Tempat-tempat menarik di Jogja memberikan pengalaman yang tak ternilai. Didalamnya tercermin gambaran kehidupan masyarakat Jogja yang ramah, guyub, dan berbudaya.
Menikmati hamparan petak-petak kebun salak pondoh di Agrowisata Turi sambil memetik sendiri buahnya di dalam kebun untuk dinikmati, memberi sensasi berbeda dari tempat wisata biasanya.
Alun-Alun Kidul yang disimbolkan dengan gajah yang berwatak tenang menawarkan paket wisata untuk menenangkan hati, menghangatkan malam dengan ronde dan bajigur, serta mencari berkah lewat Masangin.
Pesanggrahan Ambarketawang merupakan istana pertama Ngayogyakarta Hadiningrat. Meski sudah lebih dari renta, beberapa bangunan pesanggrahan yang tersisa masih menyimpan pesona, termasuk pesona upacara Saparan dan kesenian Macapat.
Angkringan Lik Man dikelola oleh putra Mbah Pairo, penjual angkringan pertama di Yogyakarta. Memiliki minuman khas Kopi Joss, angkringan ini pernah menjadi tempat melewatkan malam sejumlah tokoh terpandang di Indonesia.
Bandara Adisutjipto yang luasnya mencapai 88.690 m2 kini telah dikukuhkan sebagai bandara internasional. Bandara yang terletak di Maguwo ini menyimpan cerita kegembiraan sekaligus duka.
Pasar Beringharjo telah digunakan sebagai tempat jual beli sejak tahun 1758. Tawarannya kini kian lengkap; mulai dari batik, jajanan pasar, jejamuan, hingga patung Budha seharga ratusan ribu.
Bintaran berkembang seiring laju jaman. Bermula dari wilayah kediaman Pangeran Haryo Bintoro pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono, kawasan ini berkembang menjadi area pemukiman Indische pada tahun 1930an.
Bioskop Permata yang berdiri sejak tahun 1940-an seolah diremajakan oleh Aaron Noble, seorang muralis asal San Fransisco. Karya mural yang berjudul "Matahari" itu seakan bermaksud untuk memberi 'terang' dalam senjakala Bioskop Permata.
Desa Banyusumurup menawarkan wisata menikmati pembuatan aksesoris keris, mulai warangka hingga pendok.
Kampung Serangan mengajak anda menikmati aktivitas penatah keris, profesi yang begitu penting berkaitan dengan keris namun kadang terlupa. Mereka menghias keris dengan ukiran dan pernik dari emas hingga berlian.
Pasar Seni Gabusan yang menampung 444 pengrajin telah menjadi surga kerajinan Bantul. Dilengkapi dengan pusat informasi, secara bertahap pasar ini akan menampung 8015 unit kerajinan dari seluruh Bantul.
Secuplik kisah tentang Perempatan Galeria bisa diketahui dengan melihat mural di salah satu sudutnya. Mural itu bercerita tentang aktivitas perjudian yang sering berlangsung hingga penempelan poster-poster iklan.
Gereja Ganjuran yang berdiri tahun 1927 bukanlah sekedar tempat tepat untuk merenung, tapi juga tempat yang menawarkan kesempatan bertemu Yesus yang global dalam wajah lokal, yang mengenakan surjan dan mendengarkan gamelan.
Gua Siluman atau Gua Seluman? Itulah salah satu misteri di pesanggrahan yang meski namanya masih misterius lebih sering disebut Gua Siluman. Kunjungi dan nikmati situs bersejarah yang memiliki lorong di bawah jalan aspal ini.
Menikmati pesona alam di ujung utara Yogyakarta. Bersentuhan dengan udara sejuk dan meresapi suasana romantis ala nyonya dan meneer Belanda tempo doeloe di Kaliurang yang terletak di kaki Gunung Merapi.
Melihat lebih dekat pembuatan kerajinan keramik yang telah diwariskan turun-temurun sambil memburu koleksi-koleksi indah hasil keahlian tangan.
Kampung Kauman yang kecil ternyata menyimpan pesona yang besar. Mulai dari perpustakaan Mabulir yang merakyat hingga Masjid Agung seluas 13.000 m2. Pesonanya telah melahirkan sejumlah tokoh Islam terpandang di Indonesia.
Kawasan Indische yang layak disebut sebagai salah satu wilayah paling maju di jamannya. Dibangun dengan konsep kota taman yang berpola radial, Kotabaru menjadi sebuah kawasan yang sejajar dengan Menteng, sebuah kawasan Indische di Jakarta.
Menyisihkan sedikit waktu menghampiri sebuah kota tua peninggalan Kerajaan Mataram Kuno sambil berburu kerajinan perak dan menikmati kelezatan Sate Karang
Terletak di tengah poros utama yang membujur dari utara ke selatan, serta poros sekunder dari timur ke barat. Dikelilingi barisan pegunungan yang disebut Cakrawala sebagai tepian jagad.
Kolong Jembatan Layang Lempuyangan yang setiap sore menjadi tempat anak-anak berimajinasi naik kereta kini tampak lebih berwarna. Beragam mural menjadikan tempat ini tak hanya sebagai taman bermain yang asyik, tetapi juga taman mural yang indah.
Sejumlah loji bangunan Belanda yang memiliki fungsi beragam kini bisa dinikmati kemegahannya. Loji Kecil, Loji Besar, Loji Kebon bahkan Loji Setan, semua menyuguhkan cerita sejarah tersendiri.
