jogja rute 1A dari Malioboro atau Bandara Adisutjipto lalu turun di Halte Prambanan