TAHUN BARU DI GUNUNGKIDUL
Menikmati Tahun Baru di Musim Hujan dengan Petualangan dari Hulu hingga Hilir

Diperbarui tgl 19 November 2018

Memasuki bulan Desember hujan mulai sering turun membasahi tanah kering akibat kemarau panjang. Ampo dalam Bahasa Jawa menyebut untuk aroma bau tanah yang telah lama kering terkena air hujan pertama, menjadi penyemangat baru untuk menyambut musim hujan yang telah lama dirindukan. Dan telah lama juga saya merencanakan petualangan mencari sumber mata air di hulu hingga di hilir melepasnya pergi ke samudra.

Cuaca cerah langit biru dengan awan tipis meyakinkan untuk segera memulai berpetualang. Bekal dan perlengkapan telah masuk dalam tas carrier, motocross siap melibas perbukitan karst GunungKidul. Tidak lupa perlengkapan safety riding membalut jiwa raga. Doa keselamatan dipanjatkan sebagai tanda petualangan dimulai. Bersama dua sahabat saya, pukul 9 pagi dari kawasan Kotagede Yogyakarta kami berangkat penuh semangat.

Tujuan pertama kami adalah air terjun Sri Gethuk. Air terjun yang terletak di Desa Bleberan Kecamatan Playen Gunungkidul Yogyakarta ini merupakan wisata alam yang sangat menarik. Bagaimana tidak, air terjun ini berasal dari 3 sumber mata air yaitu mata air Kedungpoh, Ngandong, dan Ngumbul yang letaknya tidak jauh dari air terjun Sri Gethuk.

Menuju kesana, kami melewati jalan halus hingga berbatu berkelok naik turun, aroma pohon kayu putih yang ada di sepanjang jalan dan rintik hujan memberikan nuansa yang sangat natural. Mungkin ini adalah rute impian bahkan obat untuk seseorang yang stress karena macet, asap kendaraan, panas matahari dan gedung-gedung tinggi yang membuat terasa pengap dan terkurung.

Empat puluh lima menit perjalanan dari Yogya berakhir di pintu masuk wisata alam Sri Gethuk. Motor terparkir, kami langsung menuju air terjun. Ada dua cara untuk mencapai air terjun yaitu menaiki rakit unik dengan tarif 30.000 per orang untuk memecah arus sungai Oya yang tenang. Atau berjalan kaki melewati jalan setapak yang diapit antara sungai Oya yang tenang dan sawah subur yang hijau. Terdengar suara gemricik air yang semakin dekat berubah menjadi gemuruh menambah rasa penasaran. Akhirnya terlihat air terjun Sri Gethuk mengalir jatuh dengan deras dari dinding batu karst. Hujan yang sering turun menambah derasnya air terjun. Air yang terjun dan terjebak tak kuasa dibendung bebatuan akhirnya meluap dan mengalir tak beraturan melewati batuan bertingkat hingga ke sungai Oya. Mengundang siapa saja untuk menjadi basah olehnya. Kami mencoba kesegaran air terjun dari 3 sumber mata air ini. Menikmati deras dan dinginnya air terjun adalah kesegaran tak tertandingi.

Puas bermain air, perut terasa kosong. Menu jajanan yang tersaji disepanjang jalan area wisata sangat menggiyurkan. Gorengan panas baru matang adalah pilihan tepat untuk Suasana gerimis dan dompet tipis. Setelah perut terganjal, kami melanjutkan perjalanan, kembali melewati jalan surgawi tadi hingga keluar dan masuk kota Wonosari.

Setelah bermain di daerah hulu, kami melanjutkan perjalanan mencari daerah hilir. Ya, Pantai Jogan adalah tujuan kedua kami. Dari Kota Wonosari kami melewati jalan aspal mulus berkelok kelok membelah dataran karst khas Gunungkidul. Ladang terasering dari susunan batuan yang apik menandakan pantai semakin dekat. Terus berjalan mencari arah Pantai Siung karena searah dengan Pantai Jogan. Setelah sampai pos retribusi pantai, 1 kilometer lagi hilir di Pantai Jogan akan terlihat.

