5 Event Tahunan Gratis yang Wajib Dikunjungi Backpacker di Jogja

Banyak event menarik yang harus kita datangi ketika backpacking ke Jogja. Seluruh event ini tidak dipungut biaya apapun, sehingga tidak memberatkan kantong para backpacker yang ingin berlibur dengan biaya sehemat mungkin.

Diperbarui tgl 19 November 2018

Sebagai destinasi wisata favorit di tanah Jawa, Jogja memiliki banyak cara untuk memanjakan setiap tamu yang datang ke wilayahnya. Salah satunya adalah dengan berbagai macam acara tahunan, baik tradisional maupun modern yang dikemas dengan apik dan menarik. Asyiknya lagi, kebanyakan event tahunan ini tidak memungut biaya apapun alias gratis sehingga sangat cocok bagi para backpacker yang ingin berlibur tanpa harus merogoh kantong terlalu dalam.

Di bawah ini merupakan beberapa acara tahunan gratis yang bisa kita nikmati sambil melancong ke Yogyakarta. Mulai dari acara tradisional seperti Sekaten dan Labuhan, hingga festival musik jazz dan seni modern yang berkelas. Semuanya bisa disaksikan secara cuma-cuma.

1. Sekaten dan Grebeg Maulid

Seluruh penduduk Jogja pasti tahu pesta rakyat yang diadakan menjelang maulid Nabi Muhammad SAW ini. Sekaten merupakan acara yang diselenggarakan oleh Keraton Kesultanan Yogyakarta untuk merayakan maulid, berakar dari pesta rakyat dan selamatan yang dilakukan oleh Keraton Yogyakarta pada masa lampau. Bertempat di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta, acara ini menampilkan berbagai jenis hiburan menarik, ratusan stand makanan, minuman, suvenir dan berbagai permainan ala pasar malam selama sebulan penuh. Selain itu, ada juga pameran dari instansi-instansi pemerintah DIY yang sering memberikan doorprize gratis pada pengunjung beruntung.

Puncak dari pesta rakyat ini adalah Grebeg Maulid, yaitu acara syukuran yang diadakan oleh Keraton Yogyakarta dengan membuat gunungan-gunungan berkat di hari maulid nabi. Setelah ritual selamatan, gunungan yang terdiri dari berbagai macam hasil panen itu akan diarak ke alun-alun untuk dibagi-bagikan kepada warga yang berkerumun, diiringi oleh prajurit-prajurit keraton dan para abdi dalem dengan pakaian kebesarannya yang khas. Bagi para backpacker yang juga pecinta fotografi, inilah saat-saat yang tepat untuk mengeluarkan kamera kesayangan dan memotret setiap momen unik di ritual tahunan ini.

2. Festival Kesenian Yogyakarta (FKY)

Masih tentang budaya Jogja, namun kali ini lebih modern. Festival Kebudayaan Jogja adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan DIY yang bertujuan untuk menjaga kelestarian tradisi masyarakat Jogja. Rangkaian acaranya terdiri dari berbagai macam kegiatan, mulai dari pentas seni, pemutaran film, hingga pasar kangen yang berisi barang-barang nostalgia dari masa lampau. Tempat masing-masing acara berbeda satu sama lain, namun terkonsentrasi di sekitar pusat kota Jogja, sehingga mudah dijangkau oleh para pelancong yang sedang singgah.

Pada tahun 2014 yang lalu, acara ini diselenggarakan di bekas Pasar Ngasem yang berdekatan dengan Taman Sari. Kombinasi konsep dan konten acara yang unik, dekorasi kreatif serta berbagai macam stand menarik yang berdiri di area ini terbukti sukses menarik sekian ribu pengunjung dari seantero Jogja. Hal ini menjadi bukti bahwa festival ini layak ditunggu oleh para pelancong yang ingin merasakan kesenian Jogja dari sisi yang berbeda, serta dalam suasana yang lebih istimewa.

