PUNCAK WAISAK
Bagaimana Ikut Bergabung?

Antara April sampai Juni, Waisak diperingati di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, Waisak akan diwarnai dengan serangkaian prosesi yang puncaknya adalah pelepasan ribuan lampion ke langit. Ingin bergabung melepas lampion? Simak artikel YogYes berikut

Diperbarui tgl 24 Desember 2021

puncak waisak

Waisak adalah salah satu dari beberapa hari raya umat Buddha di seluruh dunia. Jatuh setiap tahunnya antara April sampai Juni, hari raya ini diadakan untuk memperingati tiga peristiwa penting umat Buddha (trisuci): kelahiran, pencerahan, dan kematian Buddha Gautama. Tahun 2018 sendiri, mengangkat tema "Transformasikan Kesadaran Delusi Menjadi Kesadaran Murni" dengan subtema "Marilah kita Bersama-sama Berjuang Mengalahkan Sang Ego", hari besar ini jatuh pada tanggal 29 Mei.

Baca juga:

Perayaan Waisak dilakukan berbeda-beda di negara berpenduduk Buddha. Di Sri Lanka, misalnya, dipajang banyak lentera warna-warni dan dipertunjukkan momen-momen penting kehidupan Buddha menggunakan instalasi lampu. Di negara tetangga, Singapura, Waisak diperingati dengan pelepasan burung-burung ke udara. Di Indonesia sendiri, Waisak diperingati dengan serangkaian prosesi yang berpusat di Candi Borobudur. Puncaknya yang terkenal adalah pelepasan ribuan lampion ke udara di malam puncak, yang melambangkan pencerahan alam semesta.

Namun, Waisak di Borobudur tidak terbatas pada acara puncak itu saja sebenarnya. Dua hari sebelumnya, prosesi sudah dimulai dengan pengambilan api dhamma dari sumber api abadi Merapen. Api ini kemudian disakralkan dan disimpan di Candi Mendut. Sehari sebelum hari puncak, ada prosesi pengambilan air berkah dari Umbul Jumprit. Sama halnya dengan api dhamma, air berkah ini disakralkan dan disimpan di Candi Mendut. Di hari puncak sendiri, acara dimulai dengan kirab dari Candi Mendut ke Candi Borobudur dengan membawa api dan air tadi. Setelah itu prosesi dilanjutkan, antara lain, dengan nyanyian himne, doa, renungan, meditasi, pradaksina, dan baru kemudian pelepasan lampion di lapangan Gunadharma.

Cemerlang lampion dengan backdrop Borobudur dan langit malam inilah yang menyimpan daya pikat kuat tidak hanya bagi wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara. Benar, puncak acara besar keagamaan ini bisa disaksikan secara langsung bahkan bagi mereka yang bukan beragama Buddha. Untuk itu, berikut ini YogYes bagikan cara ikut bergabung di puncak acara Waisak Borobudur tahun 2018.

Untuk melihat kirab dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, tidak butuh pendaftaran. Namun, untuk masuk ke dalam Candi Borobudur di dalam puncak Waisak, wajib memiliki ID Peserta. Untuk itu, tanggal 29 Mei 2018, sekitar pukul 09.00 WIB pagi, pihak penyelanggara (Walubi) akan membuka sekretariat panitia di Candi Mendut. Di sini akan dilayani pengambilan ID Peserta secara gratis, baik bagi peserta maupun partisipan Waisak. Hanya saja, untuk mendapatkan ID Peserta, kita sebagai partisipan harus datang sendiri dengan membawa KTP yang nantinya akan dijaminkan.

Sehabis mendapatkan ID Peserta kita bisa mulai menempatkan diri di jalur kirab dari Candi Mendut ke Borobudur sepanjang 3,5 KM sebelum pukul 11.00 WIB. Kirab akan dimulai pukul 11.00 WIB dan akan selesai pukul kira-kira pukul 14.00 WIB. Namun, bila kita hanya ingin melihat puncak acaranya nanti malam ada beberapa pilihan yang bisa kita lakukan sembari menunggu sore. Bagi yang tidak berpuasa kita bisa mencoba kuliner khas Borobudur di Rumah Makan Sehati yang terkenal dengan Mangut Beong-nya. Mirip dengan Mangut Lele, Mangut yang satu ini bedanya menggunakan ikan beong (Mystus nemurus) yang hanya ditemukan di Kali Progo. Dimasak dengan menggunakan cabe yang banyak membuat sensasi pedas yang nikmat. Dagingnya yang lembut seakan lumer di mulut. Selain itu bila kita penikmat kopi bisa mencoba menyambangi Pawon Luwak Coffee yang ada di Jl. Candi Pawon. Kopi hasil fermentasi lambung luwak di sini dijual dari harga Rp 20.000 - Rp300.000. Tempat-tempat wisata di sekitar Candi Borobudur juga asyik untuk ditelusuri.

Entah pilihan mana yang kita buat, sebelum pukul 16.00 WIB, kita sudah harus ada di Candi Borobudur. Hal ini penting, sebab setelah Presiden tiba di lokasi pukul 16.00 WIB, gerbang akan ditutup. Jadi, jangan sampai telat. Acara akan dimulai dengan serangkaian sambutan yang berlangsung sampai jeda pada pukul 17.30 WIB. Saat jeda ini, sekitar pukul 18.00 WIB, kita bisa mendekat ke sekretariat panitia lampion untuk mendaftar sebagai salah satu peserta pelepas lampion yang mengharuskan kita berdonasi sebesar Rp 100.000.

Demikianlah cara menjadi partisipan pada hari raya Waisak 29 Mei nanti. Akhirnya, YogYes lampirkan rundown acara di hari puncak Waisak 2018 seperti yang dirilis oleh Walubi.

