7 KAFE UNTUK KERJA SAMBIL BERWISATA DI JOGJA

Enaknya jadi generasi milenial, kita bisa bekerja di mana pun dan kapan pun, bahkan saat sedang berwisata di kota lain. Lebih dari sekadar menyediakan kopi dan Wi-Fi, 7 kafe berikut ini sangat nyaman untuk bekerja sambil berwisata di Jogja.

Diperbarui tgl 8/25/2018

Seorang teman pernah berkata, "Jangan liburan sambil bekerja. Tinggalkan semua pekerjaan dan fokus pada liburannya saja!" Perkataannya ini bagi sebagian orang adalah common sense: bekerja sambil liburan membagi fokus kita, sehingga tidak hanya liburan menjadi kurang asik, tetapi juga kerjaan menjadi kurang apik.

Namun, bagi sebagian yang lain, bekerja sambil liburan adalah negosiasi yang pas. Sekali mendayung, dua, tiga pulau terlampaui. Bahkan, ada yang berpendapat suasana sekitar saat liburan amat mempengaruhi energi untuk bekerja. Seperti yang dilansir dari The Guardian, Emma Mclaren, seorang konsultan untuk Sustainable Fisheries Partnership, mengatakan"When you're travelling and exploring, work can become a lot more efficient. I find I have more self-motivation to get the work done so I can take advantage of my surroundings—be that scuba-diving, walking around a new city or reading in a local café."

Yang seringkali termasuk ke dalam kategori kedua ini adalah generasi milenial, generasi yang paling banyak memanfaatkan perkembangan teknologi dalam kehidupan sehari-hari mereka. Karena mereka tech savvy, bekerja dari mana saja dan kapan saja bukan masalah, termasuk bekerja saat berwisata di luar kota. Untuk itu, berikut YogYes rangkum 7 kafe untuk kerja sambil berwisata bila kebetulan kita sedang di Jogjakarta.

1. Beehive Coffee and Working Space

Kafe yang pertama adalah Beehive Coffee and Working Space di Jalan Damai. Terletak persis di belakang Cafe Brick yang sedang populer di Jogja, kafe Beehive memang dirancang khusus untuk menyelesaikan pekerjaan. Hampir semua fasilitas yang kita butuhkan untuk bekerja ada di kafe berarsitektur British vintage ini.

Buka 24 jam dengan internet kencang, Beehive menyediakan meja-meja kayu yang memang dirancang untuk kita berkutat dengan tugas atau pekerjaan: ada lampu duduk, stop kontak, lengkap dengan kursi yang nyaman, baik di lantai satu maupun lantai dua. Di lantai dua terutama, fasilitas-fasilitas istimewa kafe ini semakin kelihatan. Ada ruangan khusus untuk area merokok, rapat, bilik skype conference, dan mesin fotokopi yang bisa digunakan tanpa biaya tambahan.

Dengan hanya suara musik instrumental yang terputar dan larangan untuk bicara keras-keras di dalam kafe, kejaran deadline pun bisa terkendali. Makanan dan minuman yang ada di kisaran harga Rp30.000 pun akan menemani kegiatan kita di kafe ini.

2. Peacock Coffee

Yang kedua adalah sebuah kafe kecil di bagian utara Yogyakarta, tepatnya di Jalan Palagan Tentara Pelajar No. 61, bernama Peacock Coffee. Untuk keperluan pekerjaan kita, kedai kopi yang didirikan sekitar tahun 2004 di Semarang—tetapi kemudian di buka juga di Yogyakarta—ini adalah salah satu yang paling pas. Dalam hal yang secara langsung berhubungan dengan bekerja, seperti ada tidaknya koneksi internet gratis, stopkontak memadai, pencahayaan yang cukup, dan tingkat kebisingan yang masih dalam batas wajar; Peacock Coffee sangat memenuhi kriteria.

Namun, lebih dari itu, keistimewaan kafe self-service yang menawarkan menu pada kisaran harga Rp20.000 ini adalah adanya fasilitas printer gratis. Setelah menyelesaikan laporan atau pekerjaan yang lain, kita bisa langsung mencetaknya tanpa perlu mengeluarkan biaya apa pun. Di samping itu, kafe ini juga buka 24 jam seperti Beehive coffee. Untuk kafe sejenis yang notabenenya bukan kafe hiburan, jam buka 24/7 bukan hal yang lumrah.

3. Blanco Coffee and Books

Kafe selanjutnya yang pas buat bekerja adalah Blanco Coffee and Books yang terletak di pusat Yogyakarta, tepatnya di Jalan Kranggan No.30. Didirikan tahun 2015, kafe yang desain interiornya lumayan instagenic dan artsy ini menawarkan daya tarik baik yang berhubungan langsung dengan perkara pekerjaan maupun yang tidak.

Untuk yang pertama, koneksi internet gratis kafe yang buka setiap hari dari pukul 07.00 pagi sampai 01.00 malam ini kencang sekali! Oleh karena itu, kafe ini sangat cocok untuk menyelesaikan pekerjaan yang amat bergantung pada internet dengan kualitas di atas rata-rata. Di samping itu, meja-meja yang disediakan juga cukup luas, menandakan bahwa Blanco memang ditujukan lebih sebagai working space, bukan tempat ngobrol.

