DE MATA TRICK EYE MUSEUM
Pesona Tipuan Mata dalam Bingkai Museum

XT Square, Jl. Veteran, Pandeyan, Yogyakarta, Indonesia
(0274) 380 809

Lihat peta

Beberapa orang mengantre di depan menara Eiffel dan yang lain sibuk mengabadikan momen saat menjelajah Tembok Besar Cina. Ya! Merekalah pelancong yang berkunjung ke De Mata Trick Eye Museum, museum tiga dimensi pertama di Indonesia.

Diperbarui tgl 12/7/2016

Lihat foto lainnya (15 foto)

Tiket
Rp 50.000
Rp 80.000 (harga tiket terusan dengan De Arca Statue Museum)

Buka setiap hari
Pk 10.00 - 22.00 WIB

Setidaknya 120 gambar tiga dimensi tampak memenuhi dinding area basement Gedung Umar Kayam, Pasar Seni XT-Square, Yogyakarta. Terlihat banyak orang bergantian menunggu giliran untuk dapat berpose di depan gambar-gambar super besar yang mampu membelalakkan mata tersebut. Ada yang memilih untuk memanjat sebatang bambu bersama seekor panda lucu, ada pula yang tiba-tiba menjadi begitu kebal karena berhasil tidur tanpa terluka di atas ratusan paku menganga. Semuanya dapat dilakukan di ruang berlabirin seluas 1600 meter persegi ini.

Gambar-gambar tiga dimensi yang sebagian besar hasil karya Petrus Kusuma ini mulai menghuni labirin-labirin basement XT Square sejak Desember 2013. Sejak saat itu pula, ribuan pasang mata telah menikmati sensasi tipuan tiga dimensi yang mengagumkan dalam bingkai-bingkai foto yang mereka abadikan. Sepintas, tak ada yang berbeda antara gambar-gambar tersebut dengan gambar lain di luar sana. Namun, ketika Anda telah mengatur fokus kamera dan berpose sesuai dengan arahan, maka hasilnya pun mencengangkan. Anda seakan-akan sedang berada di suatu tempat, melakukan petualangan berbahaya ataupun bermain dengan beberapa figur ternama. Sebuah tipuan mata yang sempurna!

Jika pada umumnya kegiatan berkunjung ke museum hanya sebatas menikmati benda-benda bersejarah yang tersimpan di dalamnya saja, lain halnya De Mata Trick Eye Museum. Di museum ini, salah satu kegiatan yang wajib dilakukan pengunjung adalah berpose dan berfoto. Dengan berpose dan mengabadikannya dalam foto, maka kesan tiga dimensi tersebut tampak begitu jelas. Tak heran jika museum ini bagai surga bagi siapa saja yang suka bernarsis ria di depan kamera, tak peduli berapapun usia mereka.

Karena memang ditujukan untuk kegiatan berfoto, maka Anda tak perlu bingung harus bergaya seperti apa. Masing-masing gambar di museum ini memiliki sebuah foto kecil yang merupakan contoh pose yang harus dilakukan. Selain itu, beberapa properti penunjang pengambailan gambar, seperti bangku kecil atau tangga untuk mempertajam kesan tiga dimensi pun di sediakan. Jika lelah menjelajah tiap sisi museum dan berfoto dengan tiap gambarnya, Anda dapat beristirahat sejenak di kantin museum. Fasilitas Wi-Fi cuma-cuma yang disediakan akan mempermudah Anda ketika mengunggah foto-foto ke sosial media. Biarkan saja dunia tahu bahwa Anda sedang berlibur seru di Jogja. Nah, Anda sudah punya foto saat diberi setangkai mawar putih oleh Sri Sultan HB X atau menyundul bola yang dioperkan oleh Lionel Messi? Jika belum, cobalah kunjungi museum ini dan nikmati tipuan matanya.