3. Ngayogjazz

Bagi para backpacker yang juga penikmat musik jazz, event musik ini jangan sampai terlewatkan. Di Ngayogjazz, para musisi jazz tanah air siap menghibur telinga kita selama sehari semalam dengan tampilan yang memukau. Ngayogjazz diadakan setiap tahun di venue-venue yang tidak biasa seperti di daerah pedesaan yang permai dan selalu berbeda dari tahun ke tahun. Event ini biasanya diadakan di akhir tahun dengan tanggal, tempat dan pengisi acara yang dirahasiakan hingga sebulan menjelang hari H

Selain musik jazz, kita juga bisa menikmati berbagai dekorasi unik yang telah disiapkan oleh tim panitia yang kreatif. Kita juga bisa memperoleh berbagai pernak-pernik menarik serta makanan dan minuman yang dijual oleh sponsor acara dan masyarakat lokal. Lebih asyiknya lagi, kita tidak perlu merogoh kocek sepeser pun untuk datang ke acara ini. Bahkan mulai tahun 2014 kemarin, panitia menyediakan shuttlebus gratis bagi para pelancong yang ingin datang dan menikmati musik spesial di Ngayogjazz.

4. Manten Tebu

Event yang satu ini diadakan oleh Pabrik Gula Madukismo, yang merupakan pabrik gula tertua di Jogja. Sebagai salah satu perusahaan ikonik Jogja, Pabrik Gula Madukismo memiliki tradisi unik setiap menjelang musim giling tebu (sekitar bulan April), pabrik gula beserta warga di sekitarnya akan menikahkan sepasang batang tebu layaknya pengantin manusia. Kedua batang tebu tersebut akan dirias layaknya manusia, kemudian diarak keliling sekitar kompleks pabrik bersama ratusan warga dengan pakaian adat yang unik. Prosesi ini diakhiri dengan akad nikah yang dijalankan dengan khidmat, lalu kedua 'mempelai' ini akan digiling sebagai tanda dimulainya musim giling tahun ini.

Selain prosesi manten tebu yang unik, kita juga akan dihibur oleh berbagai macam kesenian seperti pagelaran wayang dan pasar malam. Lokasinya pun cukup mudah dijangkau, sehingga memudahkan para backpacker yang ingin menyaksikan acara ini. Kita pun bisa berburu berbagai momen menarik selama prosesi ini berlangsung, sehingga liburan kita di Jogja bisa lebih berkesan sepanjang waktu.

5. Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta

Jika ingin menyaksikan budaya Jogja dari sisi yang lain, Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta akan sangat menarik. Event yang sudah berjalan sejak tahun 2006 ini digagas oleh masyarakat etnis Tionghoa yang tinggal di provinsi DIY. Acaranya dilaksanakan berdekatan dengan perayaan Imlek dan Cap Go Meh dan terpusat di Kampung Ketandan yang dikenal sebagai daerah pecinan di timur Jalan Malioboro.

Layaknya festival budaya tionghoa di tempat lain, kita akan dimanjakan oleh berbagai macam budaya oriental yang sangat kontras dengan budaya Jogja pada umumnya. Beberapa pentas seni seperti Liong, Barongsai, dan wayang bisa kita saksikan selama acara ini berlangsung, di samping banyaknya dekorasi yang unik dan jajanan khas Tiongkok yang sulit ditemukan di lain hari. Lokasinya yang terletak di pusat kota sangat mudah digapai oleh para backpacker, sehingga kita tidak perlu merogoh kocek tambahan untuk biaya transportasi.

Itulah beberapa event tahunan yang bisa jadi pertimbangan kita ketika backpacking ke Yogyakarta. Seluruh acara ini tidak dipungut biaya apapun, sehingga tidak memberatkan kantong para backpacker yang ingin berjalan-jalan dengan biaya sehemat mungkin. Selamat menikmati backpacking di Jogja dan semoga selalu berkesan dan istimewa.