YOGYATOURIUM
Tempat Berburu Merchandise Otentik dari Yogyakarta


Lihat peta
Jalan Gedongkuning Selatan 128, Yogyakarta, Indonesia
(0274) 375 591

Kaos dan beragam merchandise unik dengan plesetan cerdas khas Dagadu menjadi oleh-oleh yang otentik dari Jogja. Di Yogyatourium, kita bisa menemukan produk asli Dagadu Djokdja sekaligus mencicipi beragam kuliner Jogja ala Kolega Cafe.

Diperbarui tgl 11/29/2016

Lihat foto lainnya (16 foto)

Siapa sih yang nggak kenal Dagadu? T-shirt berlogo mata ini begitu popular di kalangan wisatawan Yogyakarta, bahkan kunjungan ke Jogja dianggap tidak lengkap jika belum membeli kaos Dagadu. Hal inilah yang membuat saya ingin membeli beberapa T-shirt bertuliskan "Dagadu" di sekitar Jl Malioboro beberapa tahun yang lalu, dengan kata-kata plesetan yang vulgar dan harga miring. Sayangnya, baru 1 bulan berselang T-shirt "Dagadu" yang saya beli sudah mulai rusak. Warnanya yang semula cemerlang langsung luntur, diikuti dengan pecahnya pola sablon di permukaannya. Usut punya usut, ternyata T-shirt yang saya beli bukanlah Dagadu asli, melainkan produk tiruan dengan kualitas pas-pasan. Duh!

Tidak ingin mengulangi kesalahan, kali ini saya pun memutuskan untuk mencari informasi tentang produk Dagadu Djokdja yang asli. Saya pun baru tahu kalau merchandise otentik Jogja ini hanya bisa dibeli di 3 tempat yang tersebar di Yogyakarta: Posyandu (Pos pelayanan Dagadu) di lower ground Malioboro Mall, Posyandu 2 di pojok Alun-alun Utara, serta Yogyatourium di kawasan Gedong Kuning. Nah, lokasi yang terakhir disebut ini ternyata masih tergolong baru, namun cukup ramai dikunjungi karena dilengkapi dengan cafe dan beberapa fasilitas hiburan lain. Konsep one-stop shopping ini membuat saya tertarik untuk mengunjungi Yogyatourium, sambil berburu beberapa oleh-oleh otentik dari Dagadu yang legendaris.

Lokasi Yogyatourium bisa dikenali dengan sebuah plang besar bertuliskan "Kapan ke Jogja lagi?" di depannya, mengingatkan kita pada salah satu lagu dari band Everyday. Lokasinya berada di pinggir jalan raya yang lebar, sehingga mudah diakses oleh bus-bus besar yang membawa rombongan wisatawan. Kawasan ini juga cukup dekat dengan Jl Wonosari, memudahkan para wisatawan yang baru pulang dari perjalanan wisata di Gunungkidul. Bangunannya terdiri dari 3 lantai dan berbentuk seperti tabung, berhiaskan wall-cladding dari metal yang terlihat kekinian. Desain ini membuat gedung Yogyatourium sering dijadikan latar untuk ber-narsis ria, terlihat dari banyaknya wisatawan yang sibuk selfie di halaman parkirnya yang luas.

Memasuki bagian dalam gedung, kita akan disambut dengan sebuah ruangan melingkar yang menyerupai sebuah auditorium. Sama seperti T-shirt Dagadu, dinding-dinding di ruangan ini pun dilukis dengan berbagai kata plesetan yang cerdas dan lucu. Kata-kata "Kapan ke Jogja lagi?" pun kembali terlihat di berbagai sudut ruangan dengan bentuk, warna dan desain yang berbeda-beda. Berbagai merchandise berupa kaos dan pernak-pernik lain tertata rapi di lemari pajangan yang berbentuk sepeda onthel, becak, kereta api, dan lain-lain. Saya pun sempat kebingungan mencari kamar pas ketika ingin mencoba sebuah T-shirt, apalagi ketika pramuniaga yang saya tanya justru menunjuk ke sebuah kulkas kecil yang berada di pojok ruangan. Ternyata, di balik kulkas tersebut tersembunyi sebuah ruangan yang berfungsi sebagai kamar ganti!

Selain T-shirt, Yogyatourium juga menyediakan berbagai pernak-pernik lain seperti gantungan kunci, topi, pajangan meja, hinga kartu remi. Seluruh merchandise tersebut dipenuhi dengan gambar dan plesetan cerdas khas Dagadu, sesuai dengan tag line "Smart, Smile, Djokdja". Berbeda dengan T-shirt palsu yang saya beli di masa lampau, kata-kata di Dagadu asli cenderung lebih sopan dan cerdas, namun tetap membuat perut tergelitik. Beberapa plesetan berbahasa Jawa mungkin terdengar asing dan sulit dimengerti, namun kita bisa memahaminya dengan membaca penjelasan yang ada di setiap label T-shirt tersebut. Selain desain yang nyeleneh dan mencolok, ada juga T-shirt bertema monochrome yang simple dan kekinian.

Selesai berbelanja, saya pun memutuskan untuk berkunjung ke Kedai Kolega yang ada di lantai dasar, berhubungan langsung dengan parkir basement yang luas. Di kafe bernuansa modern ini, kita bisa mencicipi berbagai menu kuliner nan unik seperti Klutella (singkong manis), Steak Tempe dan Tahu, Tempe Kemul, Spageti Jawa, aneka kopi Nusantara, dan lain-lain. Dinding kafe ini pun tidak luput dari coret-coretan tangan khas Dagadu, membangkitkan suasana cozy untuk bersantai sejenak selepas berburu merchandise di Yogyatourium. Kehadiran WiFi dan colokan listrik membuat saya betah berlama-lama di kedai kecil ini, sambil mendengar lagu-lagu indie yang terus diputar sepanjang waktu.

Tepat di depan Kedai Kolega, terdapat sebuah halaman yang cukup luas lengkap dengan beberapa fasilitas permainan keluarga seperti bola lempar, roda berputar, lempar cincin, serta 3 set "Kotak Silang Kota" dengan pertanyaan seputar wisata di Yogyakarta. Sebuah rumah joglo kecil berdiri di belakang taman ini, berisi beberapa stand angkringan dan makanan ringan yang bisa kita cicipi. Hal ini memperlengkap fungsi Yogyatourium sebagai one stop shopping, sebuah tempat berbelanja sekaligus destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi bersama keluarga.

Jadi, masih mau beli yang palsu?

Cara menuju ke sana:
Dari Malioboro belok kiri ke Jl Sultan Agung - Lurus ke Jl Kusuma Negara - Belok kanan ke Jl Gedong Kuning - Yogyatourium

Ulasan dari Wisatawan

Anda juga dapat menulis ulasan tentang Yogyatourium berdasarkan pengalaman pribadi. Ulasan Anda bisa menyelamatkan liburan wisatawan lainnya dan mungkin memenangkan sebuah t-shirt eksklusif yang YogYes berikan setiap bulan. Isi ulasan sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.