HOMESTAY KRISNA
Pengalamannya Sehari, Kenangannya Abadi

Bangun Kerto, Turi, Sleman 55551, Yogyakarta, Indonesia
0818 0425 5344 0818 0425 5344

Lihat peta

Kecamatan Turi yang terletak di kaki Gunung Merapi merupakan penghasil salak pondoh yang terkenal. Serunya menjadi juragan salak dan menginap di rumah tradisional Jawa di sini menjadi pengalaman yang berkesan.

Diperbarui tgl 11/28/2017

Lihat foto lainnya (23 foto)

Harga / Malam

Homestay Krisna
10 orang, 5 kamar tidur, 3 kamar mandi
Rp. 600.000

Pesan sekarang 0818 0425 5344 0818 0425 5344

  • Extra person: Rp 50.000
  • Check-in pk 15:00 WIB, Check-out pk 12:00 WIB
  • Akan dikenakan biaya tambahan saat: weekend, musim libur Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru
Kembali ke atas

Setelah menempuh perjalanan hampir sejam dari pusat kota Jogja, kami memasuki kecamatan Turi. Pemandangan sawah di kanan kiri jalan sudah tergantikan kebun salak. Udara sejuk dan aroma rumput basah yang segar menyeruak ketika jendela mobil dibuka. Sayup-sayup terdengar gemercik air pegunungan dari selokan di pinggir jalan.

Setiba di penginapan, kami disambut Gus Krisna dan isterinya di pringgitan (teras depan). Anak-anak langsung berlarian dengan girang di halaman depan yang luas, sesaat kemudian tawa mereka berderai ketika si kecil gagal menaiki egrang (stilts). Masuk ke dalam, kami makin terpukau dengan interior living room yang didominasi furnitur lawas, lengkap dengan sebuah TV tabung kuno. Ingin menulis rasanya seperti menembus lorong waktu, tetapi itu terlalu klise. Huft.

Bangunan Homestay Krisna merupakan rumah tradisional Jawa yang terdiri dari pringgitan (teras depan), omah njero (bangunan utama), senthong (ruangan di belakang bangunan utama), dan gandhok (bangunan tambahan) yang dibangun mengelilingi bangunan utama. Omah njero difungsikan sebagai living room, sedangkan gandhok difungsikan sebagai kamar-kamar tidur dan kamar mandi untuk tamu. Totalnya ada 5 kamar tidur untuk tamu dan 3 kamar mandi.

Sorenya kami habiskan dengan bersantai di teras depan. Suguhan pisang rebus dan teh serai mampu menghangatkan badan di tengah udara dingin pegunungan yang mulai menyergap. Suasana yang begitu sunyi dan udara yang dingin mengundang kantuk datang lebih cepat. Kami segera masuk ke kamar masing-masing.

Keesokan harinya, kami diajak ke kebun salak. Anak-anak bersorak gembira. Ternyata, kebun salaknya hanya beberapa ratus meter dari tempat kami menginap.

"Gunung Merapi membuat tanah begitu subur, tak heran salak pondoh tumbuh sehat di sini," ujar Gus Krisna sambil memangkas pelepah yang sudah tua dan tunas anakan yang terlalu banyak.

Gus Krisna menjelaskan ciri-ciri salak yang sudah matang dan siap panen. Cirinya warna kulit mengkilat dan bulu-bulunya telah hilang. Ujung buah salak yang runcing terasa lunak bila ditekan dan aromanya harum. Kami ditunjukkan buah salak yang sudah matang dan cara memetiknya. Anak-anak dengan gembira bergantian memetik salak yang sudah matang.

Menjelang siang kami kembali ke Homestay Krisna sambil membawa sekantong penuh salak hasil panen. Setelah mandi, kami pun pamit untuk melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur.

Cara menuju ke sana:
Dari Tugu Jogja ke arah utara - Jl. A.M. Sangaji - Jl. Palagan Tentara Pelajar - sebelum Jl. Turgo, belok kiri ke arah Turi - belok kiri di perlimaan Bangun Kerto - mentok, belok kiri lagi - ikuti jalan sampai Homestay Krisna

Fasilitas

  • WiFi
  • Ruang keluarga
  • AC
  • Ruang makan
  • Fan
  • Dapur
  • TV
  • Petugas kebersihan
  • TV berlangganan
  • Mesin cuci
  • Air panas
  • Laundry
  • Kotak P3K
  • Kolam renang
  • Lampu darurat
  • Taman
  • Alat pemadam kebakaran
  • Fasilitas rapat
  • Tempat parkir mobil
  • Fasilitas hiburan
  • Pinjam sepeda gratis
  • Fasilitas fitness
  • Antar jemput bandara / stasiun