Tempat Wisata (87) | Tour Operator (13) | Rental Mobil (45) | Handicraft | Peta Jogja
Hotel Murah (36) | Homestay (14) | Losmen | Hostel | Hotel Bintang | Villa | Guest House (25)
Jogja / Panduan Wisata Jogja / Transportasi Yogyakarta / Terminal Giwangan

TERMINAL GIWANGAN - Terminal Bis Tipe A Terbesar di Indonesia

Terminal Giwangan

TERMINAL GIWANGAN

Alamat: Jl. Imogiri 1, Yogyakarta 55163, Indonesia
Phone: (0274) 410 002, 410 003, 410 015
 
Koordinat GPS: S750'5.4" E11023'29.7" (lihat peta)

Terminal Giwangan sejak 2 tahun lalu telah menggantikan Terminal Umbulharjo. Terminal tipe A terbesar di Indonesi ini merupakan tempat singgah bis dari seluruh kota besar di Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Giwangan, Terminal Tipe A Terbesar di Indonesia

Setelah melewati perjalanan menggunakan bis menuju Yogyakarta, anda akan sampai di Terminal Giwangan. Pemberhentian bis yang terletak di wilayah yang sama dengan namanya itu merupakan terminal tipe A terbesar di Indonesia. Mulai melayani jasa transportasi sejak 2 tahun yang lalu, terminal ini kini menjadi persinggahan bagi armada bis yang menghubungkan Yogyakarta dengan kota besar Indonesia lainnya, seperti Bali, Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Riau dan Mataram.

Terminal megah yang pembangunannya memakan dana puluhan miliar rupiah ini merupakan pengganti Terminal Umbulharjo. Sebagai pengganti, terminal ini dapat menutupi kelemahan terminal sebelumnya. Selain luas yang jauh lebih besar, terminal ini juga memiliki fasilitas yang lengkap. Ada subway untuk penurunan penumpang, parkir bis antar kota dan dalam kota yang terpisah, kios jajanan dan oleh-oleh, ruang tunggu nyaman dan tempat ibadah.

Begitu sampai di subway penurunan penumpang dan turun dari bis, anda akan disambut ucapan selamat datang yang tertulis pada papan gantung di bagian atas pintu masuk blok C. Memasuki blok itu, anda akan menemui beberapa restaurant kecil yang menawarkan ragam masakan, dari nasi rames, gudeg, masakan padang, soto ayam dan sebagainya. Kebersihan restaurant di terminal ini terjaga sehingga akan menyamankan acara bersantap anda.

Usai menikmati santapan, anda bisa menuju ruang tunggu di lantai dua sambil menunggu jemputan. Anda tak akan bosan sebab ada televisi yang bisa menjadi teman melewatkan waktu serta koran atau majalah yang bisa dibeli di kios-kios koran yang tersedia. Anda yang beragama Islam juga dapat menggunakan fasilitas mushola yang ada di pojok utara ruang tunggu untuk melaksanakan sholat. Di waktu tertentu, anda bahkan bisa menemukan fasiltas check up kesehatan gratis.

Tak jauh dari ruang tunggu, tepatnya di blok E, anda dapat membeli berbagai makanan khas, seperti geplak, bakpia, yangko hingga intip. Fasilitas telekomunikasi yang mampu melayani telepon dan faximile juga tersedia di blok tersebut. Sedangkan bila ingin mempersiapkan perjalanan selanjutnya, anda dapat memesan tiket bis atau travel di beberapa agen yang tersedia di blok M. Anda mesti jeli agar tidak membayar terlalu mahal untuk oleh-oleh dan tiket yang dipesan.

Jika ingin langsung menuju hotel atau objek wisata di dalam kota begitu turun dari bis, anda bisa berbelok ke kiri melewati jalan kecil di blok C untuk mendapatkan bis kota. Untuk menuju ke Kraton Yogyakarta dan Malioboro, anda bisa naik bis jalur 4 dan 9. Sementara bila hendak mencari penginapan di Prawirotaman, Sosrowijayan dan Sosrokusuman, anda bisa menggunakan bis jalur 2 dan 15. Tarif bis dalam kota tersebut cukup murah, hanya Rp 2.000,00 sekali naik.

Candi Borobudur bisa dijangkau dengan bis jurusan Borobudur yang biasanya ada di tempat parkir sebelah kanan blok C. Di tempat itu pula, anda bisa mendapatkan bis menuju Pantai Parangtritis dan Samas, Kaliurang serta Candi Prambanan. Untuk menggunakan bis yang jarak tempuhnya mencapai 30 km itu, anda cukup membayar maksimal Rp 15.000,00. Anda pun tidak perlu bingung mencari bisnya karena setiap tempat parkir dilengkapi papan yang menunjukkan tempat tujuan bis tersebut.

Keluar dari terminal, anda bisa menjumpai beberapa angkutan tradisional khas Yogyakarta, yaitu becak dan andong. Dikatakan khas sebab desain becak dan andong di kota budaya dan pariwisata ini beda dengan angkutan serupa di kota lain. Andong misalnya, di Yogyakarta beroda 4 dan badannya lebih besar sementara di kota lain beroda 2 dan lebih kecil. Baik andong maupun becak, keduanya sangat cocok bila menginginkan perjalanan yang lebih santai. Satu objek wisata yang bisa dijangkau dengan cepat menggunakan becak dan andong adalah pusat kerajinan perak Kotagede.

Anda yang baru pertama kali menginjakkan kaki di terminal yang luasnya lebih dari 5 hektar ini tidak akan kebingungan sebab terdapat papan-papan penunjuk yang akan memandu ke tempat yang diinginkan.Beberapa petugas terminal dapat dijumpai di beberapa titik sehingga anda bisa bertanya tanpa perlu merasa khawatir.

Naskah: Yunanto Wiji Utomo
Photo & Artistik: Singgih Dwi Cahyanto
Copyright © 2006 YogYES.COM

Places dekat TERMINAL GIWANGAN (radius 1.5 km)