BANTUL
Negeri Para Seniman di Jogja Selatan

Terletak di ujung selatan Kota Gudeg, Bantul menjadi pusat kesenian di seluruh Yogyakarta. Kreatifitas warganya menghasilkan berbagai karya unik baik dalam bentuk suvenir, tempat wisata, serta berbagai macam kuliner yang sulit dijumpai di tempat lain.

Diperbarui tgl 10/9/2018

Terletak di sepanjang pesisir selatan Yogyakarta, Bantul menjadi pusat kreatifitas dan kerajinan di Kota Gudeg. Darah-darah kreatif seakan mengalir di setiap warganya. Dengan penuh semangat mereka menciptakan inovasi baru yang selalu membuat kita penasaran. Kreatifitas ini pun dicurahkan dalam berbagai karya seni aneka rupa; bukan hanya di atas kanvas dan patung batu, tapi juga menjelma ke berbagai aspek kehidupan seperti gaya hidup, kuliner, hingga berbagai kerajinan tangan yang ditawarkan di kabupaten ini. Inilah Bantul, rumah para pemikir kreatif yang berada di kawasan Jogja selatan.

Penjelajahan kita di Kabupaten Bantul bisa dimulai sejak fajar, tepat sebelum sang mentari datang. Cobalah untuk mencapai Kebun Buah Mangunan secepatnya, sehingga kita bisa melihat keindahan pemandangan matahari terbit di antara lekukan-lekukan bukit kapur yang membentang ke arah selatan. Jangan terburu-buru, nikmati waktu pagi kita di tempat ini hingga matahari sedikit meninggi sebelum melanjutkan perjalanan ke Hutan Pinus Mangunan dengan pemandangannya yang instagrammable.

Menjelang siang, saatnya kita turun ke beberapa pusat industri kreatif yang ada di kawasan Bantul. Kita bisa mengunjungi Kasongan yang terkenal sebagai pusat industri gerabah yang cukup terkenal di selatan Yogyakarta, sekaligus mencicipi rasa Pecel Baywatch yang legendaris. Bagi pecinta kerajinan berbahan kulit, cobalah mampir di Desa Wisata Manding. Di sini, kita bisa menghabiskan waktu berkeliling berbagai showroom sambil berburu tas, ikat pinggang, dan berbagai bahan lain yang berbahan dasar kulit.

Ketika sore mulai menjelang, persiapkanlah diri kamu untuk menyambut senja di tempat-tempat terbaik yang ada di Bantul. Cobalah berjalan ke area Pantai Parangkusumo dan temukan Gardu Action yang tersembunyi di salah satu sudutnya. Di sini lagi-lagi kita bisa membuktikan kreatifitas warga lokal yang mengolah ribuan sampah menjadi berbagai hiasan yang unik dan fotogenik. Kerlap-kerlip lampu botol bekas menghiasi lorong-lorong pohon cemara yang tumbuh subur di area ini, dihiasi oleh sebuah sayap kupu-kupu raksasa yang menjadi ikon utama di Gardu Action.

Ingin melihat matahari terbenam dari ketinggian? Cobalah berkunjung ke Puncak Becici. Di kala senja, kita bisa menyaksikan pemandangan spektakuler berupa kerlap-kerlip lampu kota yang bertebaran bagaikan ribuan bintang di bawah sana. Background langit yang berwarna keemasan akan menghiasi waktu senja kita di puncak ini, cocok untuk diabadikan bersama panggung sederhana dan pohon-pohon pinus yang menjadi ikon utama di tempat ini.

Meskipun langit telah gelap, bukan berarti petualangan kita sudah selesai. Jika kita datang di saat bulan redup, langsung arahkan perjalanan kita menuju Pantai Parangtritis dengan pemandangan milky way-nya yang keren. Jika siang hari pantai ini penuh dengan wisatawan yang sibuk bermain air, di malam hari pantai ini terlihat sepi dan lengang. Hal ini memudahkan kita untuk mengabadikan kerlap-kerlip cahaya ribuan bintang di sisi lain Galaksi Bima Sakti, membentuk berlekuk bak sungai susu yang terkenal.

Selain tempat-tempat di atas, masih banyak lokasi wisata lain yang bisa kita kunjungi di Bantul. Ada Kampung Edukasi Watu Lumbung yang terkenal dengan pemandangan yang indah, dikemas dengan konsep edukasi yang cukup kreatif. Selain itu ada juga Pasar Seni Gabusan, sebuah pasar seni di selatan Kampus ISI Yogyakarta yang menampung 444 pengrajin karya seni dari seluruh Yogyakarta. Ingin berwisata sejarah? Jangan lupa mampir ke Makam Raja-Raja Imogiri, sebuah kompleks pemakaman raja-raja Yogyakarta yang masih dirawat hingga saat ini.

