5 EVENT TAHUNAN GRATIS YANG WAJIB DIKUNJUNGI BACKPACKER DI JOGJA

Banyak event menarik yang harus kita datangi ketika backpacking ke Jogja. Seluruh event ini tidak dipungut biaya apapun, sehingga tidak memberatkan kantong para backpacker yang ingin berlibur dengan biaya sehemat mungkin.

Diperbarui tgl 10/16/2015

Sebagai destinasi wisata favorit di tanah Jawa, Jogja memiliki banyak cara untuk memanjakan setiap tamu yang datang ke wilayahnya. Salah satunya adalah dengan berbagai macam acara tahunan, baik tradisional maupun modern yang dikemas dengan apik dan menarik. Asyiknya lagi, kebanyakan event tahunan ini tidak memungut biaya apapun alias gratis sehingga sangat cocok bagi para backpacker yang ingin berlibur tanpa harus merogoh kantong terlalu dalam.

Di bawah ini merupakan beberapa acara tahunan gratis yang bisa kita nikmati sambil melancong ke Yogyakarta. Mulai dari acara tradisional seperti Sekaten dan Labuhan, hingga festival musik jazz dan seni modern yang berkelas. Semuanya bisa disaksikan secara cuma-cuma.

Keterangan:
Tulisan ini adalah salah satu finalis dalam lomba menulis "Liburan Istimewa di Jogja untuk Backpacker".

1. Sekaten dan Grebeg Maulid

Seluruh penduduk Jogja pasti tahu pesta rakyat yang diadakan menjelang maulid Nabi Muhammad SAW ini. Sekaten merupakan acara yang diselenggarakan oleh Keraton Kesultanan Yogyakarta untuk merayakan maulid, berakar dari pesta rakyat dan selamatan yang dilakukan oleh Keraton Yogyakarta pada masa lampau. Bertempat di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta, acara ini menampilkan berbagai jenis hiburan menarik, ratusan stand makanan, minuman, suvenir dan berbagai permainan ala pasar malam selama sebulan penuh. Selain itu, ada juga pameran dari instansi-instansi pemerintah DIY yang sering memberikan doorprize gratis pada pengunjung beruntung.

Puncak dari pesta rakyat ini adalah Grebeg Maulid, yaitu acara syukuran yang diadakan oleh Keraton Yogyakarta dengan membuat gunungan-gunungan berkat di hari maulid nabi. Setelah ritual selamatan, gunungan yang terdiri dari berbagai macam hasil panen itu akan diarak ke alun-alun untuk dibagi-bagikan kepada warga yang berkerumun, diiringi oleh prajurit-prajurit keraton dan para abdi dalem dengan pakaian kebesarannya yang khas. Bagi para backpacker yang juga pecinta fotografi, inilah saat-saat yang tepat untuk mengeluarkan kamera kesayangan dan memotret setiap momen unik di ritual tahunan ini.