SITUS WARUNGBOTO
Dulu Terabaikan, Sekarang Megah Menawan

Jalan Veteran No. 77, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DIY 55154
Lihat peta

Siapa yang menyangka situs bangunan yang dulunya hanya reruntuhan dan puing bangunan yang terbengkalai, kini bisa menjadi bangunan yang elok. Keunikan bangunannya akan membuat pengunjung terpincut.

Diperbarui tgl 9/15/2018

Lihat 8 foto Situs Warungboto

Tiket Masuk Situs Warungboto Yogyakarta (2018)
Gratis

Jam Buka Situs Warungboto Yogyakarta
Setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB

Entahlah waktu itu sudah pukul berapa. Yang jelas sinar matahari sudah tergelincir ke barat. Kami bergegas menyusur jalanan kota Jogja, karena tak ingin melewatkan momen menikmati sunset di Situs Warungboto. Dari pusat kota Jogja, hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menjangkau lokasi yang pernah dipakai untuk prewedding anak kedua dari Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo.

Kendaraan kami hentikan di Jalan Veteran, saat kami sudah dapat melihat hamparan bangunan Situs Warungboto di tepi kiri jalan raya. Sudah hadir banyak orang di atas situs itu. Sepertinya mereka juga sedang menanti terbenamnya matahari. Namun, yang membuat kami bingung, bagaimana kami masuk ke situs itu? Memang ada pintu dari kawat besi di sana, tapi pintu itu sudah tergembok rapat. Sedangkan dari pintu itu telah dipasang kawat berduri yang memanjang mengitari situs Warungboto. Di saat kami bingung, datanglah dua perempuan yang tanpa ragu-ragu merendahkan badannya untuk melewati kawat-kawat itu.

"Mbak, ini emang harus lewat sini kalau mau masuk?" tanya saya sesaat sebelum mereka menerobos pagar kawat itu.

"Bisa lewat sana, Mbak. Tapi jauh kalau jalan kaki," jawab salah satu perempuan sambil tersenyum, menunjuk arah yang dimaksudnya. Sedetik selanjutnya mereka sudah berada di dalam pagar dan berlarian menuju situs Warungboto.

Sejurus kemudian, saya termenung untuk mengintil dua perempuan itu menerobos pagar kawat. Tubuh saya toh tidak terlalu lebar, jadi tidak sulit masuk ke sana. Namun, saya tak tahu teman saya setuju atau tidak. Perlahan saya menengok ke arahnya.

"Nggak, kita lewat jalan yang benar!" Tegasnya seakan tahu saya mau bertanya apa.

Baiklah. Kami pun bersicepat mengendarai motor setelah bertanya pada ibu penjual makanan di dekat sana di mana pintu masuk situs Warungboto. Hanya lurus sedikit di Jalan Veteran, lantas belok kiri melewati gapura dan menyusuri jalanan menurun, lalu belok kiri kembali. Di hulu jalan sudah kedapatan pemuda-pemuda yang menunggu area parkir situs Warungboto.

Kami buru-buru menghambur menuju situs Warungboto sehabis memarkirkan kendaraan. Pemandangan bangunan yang megah kami dapati di sana. Titian anak-anak tangga membawa kami masuk. Sekelebat, konstruksi situs ini menyerupai Istana Air Taman Sari: dindingnya yang tebal, aksen lengkung-lengkungnya yang menarik di setiap bagian atas pintu atau jendela, lebih-lebih karena di bagian tengah terdapat bekas kolam. Kolam itu terbagi menjadi dua, yaitu yang berbentuk lingkaran dan satu lagi berbentuk bujur sangkar lebar memenuhi satu ruangan itu. Kedua kolam itu saling berhubungan. Di bagian tengah ruangan inilah yang digunakan Kahiyang dan Bobby berpose foto prewedding.

Situs Warungboto memiliki nama asli Pesanggrahan Rejawinangun. Pesanggrahan memiliki fungsi sebagai rumah peristirahatan keluarga kerajaan. Oleh karena berfungsi sebagai tempat istirahat, maka situs Warungboto dirancang dengan kolam dan taman. Situs yang berada di tengah pemukiman warga ini hanyalah berupa reruntuhan dan puing bangunan yang kurang terawat sebelum direnovasi. Meskipun saat ini cat di dindingnya sudah memudar, juga banyaknya noda hitam, Situs Warungboto tetaplah memikat dengan apa adanya dia sekarang.

Pintu sisi kanan dan kiri di belakang kolam itu mengacau kami untuk segera dilalui. Kami memilih pintu yang kiri (jika dilihat dari pintu masuk). Anak-anak tangga di lorong itu terhampar mengantarkan kami ke atas bangunan Situs Warungboto. Ada sepetak ruangan tanpa atap dengan sekat setinggi pinggang. Dari sini kami bisa melihat dengan jelas lanskap langit senja yang merah merekah. Pikiran kami masih dihinggapi penasaran dengan bangunan di sisi kanan dan kiri bekas kolam. Terpandang pengunjung-pengunjung lain yang sedang mengabadikan momen di bangunan yang juga bertingkat dua itu. Berjalanlah kami ke sana sebelum malam segera turun. Lagi-lagi kami mengambil jalan di sisi kiri. Bangunan di lantai dua juga terdapat sepetak ruangan. Dari sisi ini kita juga masih bisa melihat senja. Ah, senja di Situs Warungboto memang terbayang indah di pelupuk mata.

Matahari sudah tak nampak lagi, sudah kembali ke peraduan. Waktunya kami juga mengundur diri dari Situs Warungboto untuk hari ini. Namun, beberapa orang masih tinggal di sana. Entahlah mereka masih menunggu apa. Atau mungkin mereka juga mau melanjutkan menikmati langit bintang gemintang malam ini? Wah, sepertinya itu juga sesuatu yang tak kalah seru!

Cara menuju ke sana:
Dari Jalan Malioboro - Jalan Suryatmajan - Jalan Bausasran - Jalan Gayam - Jalan Kenari - Jalan Kusumanegara - Jalan Veteran - Situs Warungboto Yogyakarta