5 ALASAN BERLIBUR KE JOGJA SAAT RAMADAN
Low-Season Sebelum Lebaran

Ada banyak alasan untuk berlibur ke Jogja, tetapi berlibur saat musim ramai mungkin akan membuat waktumu habis di jalan (dan antrean). Bagaimana dengan bulan Ramadan?

Diperbarui tgl 16 September 2018

Banyak traveler di forum-forum diskusi mengatakan berlibur ke Jogja saat bulan Ramadan itu ide buruk. Siang hari banyak tempat makan yang tidak buka dan malamnya diserbu pengunjung sampai sulit dapat tempat. Bar dan diskotek libur sebulan penuh. Ada juga turis yang kaget dengan pawai sahur.

Ada benarnya juga sih, tetapi berlibur ke Jogja saat Ramadan tidak seburuk itu koq. Tidak semua tempat makan tutup, banyak juga yang tetap buka siang hari. Jangan takut bakal susah cari makan deh.

Meskipun pada minggu terakhir Ramadan, Jogja akan dibanjiri pemudik lebaran sehingga harga kamar hotel bisa naik dua kali lipat, minggu-minggu sebelumnya justru low-season alias musim sepi. Inilah saat terbaik untuk berlibur ke Jogja.

1. Hotel dan Maskapai Penerbangan Banting Harga

Dua sampai tiga minggu pertama dalam bulan Ramadan adalah low-season, banyak kursi pesawat dan kamar hotel yang kosong. Tak heran bila hotel dan maskapai penerbangan akan banting harga untuk mencapai target okupansi. Demikian pula dengan Homestay & Kost Harian dan Guest House & Villa di YogYes, meskipun tidak terang-terangan memberikan diskon, kita bisa menawar harga dengan pemiliknya langsung. Kita juga bisa menanyakan tentang kemungkinan gangguan suara, dsb.

2. Mobil-Mobil Rental Ikut "Upacara"

"Hari ini semua mobilku upacara je," gurau para pemilik Sewa Mobil Jogja di Jogja untuk menyebut mobil-mobil yang berbaris rapi di pool karena tidak ada yang menyewa. Low-season juga berimbas pada sepinya pelanggan rental kendaraan di Jogja. Bila saat lebaran sulit mendapatkan kendaraan yang masih tersedia, pada bulan Ramadan situasinya berbanding terbalik. "Biasanya sepi," balas pemilik rental mobil Aman Amin Transport saat dihubungi YogYes melalui WhatsApp. Situasi ini membuat kita bisa mendapatkan harga sewa yang lebih murah. Nego langsung aja dengan pemiliknya, YogYes sudah menyediakan nomor teleponnya koq.

3. Tempat Wisata Seperti Milik Pribadi

Hal lain yang menjadi daya tarik utama berlibur ke Jogja di bulan suci adalah tempat wisata yang sepi pengunjung. Wajar saja, saat berpuasa biasanya orang malas jalan-jalan di siang hari. Akibatnya pantai-pantai seperti milik pribadi, tak ada lagi antrean panjang di spot-spot selfie, lalu lintas menuju tempat wisata juga lancar jaya.

4. Festival Kuliner di Sepanjang Jalan

Setiap sore di bulan Ramadan, banyak jalan di Jogja berubah menjadi seperti Siloam Road di Bangkok. Penjaja makanan berjajar rapi di pinggir jalan melayani ratusan pembeli yang mencari makanan untuk berbuka. Ratusan jenis makanan mudah ditemukan di sini, bahkan makanan langka seperti kicak, kue corobikang, dll.

5. Jam Buka Tempat Kuliner yang Tak Lazim

Seorang teman dari luar Jawa sampai terheran-heran dengan jam makan orang di Jogja. Beberapa 5 Kuliner Tengah Malam di Jogja tak lama kemudian sudah ludes diserbu pembeli. Sebut saja Nasi Campur Demangan dan Gudeg Pawon. Namun, hal ini malah menjadi anugerah tersendiri bagi wisatawan yang menjalankan ibadah puasa. Jam buka tengah malam justru dekat dengan waktu sahur. Kapan lagi bisa ibadah sahur sambil berwisata kuliner?