SELASA, 29 MEI 2018
Persiapan Prosesi di Candi Mendut

Pukul 10.00 WIB Bhikkhu Sangha Makan Siang
Pukul 10.30 WIB Persiapan Prosesi
Pukul 11.00 WIB Prosesi dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur
Pukul 13.30 - 14.00 WIB Umat tiba di Candi Zona 1 Candi Borobudur
Pukul 14.00 - 15.00 WIB Umat berkumpul ditenda masing-masing Majelis untuk Berdoa, Istirahat, dan Makan Siang
Pukul 15.00 WIB Umat menuju Altar Utama Zona 1 Candi Borobudur
Pukul 15.30 WIB Presiden RI beserta rombongan Vip Transit di Hotel Manohara

ALTAR UTAMA ZONA 1 CANDI BOBOBUDUR
Detik - Detik Waisak Candi Borobudur Zona 1

Pukul 16.00 - 16.10 WIB

  • Presiden RI tiba ditempat acara
  • Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya diiringi oleh paduan Suara Harmoni Dharma

Pukul 16.10 - 16.25 WIB
Sambutan Ketua Umum Walubi Dra. S. Hartati Murdaya

Pukul 16.25 - 16.40 WIB
Sambutan Menteri Agama Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin

Pukul 16.40 - 16.55 WIB
Sambutan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo

Pukul 16.55 - 17.10 WIB
Foto bersama

Pukul 17.10 - 17.30 WIB
Presiden RI meninggalkan tempat acara menuju Hotel Manohara untuk berbuka puasa dan Sholat Magrib

Pukul 17.30 - 18.30 WIB
Break

Pukul 18.30 - 19.00 WIB
Vihara Githa, menyanyikan lagu hymne Walubi, Anicca, Dukkha, Anatta, pengendalian diri, malam suci Waisak dan berkah Waisaka Puja oleh Paduan Suara Harmoni Dharma (dipersiapkan minimal 10 mic condenser dan 4 mic wireless)

Pukul 19.00 - 20.00 WIB
Doa dibawakan oleh masing - masing Majelis

  • THERAVADA (MAJUBUTHI, MBMI)
  • MAHAYANA (MAJABUMI TS, MAHABUDHI, MAJUBUMI )
  • MARTRISIA
  • MAJABUDTI
  • MADHATANTRI
  • MNSBDI
  • ZFZ KASOGATAN
  • NSI
  • MAPANBUMI
  • LKBI

Pukul 20.00 - 20.30 WIB
Renungan Waisak oleh Bhiksu Tadisa Paramita Mahasthavira

Pukul 20.30 - 21.00 WIB
Dharma Sharing oleh Tai Situ Rinpoche

Pukul 21.00 - 21.15 WIB
Tuntunan meditasi Waisak oleh Bhikkhu Wongsin Labhiko Mahathera (Pada saat meditasi diharapkan suasana hening, HP dan mic dimatikan)

Pukul 21.15 WIB
Meditasi menjelang detik detik Waisak

Pukul 21.19.13 WIB
Detik - detik Waisak (ditandai dengan pemukulan gong 3x) dan pemercikan air berkah (membacakan "Paritta Jayanto") dan umat bersikap Anjali

Pukul 21.30 WIB
Meditasi selesai (ditandai dengan pemukulan gong 1x)

Pukul 21.30 - 21.40 WIBPenutupan dengan Namaskara Gatha

Pukul 21.40 - 22.40 WIB
Pradaksina mengelilingi Candi Agung Borobudur sebanyak 3 kali, dengan membawa bunga Teratai dan diiringi lagu "Buddham Saranam Gacchami" (Selesai pradaksina umat meletakkan teratai di candi dengan melakukan Adhitana/bertekad)

Pukul 22.40 - 23.00 WIB
Umat menuju lokasi pelepasan lampion

Pukul 23.00 WIB - Selesai
Pelepasan lampion

Tips

  • Bila tidak menginap di sekitar Candi Borobudur saat menghadiri Waisak, disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi/sewaan. Saat acara selesai, kendaraan umum kembali ke Yogyakarta sudah jarang. Fyi, YogYes menyediakan kontak penyewaan kendaraan yang dapat memudahkan perjalanan pergi dan pulang dari Candi Borobudur. Bila ingin menyetir sendiri, sewa mobil lepas kunci dengan tarif mulai Rp300.000,- / 24 jam untuk mobil Toyota Avanza (small MPV, 7 seater, 1300 cc).
    Lihat Sewa Mobil Jogja
  • Saat pengambilan ID Peserta, disarankan datang lebih awal untuk menghindari antrean yang terlalu panjang.
  • Meskipun saat dikonfirmasi Walubi mengatakan pembayaran lampion baru akan dilayani pada pukul 18.00, banyak yang menyebutkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, pembayaran sudah bisa dilakukan saat mengambil ID Peserta. Jadi, baiknya persiapkan donasi kita sejak pagi.
  • Disarankan merencanakan bepergian sebelum atau sesudah kirab berlangsung sebab jalanan yang dilalui kirab akan ditutup bagi kendaraan.
  • Kenakan pakaian yang sopan dan sederhana.
  • Disarankan membawa payung/jas hujan untuk antisipasi hujan.
  • Disarankan makan yang cukup terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam wilayah Candi Borobudur. Atau membawa bekal sendiri, makanan yang dijajakan di areal candi cukup minim dan keluar masuk wilayah candi akan sulit.
  • Disarankan membawa air minum untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
  • Selain menggunakan pakaian sopan, disarankan menggunakan jaket untuk antisipasi dingin malam.
  • Informasi selengkapnya silakan mengunjungi walubi.or.id.
Baca juga:
view photo