PASAR SATWA DAN TANAMAN HIAS YOGYAKARTA (PASTY)
Kebun Binatang Mini yang Mengakomodasi Sebuah Tradisi


Lihat peta
Jl. Bantul Km 1/141, Dongkelan, Yogyakarta
Phone.(0274) 413 474

PASTY adalah surga bagi pecinta satwa dan tanaman hias di Jogja. Ia hadir bagai kebun binatang mini dengan aneka satwa yang dapat dibeli. Tak cuma itu, PASTY pun mengakomodasi sebuah tradisi bagi kaum lelaki jawa, memelihara burung untuk jadi ksatria.

Diperbarui tgl 10/7/2015

Lihat foto lainnya (13 foto)

Buka setiap hari
Pk 08:00 - 17:00 WIB

Puluhan penjual burung yang biasa berjualan di Pasar Burung Ngasem, larut dalam sebuah kirab Kamis, 22 April 2010. Mereka berpakaian adat rapi dan menumpangi andong melewati Pojok Benteng Kulon, menuju ke tempat yang baru. Sangkar-sangkar dan burung-burung yang jadi tumpuan hidup mereka selama ini dibawa. Pagi itu, kirab boyongan dilakukan. Pasar Burung Ngasem yang sudah ada sejak puluhan tahun silam dan menjadi penanda hidupnya tradisi memelihara burung berkicau yang merdu oleh para laki-laki jawa, ditinggalkan. Sebuah pasar satwa sekaligus tanaman hias yang lebih layak pun dibuka dan tradisi itu berlanjut di sana.

Gerbang meriah bertuliskan PASTY, Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta, Zona Satwa yang bersebrangan dengan gerbang Zona Tanaman Hias menjadi penanda utama yang menarik perhatian. Kedua zona ini hanya dipisahkan oleh Jalan Bantul. Memasuki gerbang zona satwa, kicau burung terdengar ramai bersahutan, anjing-anjing kecil menyalak bergantian dan ikan-ikan berlenggok manja dalam akuarium berbagai ukuran. Kondisi pasar satwa yang identik dengan becek, berjejal dan gelap pun lenyap. Puluhan kios ditata rapi dan dikelompokkan sesuai dengan jenis satwa yang dijual. Lorong-lorong antar kios dibuat lebih lebar sehingga pengunjung menjadi lebih nyaman. Aneka satwa, mulai dari berbagai jenis burung, anjing, ikan, iguana, hamster, reptil hingga satwa-satwa unik seperti merpati keriting, pitik walik (ayam dengan bulu yang tumbuh terbalik) dan ayam jambul pun menyapa.

Sementara itu, di seberang zona satwa, puluhan kios yang menjual berbagai tanaman hias hadir sebagai penawar penat. Kaktus-kaktus lucu, jeruk sunkist variegata yang unik bergaris, tanaman pagar hingga bunga mawar tampak tertata rapi dari luar. Mereka menghantarkan banyak orang untuk masuk ke dalam bangunan-bangunan semi terbuka, di mana para anggrek cantik beraneka jenis, chrysant, anthurium dan bakung bertahta di atas singgasananya. Tanaman-tanaman ini dengan sabar menunggu dibawa pulang untuk menjadi pemanis taman atau penghias ruang.

Di PASTY, tak hanya kegiatan menjual ataupun membeli satwa dan tanaman hias saja yang dapat dilakukan. Wajah baru pasar burung ini pun kerap kali mengadakan pertunjukan keahlian hewan, terutama burung. Arena kicau burung yang berada di salah satu sisi kompleks pasar ini menjadi begitu ramai ketika para penjual burung melakukan pertunjukan burung berkicau di hari-hari tertentu. Sementara itu, para penjual merpati pun tak mau kalah. Kelihaian merpati-merpati gaburan andalan mereka untuk kembali ke pasangannya pun selalu dipamerkan. Semakin lama pengunjung menyaksikan pertunjukan-pertunjukan ini, harapannya semakin besar pula niat pengunjung untuk memilikinya. Jika harga sudah sepakat, pengunjung dapat membawa pulang burung idaman mereka dengan cepat.

Lelah berkeliling, kita dapat beristirahat di gazebo-gazebo yang ada di sekitar pasar. Kicau burung yang merdu bersahutan di zona satwa atau suasana tenang menyegarkan di zona tanaman hias membuat lelah pun luruh seketika. Jika lapar, tak usah gusar karena PASTY juga dilengkapi dengan food court, sehingga kita tak perlu bingung harus makan di mana.

PASTY memang diam-diam telah menjadi surga bagi para pecinta satwa dan tanaman hias. Kehadirannya bagai kebun binatang mini yang koleksinya dapat dimiliki. Tempat ini juga menjadi taman bermain menyenangkan bagi anak-anak, di mana mereka dapat bermain sambil mengenal berbagai jenis satwa dan tanaman dengan bebas. Bagi para pecinta fotografi, PASTY tak ubahnya seorang model yang membuat mereka tak henti mengatur fokus dan menangkap gambar. Sementara bagi para laki-laki jawa, PASTY adalah tempat yang mengakomodasi sebuah tradisi, tempat di mana mereka menemukan salah satu dari lima syarat untuk menjadi seorang ksatria yakni wisma (rumah), wanita, turangga (kuda), kukila (burung) dan curiga (keris).

Ulasan dari Wisatawan

Anda juga dapat menulis ulasan tentang Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY) berdasarkan pengalaman pribadi. Ulasan Anda bisa menyelamatkan liburan wisatawan lainnya dan mungkin memenangkan sebuah t-shirt eksklusif yang YogYes berikan setiap bulan. Isi ulasan sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.