GUNUNGKIDUL
Primadona Baru Wisata Jogja Telah Muncul

Deretan eksotis pantai pasir putih, batuan andesit raksasa di gunung api purba, dan gelapnya lorong-lorong gua adalah sebagian dari pesona Gunungkidul yang mulai terkuak, memperlihatkan surganya yang tersembunyi.

Diperbarui tgl 30 Desember 2021

gunungkidul

"Induk itik sedang mengerami telurnya. Telur itu menetas dan anak-anak itik keluar satu persatu, tapi seekor anak itik berbeda dengan lainnya. Rupanya buruk sekali. Karena merasa berbeda, Ia berlari sejauh mungkin, dan bersembunyi di balik alang-alang." (Si Itik Buruk Rupa, Hans Cristian Andersen)

Baca juga:

Berbeda dengan empat kabupaten lain di Daerah Istimewa Yogyakarta yang subur nan hijau, Gunungkidul adalah perbukitan kapur tandus yang selalu dilanda kekeringan. Berada di pesisir selatan Pulau Jawa, Gunungkidul merupakan sisa lautan di masa silam. Manusia-manusia awal di sini bersaudara tua dengan manusia ras Australoid dari Pegunungan Sewu di wilayah Pacitan yang datang melalui jalur lembah karst dan Bengawan Solo purba menuju Gunungkidul di akhir zaman pleistosen sekitar 700 ribu tahun lalu.

Bentang alam Gunungkidul adalah pesona tiada dua. Mulai dataran tinggi vulkanis, derasnya sungai bawah tanah, kegelapan goa vertikal maupun horizontal, hingga eksotisnya deretan pantai pasir putih. Semua tersedia! Berpuluh tahun diselimuti kabut tentang misteri pulung gantung, tanah yang tandus, serta kekeringan yang kerap melanda, kini Gunungkidul mulai menampakkan diri. Memperlihatkan surganya yang selama ini tersembunyi. Si itik telah menjelma menjadi angsa yang cantik jelita.

Tempat Wisata di Gunungkidul

Mari menjelajah seluruh penjuru mata angin. Dimulai dari sisi Utara, terdapat Gunung Nglanggeran yang merupakan gunung api purba berusia antara 20 hingga 25 juta tahun. Batuan andesit berukuran kecil hingga raksasa tersebar seolah berjatuhan dari langit. Tabungan abu vulkanisnya menyuburkan kawasan sekitar Nglanggeran. Sawah menghijau diselingi bongkahan batu andesit terhampar menyegarkan mata. Daerah ini adalah daerah tersubur yang dimiliki Gunungkidul. Sebagai dessert, menanti senja di puncak bisa menjadi pilihan romantis. Pergunakan malam hari untuk beristirahat, karena esok petualangan Gunungkidul bagian tengah telah menanti.

Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk melanjutkan petualangan ke Goa Pindul. Ini adalah aliran sungai bawah tanah dari Sungai Oyo, sungai yang sama dengan yang membelah ngarai di Air Terjun Sri Gethuk. Rasakan gelap total dari gua yang dialiri air, membutakan mata, tapi menambah kepekaan indera lainnya. Sebuah permulaan evolusi seperti yang dialami para penghuni abadi gulita gua. Bila Anda sudah pernah ke Gua Pindul, ada satu lagi alternatif cave tubing yang layak dijajal, yaitu Cave Tubing Kalisuci. Menyusuri aliran sungai yang nantinya akan bermuara di Pantai Baron. Pilihlah salah satu antara Gua Pindul atau Kali Suci, mengingat waktu yang terbatas dan karakter keduanya yang mirip.

Jam makan siang, selesai cave tubing di Gua Pindul atau Kali Suci, mampirlah mengisi perut di Lesehan Pari Gogo. Sego abang dengan guyuran sayur lombok ijo, menyempurnakan kelezatannya. Jangan lupa pesan lauk belalang goreng; serangga yang semula hama ini diolah menjadi makanan khas yang banyak dicari.

Ingin mencoba petualangan yang lebih menantang? Cobalah telusuri gua vertikal. Salah satu yang paling terkenal di Gunungkidul adalah Gua Jomblang. Menuruni gua dengan single rope technique berkedalaman puluhan meter, ditambah hutan purba di dasarnya tentu memompa adrenalin seolah mencicipi apa yang dirasakan para caver di Esa Ala dalam Film Sanctum.

Hari ketiga, waktunya membiarkan kulit diciumi matahari. Gunungkidul bagian Selatan adalah deretan ribuan bukit karang, masuk dalam kategori pengembangan Pegunungan Seribu yang menyimpan banyak aliran sungai bawah tanah. Di pesisir, pantai pasir putih berserak mulai dari ujung Barat hingga Timur. Cobalah singgah ke Pantai Pantai Indrayanti, pantai paling terkenal di Gunungkidul, atau Pantai Pantai Pok Tunggal yang sedang naik daun. Sementara jika ingin melihat keelokan air terjun di bibir laut, maka Pantai Pantai Jogan wajib dikunjungi. Bagi para climber, Pantai Pantai Siung yang menyediakan 250 jalur panjat adalah harga mati. Bila ingin puas makan ikan, datang saja ke Pantai Sadeng yang sekaligus adalah pelabuhan ikan. Ragam pilihan pantai lainnya bisa ditilik di 57 Pantai Gunungkidul Paling Terkenal (2022).

Menyusuri satu per satu pantai adalah pengalaman menakjubkan. Pemandangan bukit-bukit karang mengiringi perjalanan. Jalanan aspal hitam mulus mengular, membelah pegunungan karst yang di masa silam adalah lantai samudera. Membayangkan masa lalu saat biota air berenang dan bersembunyi di antara ceruk-ceruknya. Dihiasi hutan jati eksotis, berselang-seling dengan ladang jagung dan ketela pohon di atas keras batu, menjadi bukti kegigihan manusia-manusia Gunungkidul bersahabat dengan kerasnya alam. Tak ada perjalanan membosankan menyusurinya meski menempuh berpuluh kilometer.

Tempat Menginap di Gunungkidul

Tak seperti tempat wisata terkenal yang tersentuh kencangnya modernisasi, Gunungkidul relatif masih sepi. Tempat menginap pun tak berjubel layaknya daerah-daerah lain. Salah satu yang menjadi rekomendasi YogYES adalah Casa Meira Gunungkidul. Tak jauh dari tempat-tempat wisata terbaik di Gunungkidul, Casa Meira menawarkan pengalaman unik menginap di rumah dengan sentuhan Mediterania dan pintu rahasia.

Tempat Makan di Gunungkidul

Gunungkidul memiliki berbagai kuliner menarik yang kami rekomendasikan. Malam hari, bisa dicoba Sate Taman Bunga. Irisan daging yang besar berbumbu saus kacang nan mantap menjadi kunci larisnya sate ini. Ada juga Sate Pak Turut; Sate Kambing legendaris paling terkenal seantero Gunungkidul. Dikelola oleh generasi kedua, kualitas satenya tetap terjaga. Bila ingin makan mie ayam, ada Rumah Makan Bakso Bantar Sari. Tak hanya menjual mie, ada pula menu bakso dan siomay di kedai ini.

Pulang menjelajah surga Gunungkidul, wajib mampir ke Thiwul Yu Tum. Satu lagi hasil kreasi dan kerja keras warga Gunungkidul sebagai adaptasinya terhadap tanah yang tandus. Kini thiwul menjadi oleh-oleh favorit dari Gunungkidul.

Direktori Gunungkidul

Kembali ke atas
Baca juga: