Merefleksi Perjalanan Masa Lalu, Membingkai Semangat Tahun Baru

Diperbarui tgl 17 September 2021

Sebagai kota wisata dan budaya, Jogja selalu dipadati oleh para wisatawan yang datang dari berbagai penjuru, terlebih saat liburan tahun baru. Bagi yang senang keramaian, berbagai hiburan dan tontonan yang digelar di pusat kota Jogja adalah pilihan tepat bagi anda. Tetapi bagi yang memilih ketenangan, maka segala kemacetan dan kebisingan sebagai dampak keramaian kota akan membuat pikiran semakin berantakan, kesempatan liburan pun akan sia-sia terbuang.

Jika anda adalah kelompok pada jenis kedua yang saya sebutkan, maka segeralah mengeksplorasi sisi-sisi lain Jogja dan sekitarnya yang masih memiliki nuansa ketenangan.

Datanglah ke Jogja sehari sebelum tahun berganti. Aturlah akomodasi, transportasi, dan segala keperluan saat anda liburan di Jogja melalui melalui kanal informasi yang terpercaya, (yogyes.com) contohnya.

Setelah uborampe liburan sudah tertata, tempat pertama yang perlu anda jelajahi ketika sampai di Jogja adalah Dusun Nguwot, Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Sleman. Di sinilah Candi Miri berada, candi yang mungkin belum pernah anda dengar. Dari sisi fisik, memang tak banyak yang bisa dinikmati secara kasat mata karena candi ini hanya menyisakan dua buah yoni dan reruntuhan bangunan candi yang belum dipugar.

Apa yang membuat lokasi ini istimewa? Berhentilah sesaat di tepi bukit yang biasa disebut Watu Leter. Spot inilah yang menjadi andalan dan hampir dipastikan akan membuat anda terus terkenang. Harmonisasi keindahan alam dan daya kultural yang penuh kesan terhampar di depan mata di sini. Tempat yang sangat tepat untuk membasuh pikiran dari berbagai rutinitas harian dan bertumpuk pekerjaan yang biasanya membuat anda tertekan.

Dari bukit inilah pemandangan tiga menara penyangga langit terlihat; Candi Sojiwan, Candi Prambanan,dan Masjid Al Muttaqun dengan mesra berdampingan di angkasa. Kemudian Gunung Merapi yang gagah menjulang seolah memeluk mereka dalam keharmonisan di belakangnya. Sungguh pemandangan yang tiada duanya, apalagi jika kabut tipis pelan-pelan menghilang tersinari hangat mentari pagi. Di titik inilah perjalanan refleksi diri dimulai. Sambil menikmati panorama yang memukau, anda bisa mengevaluasi segala langkah dan pencapaian yang pernah dibuat selama setahun yang terlewati.

Berikutnya bergeraklah ke salah satu menara terdekat yang terlihat dari titik ini, ke Candi Sojiwan yangjaraknya hanya sekitar 1,5 km. Di candi Buddha ini anda dapat menggali cerita-cerita yang menitipkan pesan moral dan sisi edukasi di dalamnya. Beragam cerita fabel mulai dari relief kera dan buaya, angsa dan kura-kura, dan 10 relief lainnya terpahat dengan apik di dinding candi ini.

Candi Sojiwan relatif adem karena dinaungi pohon rindang dan semilir angin perkebunan. Nikmatisuasana damai selama berada di candi ini sambil mengungkap ajaran budi pekerti, yang juga dibumbui sejarah, ilmu strategi, dari bermacam relief dan cerita yang ada di panil candi.

Setelah itu, anda bisa melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan, candi yang sering menjadi icon Jogja bahkan Indonesia. Hanya dengan membayar Rp 45.000,- anda bisa menikmati kecantikan Komplek Candi Prambanan sekaligus mendapat free shuttle ke Kraton Ratu Boko.

Di dalam Candi Prambanan, simaklah keanggunan Candi Syiwa yang belum lama ini sudah diperbolehkan untuk dijelajahi oleh wisatawan. Karena keelokannya, tak heran para wisatawan beramai-ramai mengerumuni Candi Prambanan. Jika anda merasa tak nyaman dengan padatnya wisatawan dan ingin mencari ketenangan, berjalanlah ke sisi timur Candi Prambanan. Hanya sekitar 500 meter, anda akan bertemu Candi Lumbung. Candi yang bentuknya mirip dengan tempat untuk menyimpan padi ini di sekeliling dinding luarnya terpahat arca pria dan wanita yang hampir sama dengan ukuran manusia sebenarnya, hal yang jarang dijumpai di candi-candi lainnya.

Tak jauh dari Candi Lumbung, langkahkan kaki anda ke sisi timur berikutnya. Tak seberapa jauh anda melangkah, maka akan bertemu dengan Candi Bubrah. Seperti namanya, candi ini benar-benar bubrah (rusak). Hingga sekarang, candi yang saat ditemukan menyisakan reruntuhan setinggi 2 meter dan beberapa arca Buddha ini masih dalam proses pemugaran.

Kemudian di sisi paling timur tak kalah mengagumkan telah berdiri Candi Sewu. Candi buddhis yang jaraknya sekitar 800 meter dari Candi Prambanan ini ibarat Candi Borobudur yang ditata memanjang di atas hamparan tanah. Setidaknya terdapat 249 candi di Candi Sewu yang terdiri dari 1 candi induk, 8 candi apit, dan 240 candi perwara. Nikmatilah kemegahan candi yang dijaga oleh arca dwarapala ini, sambil kembali merefleksi untaian resolusi yang pernah terpatri dalam diri.

Jika sudah puas mengeksplorasi komplek candi yang penuh nuansa toleransi ini, lanjutkanlah perjalanan ke Candi Ratu Boko, sebuah kraton klasik yang berada di bukit setinggi 196 mdpl. Rasakan kedamaian saat menelusuri setiap bagiannya; mulai dari gerbang, paseban, keputren, hingga goa yang terhampar di area seluas 250.000 m2. Sembari menjelajahi bagian-bagian kraton, carilah sudut pandang menarik untuk sejenak mengistirahatkan badan.

Anda bisa menghabiskan sisa waktu hingga sore di sini, karena sunset Ratu Boko memang mempesona. Tetapi jika ingin menikmati suasana berbeda, maka menikmati sunset di Candi Ijo juga tak kalah seru untuk dicoba.

Candi Ijo adalah candi dengan lokasi tertinggi di Jogja. Selain pemandangan kota dari atas yang tersuguh indah, kesyahduan sore di Candi Ijo akan mencapai puncaknya saat sunset tiba. Rasakanlah semilir angin yang lamat-lamat mulai merasuk saat rona semburat jingga perlahan mengarsir langit Jogja. Nikmatilah adegan mengesankan ketika mentari pamit diri dari angkasa, dan menyuguhkan sunset terbaik pada senja akhir tahun sebagai kado manis dari alam raya untuk anda!

Berikutnya anda bisa mengarahkan kendaraan menuju Gunung Api Nglanggeran, gunung yang konon sudah ada sejak leluhur kita masih belum mengenal aksara. Di sinilah anda bisa menikmati suasana malam Jogja yang berbeda dengan berkemah kemudian menatap sinar lampu bak bintang gemintang yang tersebar di bumi. Pengalaman tak tergantikan akan anda rasakan saat malam pergantian tahun menjelang, karena sensasi pesta kembang api akan terlihat sangat cantik dari sini.

Terakhir, bangunlah lebih awal saat pagi tiba. Alasannya, Nglanggeran adalah spot terindah untuk menilik sunrise pertama di tahun yang telah berganti sebagai penyemangat hari-hari baru anda yang siap dihias dengan beragam prestasi.