Sekitar 45 menit perjalanan dari Sri Gethuk kami sampai di Pantai Jogan. Sampai di Jogan kami dibuat kagum oleh pemandangan yang sangat langka. Sebuah air terjun dari sungai yang jatuh langsung di bibir pantai dan disapa deburan ombak yang siap menggulung masuk dalam lautan samudera. Untuk merasakan grojogan air terjun harus turun dahulu. Ada dua cara yaitu dengan tangga bambu atau rappling. Ini dia, Matahari mulai turun bersembunyi di balik garis samudera hindia, deburan ombak menghantam kerasnya batuan karang, dan gemricik air terjun di bibir pantai dari sungai-sungai tersembunyi yang tak terjamah adalah pemandangan yang sangat layak dinikmati. Pantai Jogan memberi nuansa berbeda dari pantai biasa untuk siapa saja yang mendatanginya.

Walau perjalanan dari hulu hingga hilir telah tercapai, kami masih melanjutkan perjalanan ke pantai berpasir putih dan sepi untuk merayakan pergantian tahun. Pantai Jungwok adalah spot tujuan kami terakhir. Matahari sudah tenggelam setengah badan, kami segera menggeber motocross melewati jalan aspal mulus hingga sampai Pantai Wediombo yang bersebelahan dengan Pantai Jungwok. Trek dari Pantai Wediombo menuju Pantai Jungwok adalah tanah berbatu naik turun dan berkelok yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Motocross kami menjadi beringas meraung memecah gelap dan sunyi. Keadaan masih alami inilah yang membuat Jungwok tetap terjaga keasriannya.

1,5 kilometer dari Wediombo kami disambut pantai berpasir putih yang tertutup pandan laut. Jungwok, lokasi terakhir perjalanan kami telah tercapai. Segera kami membangun tenda di pesisir pantai untuk bermalam dan membuka bekal hasil buruan dari pasar tradisional Kotagede untuk dimasak. Kami akan memasak ca kangkung jamur dan ayam goreng. Ya makanan yang cukup mewah untuk sebuah camping kecil. PARTY!

Pukul 00.00 kembang api mulai kami nyalakan sebagai tanda pergantian tahun. Alam juga ikut serta merayakannya dengan ribuan bintang seperti taburan cahaya dari lontaran tongkat peri. Momen pas di akhir tahun atau untuk mengambil foto milky way dan star trail. Di saat itu juga laut sedang surut-surutnya. Terlihat seseorang seolah berjalan di atas permukaan air. Itu adalah penduduk sekitar, dengan membawa headlamp dan tombak sederhana untuk mencari ikan yang tertinggal gulungan ombak dan terjebak diantara bebatuan karang. Penasaran, kami ikut mencari. Biota laut yang cantik dan unik dapat ditemui di sini. Tidak terasa matahari sudah mengintip di balik garis samudera. Kami telah menunggunya, matahari pertama tahun baru pun terlihat.

Dengan naiknya matahari air laut kembali naik. Lubang-lubang karang telah terisi air dan ikan pun kembali bebas berenang. Lubang dari batuan karang bak kolam alami. Kolam alami dari batuan karang yang terisi air ini dapat menjadi tempat snorkeling bersama ikan-ikan kecil dan biota laut lainnya, sungguh menyenangkan. Yes, snorkeling! Puas bermain air, kami menjelajahi sepanjang pantai berpasir putih ini dengan motocross. Motor meraung menandingi suara deburan ombak, menyenangkan sekali. Yiiiihaaa!! Setelah puas bermain kami mengemasi perlengkapan tanpa meninggalkan sampah apapun. Siap untuk kembali pulang.

Perjalanan penghujung tahun di musim hujan yang sangat menyenangkan. Dari hulu ke hilir, bermain di air tawar hingga snorkeling di air asin, melihat sunset dan sunrise, dari mendung gerimis hingga cerah bertabur bintang. Senda gurau, tawa, dan kagum dapat dirasakan. Ini sangat mengasyikan! YES!!

Keterangan:
Tulisan ini adalah salah satu finalis dalam lomba menulis "Liburan Tahun Baru di Jogja".