Menyusuri jalanan sepanjang satu kilometer tentunya akan sangat melelahkan, tapi cerita kenangan dari bangunan tua dan taburan cinderamata akan mengobatinya.
Masjid Kotagede yang usianya lebih tua dibanding Masjid Agung Kauman memiliki perangkat unik berupa mimbar khotbah dengan ukiran indah, bedug yang usianya sudah ratusan tahun, serta tembok berperekat air aren.
Kampung Mlangi akan menyapa ketika anda haus kebutuhan spritual lewat masjid yang berusia ratusan tahun hingga pesantren yang legendaris.
Pasar Ngasem yang sudah ada pada tahun 1809 menjadi pasar burung tertua di Yogyakarta. Pasar yang juga menjual ular, ikan hias, jajanan pasar yang khas ini merupakan tempat bangsawan membeli burung peliharaan.
Sebuah pabrik legendaris yang ikut ambil bagian dalam produksi simbol kemewahan masa lalu dan kini. Berdiri sejak tahun 1929, Pabrik Tegel Kunci menghasilkan ubin-ubin klasik yang turut menghiasi lantai Kraton Yogyakarta.
Panggung Krapyak adalah bangunan yang berusia hampir 250 tahun dikenal sebagai tempat berburu raja-raja Kasultanan Yogyakarta. Berdiri di wilayah yang dulu dikenal dengan Hutan Krapyak, tempat putra Panembahan Senopati wafat.
Telah dikenal sejak 1960-an, Pasar Klithikan menawarkan lebih dari barang bekas biasa, tetapi juga kualitas dan keunikannya beserta keakraban nuansa pasar.
Taru Martani yang berdiri sejak tahun 1918 menawarkan paket wisata berharga bagi anda, terutama para pecinta tembakau. Anda bisa melihat langsung proses produksi cerutu linting tangan bermutu sekaligus membelinya 'fresh from the fabric'
Kampung Pecinan Yogyakarta adalah salah satu kampung cina bersejarah di Indonesia. Kampung ini adalah tempat dimulainya kesuksesan pedagang Cina di Yogyakarta, menyimpan toko dan kios jasa yang berusia puluhan tahun.
Perasaan takjub akan menghinggapi anda ketika mengunjungi pabrik yang berdiri tahun 1955 in. Madukismo tak hanya legendaris karena usia tuanya, tapi juga karena besi bekasnya digunakan untuk membangun Jembatan Kwai yang legendaris.
Kampung Prawirotaman memiliki sederet penginapan terjangkau yang kebanyakan masih dikelola oleh satu keturunan. Kawasan berpredikat 'kampung internasional' ini pernah menjadi markas pejuang kemerdekaan hingga usaha batik ternama.
Puncak Suroloyo yang menjadi tempat pertapaan Sultan Agung dan kiblat pancering bumi di tanah Jawa memberi anda kesempatan melihat empat gunung besar di Pulau Jawa, Candi Borobudur dan pemandangan matahari terbit.
Istana Ratu Boko adalah kompleks istana megah yang dibangun pada abad ke-8. Bangunan yang bisa dikatakan termegah di jamannya itu dibangun oleh salah satu kerabat pendiri Borobudur.
Bila anda dibesarkan sebagai "orang kota", menyusuri Selokan Mataram bisa menjadi petualangan kecil yang menyenangkan untuk menikmati pemandangan sawah nan hijau, penggembala, off road dan menyeberangi Kali Krasak sambil memanggul sepeda
Sendang Sono adalah tempat yang sarat cerita, keindahan dan ketenangan. Anda bisa mengunjungi makam Sarikromo, menikmati arsitekturnya yang meraih Aga Khan Awards dan berkirim surat pada Tuhan di depan Gua Maria.
Sendang Sriningsih yang ditemukan tahun 1934 adalah tempat ziarah Katholik di Prambanan, kawasan yang terkenal dengan objek wisata religius Hindu Budha. Gua Maria dan air sendang yang bertuah akan menjadi perantara rahmat Tuhan.
Kampung Sosrokusuman bukan cuma penyedia penginapan terjangkau. Kampung yang menghubungkan Jalam Malioboro dengan Jalan Mataram ini juga memiliki pesona lain seperti wayang kancil, mural dan pusat oleh-oleh.
Sosrowijayan merupakan kampung turis kedua paling terkenal setelah Prawirotaman. Terletak di pusat kota Yogyakarta, kampung ini menawarkan penginapan terjangkau sekaligus bangunan hotel kuno, studio dan kursus batik hingga bookshop.
Stasiun Tugu yang mulai menjadi pemberhentian kereta api sejak tahun 1887 ternyata juga memiliki potensi wisata. Anda bisa menikmati arsitektur bangunan tua yang megah, mengamati detail lokomotif, derek tua dan senja yang eksotik.
Berkunjunglah ke Tamansari (Taman Sari). Anda akan merasakan nuansa masa lalu yang unik di dalamnya.
Terminal Giwangan sejak 2 tahun lalu telah menggantikan Terminal Umbulharjo. Terminal tipe A terbesar di Indonesi ini merupakan tempat singgah bis dari seluruh kota besar di Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.
Kembali ke alam, mendengar kicauan burung atau melihat rusa yang bersantai di padang rumput di Hutan Wanagama yang menjadi oase di perbukitan kapur, mampu menghadirkan kedamaian di dalam hati.
Sebuah taman air kuno yang indah dan dirancang sangat privat bisa ditemukan di wilayah Warungboto. Taman air itu berada di antara Pesanggarahan Warungboto yang kini tinggal puing.