Sementara itu, untuk perkara yang tidak langsung berhubungan dengan mengerjakan tugas dan pekerjaan tetapi masih merupakan daya tarik untuk datang ke kafe ini adalah makanan dan minuman yang ditawarkan. Untuk pilihan minuman, khususnya kopi, tidak perlu diragukan lagi. Seperti yang bisa diharapkan dari asosiasi kafe ini yang dekat dengan toko kopi, di Blanco ditawarkan berbagai jenis kopi berkualitas dari berbagai daerah di nusantara yang siap membuat mata melek selama kita bergulat dengan tugas atau pekerjaan. Sementara mengenai makanan, Blanco juga cukup menarik dengan tawaran produk-produk bakery seperti croissant dan pastel.

4. Antologi Collaborative Space

Mblusuk masuk ke dalam gang-gang di dekat Jalan Kaliurang Km 5, Antologi Collaborative Space yang baru dibuka 2017 lalu menawarkan sebuah shared working space yang lumayan apik. Sebagai tempat untuk bekerja, keistimewaan kafe yang terasa begitu lapang ini adalah banyaknya pilihan tempat duduk untuk memberikan kita kenyamanan yang paling pas sesuai selera kita. Tetap ada kursi-meja seperti di kebanyakan tempat; tetapi ada pula sofa ala-ala ruang tamu, lesehan dengan bags chair, dan window sofa yang bisa untuk berbaring, lengkap dengan cushion-nya. Tidak cukup sampai di situ, disediakan pula wilayah khusus bagi member di lantai dua yang menawarkan berbagai keistimewaan fasilitas. Dengan membayar biaya keanggotaan mulai dari Rp35.000,- untuk durasi 6 jam sampai Rp900.000,- untuk satu bulan, kita misalnya bisa mendapatkan fasilitas internet yang lebih cepat, print gratis, serta minuman dan makanan gratis.

5. Ekologi Desk and Coffee

Berikutnya, ada Ekologi Desk and Coffee yang terletak di Jalan Pandean Sari, Condong Catur. Dengan desain interior rustic yang nyaman, Ekologi terdiri dari tiga bagian utama: lantai satu indoor, lantai dua indoor, dan lantai satu outdoor. Semua bagian ini secara keseluruhan amat luas dan pada dasarnya bisa saja digunakan untuk urusan mahasiswa dan pekerja, tapi yang paling cocok sebagai tempat merampungkan tugas atau pekerjaan ada di lantai dua. Alasannya, meja yang disediakan di lantai dua memang dirancang khusus untuk hal ini, khususnya meja panjang yang menghadap kaca yang lengkap dengan stopkontak dan lampu-lampu meja yang bisa diatur sendiri. Kita seakan-akan sedang di meja kerja sendiri.

Lantai dua juga apik karena tidak ada musik yang berpotensi mengganggu fokus; di lantai satu, baik outdoor maupun indoor, kadang-kadang diputar musik dengan volume yang cukup keras. Meski begitu, wilayah lantai satu tetap menawarkan daya tariknya tersendiri, terutama bagian outdoor yang menawarkan suasana taman yang cukup asri.

Sebagai penunjang aktivitas kita, kafe yang buka dari jam 10.00 pagi sampai 00.00 malam ini menyediakan koneksi internet yang lumayan mumpuni dan makanan-minuman yang lumayan beragam. Di harga sekitar Rp30.000,- kita bisa menikmati berbagai jenis kopi, roti-roti, sampai makanan berat seperti pasta dan rice bowl.

6. Luk Coffee and Book

Mulai beroperasi tahun 2014, kafe Luk bisa menjadi satu pilihan lain bagi yang sedang mencari tempat menyelesaikan pekerjaan. Kafe dengan banyak buku bacaan ini menyuguhkan fasilitas-fasilitas yang akan mendukung kegiatan kita dari pukul 10.00 pagi sampai pukul 01.00 malam, seperti internet gratis, stopkontak, dan meja-kursi yang nyaman.

Kafe Luk terbagi atas dua lantai. Dengan pencahayaan benderang, di lantai satu ditawarkan berbagai ukuran dan jenis tempat duduk. Namun di lantai ini kita tidak bisa merokok; area merokok disediakan di lantai dua yang lebih remang. Dan area merokok Luk ini cukup luas—lebih luas dibandingkan area merokok di Cafe Beehive—sehingga bisa menampung lebih banyak orang yang ingin bekerja sambil merokok.

7.The Hype Kulture

Kafe terakhir yang menjadi rekomendasi YogYes untuk kita mengerjakan tugas atau kerja adalah The Hype Kulture yang terletak di Jalan Wahid Hasyim. Kafe ini memiliki fasilitas-fasilitas penunjangnya seperti internet gratis, pencahayaan yang cukup, dan stopkontak yang berlimpah. Sementara itu, kafe yang buka dari jam 08.00 pagi sampai jam 00.00 malam juga menawarkan minuman dan makanan untuk menemani kegiatan kita dengan harga pada kisaran Rp20.000,-.

Dibandingkan dengan kafe lain di daftar ini, The Hype Kulture istimewa dalam hal tempat duduknya yang terpisah cukup jauh. Dengan penataan renggang demikian, terciptalah semacam wilayah-wilayah terpisah antara satu meja dengan meja lain yang bisa membuat kita semakin fokus bekerja karena tidak terganggu dengan aktivitas pengunjung lain. Hal ini terutama terlihat di meja-meja dengan kursi panjang di sisi samping lantai satu. Menggiurkan sekali bukan menyelesaikan pekerjaan di salah satu dari tujuh kafe rekomendasi YogYes di atas?