Jelajahi 12 Candi dari Kerajaan Kuno di Yogyakarta dan Sekitarnya

Sebagai destinasi archaeotourism yang terkenal, Jogja merupakan surga untuk menjelajahi candi-candi kuno dan menemukan reruntuhan dari peradaban yang hilang misterius.

Lihat Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Ijo, dan lainnya.

  • 5 Spot Rahasia Memotret Prambanan
    Psst... Hanya Fotografer yang Tahu!

    Meskipun sering dikunjungi ribuan orang setiap tahun, Candi Prambanan ternyata masih memiliki beberapa sudut rahasia yang hanya diketahui para fotografer. Bu Ani Yudhoyono saja punya spot rahasianya sendiri lho!

  • Candi Borobudur
    Candi Buddha Terbesar yang Dikunjungi Jutaan Wisatawan

    Candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di dunia. Dibangun pada abad ke-9, Candi Borobudur sekarang menjadi magnet yang mampu menarik jutaan wisatawan setiap tahun. Temukan fakta menarik, sejarah, dan gambar Candi Borobudur di sini.

    024 8646 2345

  • Candi Prambanan
    Candi dengan Kisah Cinta yang Abadi

    Candi Prambanan dibangun pada abad ke-9. Menjulang setinggi 47 meter dengan ornamen yang mengagumkan, kecantikan candi Hindu ini tak tertandingi. Candi Prambanan terletak 17 km ke arah timur dari pusat Kota Jogja dan bisa dijangkau dengan bus Trans Jogja.

    (0274) 496 401

  • Candi Mendut
    Singgasana untuk Arca Buddha Raksasa

    Candi Mendut merupakan Candi Buddha yang dibangun oleh Raja Indra dari Wangsa Syailendra. Relung Candi Mendut menjadi singgasana untuk arca Buddha berukuran besar.

  • Candi Ratu Boko
    Kemegahan di Bukit Penuh Kedamaian

    Candi Ratu Boko adalah kompleks istana megah yang dibangun pada abad ke-8. Bangunan yang bisa dikatakan termegah di jamannya itu dibangun oleh salah satu kerabat pendiri Borobudur.

    (0274) 496 510

  • Candi Ijo
    Candi yang Letaknya Tertinggi di Yogyakarta

    Candi Ijo adalah candi yang letaknya paling tinggi di Yogyakarta yang menyuguhkan pesona alam dan budaya serta pesawat yang tengah landing. Candi inilah yang membuat landasan Bandara Adisutjipto tak bisa diperpanjang ke arah timur.

  • Candi Plaosan
    Candi Kembar dekat Prambanan

    Candi Plaosan yang dibangun Rakai Pikatan memiliki beberapa keunikan dibanding candi lain, yaitu dua candi utamanya yang "kembar" serta teras yang permukaannya halus. Di candi ini juga terdapat figur Vajrapani, Amitbha, dan Prajnaparamitha.

  • Candi Kalasan
    Peninggalan Budha Tertua di Yogyakarta

    Candi Kalasan adalah candi yang dipersembahkan untuk Dewi Tara yang dinding luarnya dilapisi semen kuno. Candi Budha tertua di Yogyakarta ini dibangun oleh Rakai Panangkaran, raja dari dinasti Syailendra yang juga mengkonsep pendirian Borobudur.

  • Candi Pawon
    Titik Tengah Tiga Candi Buddha

    Berbeda dengan candi-candi lain yang tertutup rapat, Candi Pawon memiliki lubang angin pada biliknya. Candi Pawon menjadi titik tengah yang menghubungan Candi Mendut dan Candi Borobudur.

  • Candi Sambisari
    21 Tahun Merangkai "Puzzle Batu Raksasa"

    Setelah terkubur selama ratusan tahun, bongkahan pertama ditemukan pada tahun 1966. Memerlukan waktu 21 tahun untuk menggali dan merangkai ratusan keping "puzzle" dari batu itu sebelum akhirnya Candi Sambisari berhasil direkonstruksi.

  • 5 Hal yang Bisa Kita Lihat dan Lakukan Saat Waisak di Borobudur

    Borobudur memang terus dikunjungi sepanjang tahun. Namun saat Waisak, Borobudur menawarkan hal-hal yang tidak kita temukan di waktu-waktu lain.

  • Candi Sari
    Hikmatnya Biara Berhiaskan Relief Bodhisatwa

    Indah relief-relief andesit biara biksu Mataram kuno ini makin nikmat sebab susana kawasan candi yang hikmat.

  • Candi Barong
    Menanti Senja Ditemani Senyum Para Kala Barong

    Di atas Bukit Batur Agung, di tenggara Keraton Ratu Boko, sebuah kompleks percandian berdiri, tempat petani memuja Dewa Wisnu dan Dewi Sri. Hiasan kala barong yang tersenyum di tiap sisi candi adalah ciri yang membuatnya menarik dikunjungi.

  • Candi Kimpulan
    Candi yang Rinci di Perguruan Tinggi UII

    Satu lagi candi yang ditemukan di Yogyakarta pada tahun 2009. Candi ini berada di halaman perpustakaan pusat UII. Bentuknya minimalis namun tak banyak mengalami kerusakan dan sangat rinci konstruksinya.

Kembali ke atas