Makan di Mana?

Sifat kreatif ala masyarakat Bantul tidak hanya disalurkan ke cenderamata dan tempat wisatanya saja, tapi juga ke berbagai menu kuliner yang ada di kawasannya. Sebut saja RM Legokan Ngancar, sebuah rumah makan di tepi tempuran Ngancar yang menyajikan berbagai jenis masakan ikan air tawar nan langka. Cobalah nikmati rasa mangut gabus yang anti-mainstream, disajikan bersama sayur lompong nan cocok untuk dinikmati di siang hari yang panas.

Bagi Anda yang berwisata di kawasan Kasongan, jangan lupa mampir ke Pecel Baywatch racikan Mbah Warno "Anderson". Pecel kembang turi ini begitu terkenal dan melekat dengan nama Kasongan, membuatnya selalu ramai oleh para wisatawan. Rasa sambal kacang nan gurih-manis berpadu dengan tektstur daun pepaya, bayam dan kembang turi yang agak pahit, membuatnya terasa nikmat untuk dinikmati setelah berburu oleh-oleh di kawasan Kasongan.

Ingin masakan yang lebih pedas? Cobalah Sambel Welut Pak Sabar, masakan pedas dari utara kawasan Bantul. Nikmati rasa unik dari belut fillet yang diulek bersama sambal nan pedas, cukup untuk memeras keringat dan membuat lidah mati rasa. Selain itu, jangan lewatkan tantangan dasyat dari Sate Petir Pak Nano Pak Nano dengan tingkatan pedasnya yang bisa kita pilih sesuka hati. Di sini, kita bisa merasakan sensasi tak terlupakan dari sate dan tongseng yang dimasak bersama puluhan potong cabe rawit nan super pedas!

Selain ketiga masakan di atas, ada juga beberapa menu kuliner lain yang bisa kita nikmati di kawasan Bantul. Salah satunya adalah Ayam Goreng Mbah Cemplung, rumah makan blusuk yang terkenal dengan kelezatan ayam kampung gorengnya yang empuk. Selain itu ada juga Bakmi Shibitsu yang konon bisa membuat kita kehilangan kata ketika mencicipi rasanya nan tebal dan penuh dengan bumbu. Mantap, kan?

Lihat Juga: 10 Kuliner Mblusuk di Jogja

Menginap di Mana?

Selain kuliner, Bantul juga memiliki beberapa penginapan yang cukup nyaman dan penuh kreatifitas. Karena sebagian besar wilayah Bantul masih berupa pedesaan nan asri, beberapa penginapan di sini memiliki view dan suasana yang indah dan sulit untuk dilupakan. Tidak percaya? Lihat saja Pak Dhe Homestay, homestay ini berada dekat Desa Wisata Tembi. Atmosfir yang Jogja banget dan dikelilingi sawah membuatnya sempurna bagi rombongan keluarga, reuni, hingga company retreat. Menginap di Pak Dhe Homestay akan membangkitkan kenangan Jogja yang bersahaja dan tentramnya hidup di desa. Pagi hari kita bisa berjalan-jalan atau bersepeda di sekitar rumah, menikmati udara pagi sambil melihat hamparan sawah di kanan dan kiri. Pilihan lainnya lihat di Hotel

Naik Apa?

Bantul memang tidak memiliki banyak transportasi umum, selain beberapa bus kecil yang menuju kawasan Parangtritis. Kebanyakan warga di kawasan ini lebih senang menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian. Karena hal tersebut, ada baiknya kita menyewa mobil untuk berkelana ke berbagai tempat wisata di kabupaten ini.

Jika kita ingin lebih bebas berkendara tanpa bantuan supir, menyewa mobil lepas kunci bisa menjadi pilihan yang tepat. Ada banyak rental mobil lepas kunci yang bisa kita gunakan, salah satunya adalah Aman Amin Transport. Biar lebih aman, semua mobil Aman Amin Transport juga diasuransikan. Itulah sebabnya menyewa mobil di sini tak perlu uang jaminan. Asal identitas semua penumpang jelas, mobil pun dilepas.

Jika kamu lebih terbiasa menggunakan mobil bertransmisi otomatis (matic/AT), Annisa Transport bisa menjadi pilihan yang tepat. Rental mobil ini menyediakan banyak pilihan mobil bertransmisi otomatis yang bisa kita gunakan ke berbagai wilayah di Yogyakarta. Kita tidak perlu bersusah payah mengatur rem dan kopling ketika menghadapi kemacetan di tanjakan terjal atau saat bermanuver menyalip truk-truk besar di jalanan sempit. Pilihan lainnya lihat di Sewa Mobil

Kembali ke atas