10 Tempat Wisata Paling Seru di Kulon Progo

Hijau zamrud Perbukitan Menoreh hanyalah sebagian dari pesona Kulon Progo. Cobalah rasakan pengalaman menakjubkan lainnya ketika menjelajah surga wisata di barat Jogja ini.

Diperbarui tgl 19 November 2018

Rasanya memang tepat jika Kabupaten Kulon Progo dijuluki sebagai "Jewel of Java". Begitu banyak potensi yang dimiliki, khususnya potensi wisata meskipun masih harus terus diasah agar nantinya menjadi berlian. Deretan perbukitan karst yang tertutup vegetasi subur khas Menoreh tak hanya menyajikan hijau zamrud yang menghipnotis mata namun juga menyimpan surga dalam bentuk lorong-lorong di perut bumi dan air terjun memukau yang alami. Tak hanya Menoreh yang menjadi daya tarik Kulon Progo, Pantai Glagah juga memiliki magnet tersendiri di banding pantai-pantai di selatan Jawa lainnya. Berada di bagian paling barat Jogja dengan jarak tempuh sekitar satu jam perjalanan saja dari pusat kota, menjadikan Kulon Progo sebagai salah satu destinasi wisata yang tepat untuk dikunjungi. Jika masih bingung, berikut ini YogYES bagikan 10 destinasi wisata paling seru di Kulon Progo.

1. Puncak Suroloyo

Puncak Suroloyo adalah tanah tertinggi di deretan Perbukitan Menoreh yang menjadi primadona karena lanskap menawannya dari ketinggian. Tak hanya memandangi keindahan Perbukitan Menoreh saja, kita juga akan disuguhi pemandangan wilayah Jogja, serta Magelang lengkap dengan Candi Borobudurnya. Dari tempat ini kita pun bisa melihat pemandangan 5 gunung di Jawa Tengah yakni Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing dan Ungaran yang hanya akan terlihat ketika cuaca benar-benar cerah. Selain keindahan lanskapnya, Puncak Suroloyo juga menjadi tempat dilangsungkannya beberapa upacara adat, seperti Jamasan Pusaka Tombak Kyai Manggolo Murti dan Songsong Manggolo Dewo yang bertempat di Sendang Kawidodaren, 300 meter dari puncak. Wisatawan bisa melihat upacara adat ini setiap tanggal 1 Suro (Kalender Jawa). Lihat alamat dan peta lokasinya di Puncak Suroloyo

2. Kalibiru

Tempat ini mendadak populer karena memiliki satu spot foto yang unik, yakni berfoto di atas pohon pinus. Spot foto unik ini menjadi begitu istimewa karena pemandangan yang melatarinya pun istimewa, liuk indah Waduk Sermo dibingkai Perbukitan Menoreh yang memanjakan mata. Suasana pagi dan senja pun tak luput dari incaran. Di pagi hari, cahaya keemasan berpadu dengan kabut yang menggelayuti Perbukitan Menoreh akan memompa semangat kita. Sementara itu, suasana senja yang merubah warna langit dan waduk menjadi kuning keemasan terasa begitu syahdu. Untuk bisa sampai ke Desa Wisata Kalibiru ini tidak terlalu sulit, namun butuh berhati-hati. Sebaiknya bawalah kendaraan yang kondisinya prima sehingga tanjakan demi tanjakan dapat ditaklukkan dengan mudah. Lihat alamat dan peta lokasinya di Kalibiru

Cara menuju ke sana:
dari Kota Jogja - Jalan Raya Wates - Kota Wates - ikuti petunjuk jalan ke Waduk Sermo - Waduk Sermo - ikuti petunjuk jalan ke Kalibiru (jalan mulai menanjak, harap hati-hati melewati jalan ini) - Desa Wisata Kalibiru

3. Gardu Pandang Gunung Gajah

Puncak-puncak tinggi di deretan Perbukitan Menoreh memang menjanjikan panorama memukau. Sebuah bukit yang memiliki bentuk layaknya kepala gajah menjadi salah satu spot menarik untuk menikmati relief alam memukau tersebut dengan Waduk Sermo berpagar deretan Perbukitan Menoreh sebagai objek utamanya. Dua gardu pandang sederhana dibangun warga setempat di sana. Keduanya bisa digunakan untuk memanjakan mata dengan ketinggian berbeda. Sejauh mata memandang dari selatan hingga timur laut, Kota Wates, barisan bukit di wilayah Gunung Kidul serta Kota Jogja dari ketinggian terlihat jelas. Bahkan jika cuaca benar-benar cerah tanpa kabut, horizon yang menjadi batas antara birunya langit dan Samudra Hindia akan tampak di ujung selatan dari gardu pandang kedua yang berketinggian sekitar 810 mdpl. Lihat alamat dan peta lokasinya di Gardu Pandang Gunung Gajah

Cara menuju ke sana:
dari Kota Jogja - perempatan Ring Road Demak Ijo - Jl. Godean - Pasar Godean - jembatan Sungai Progo - Pasar Kenteng - Nanggulan - Pasar Jonggrangan - pertigaan Gua Kiskendo - pertigaan Segathol, ambil kiri - pertigaan Gardu Pandang Tamanan, ambil kanan - Gardu Pandang Gunung Gajah

4. Waduk Sermo

Waduk Sermo merupakan satu-satunya waduk yang ada di Jogja. Hijaunya Perbukitan Menoreh adalah latar mempesona yang menjadikannya tampak seperti telaga alami jika dilihat dari kejauhan. Untuk menikmati keelokannya, kita dapat mengelilinginya dengan berkendara atau dapat pula menyewa perahu wisata dan menyusuri tiap sisinya. Selain untuk berwisata, waduk ini juga menjadi tempat favorit mereka yang hobi memancing. Ikan "Setan Merah" adalah jenis ikan yang biasa menyambar umpan para pemancing karena ikan predator jenis inilah yang banyak menghuni waduk. Tak hanya itu saja, Waduk Sermo juga dikenal memiliki senja yang menawan sehingga wajar rasanya bila banyak orang menghabiskan waktu sore mereka di sini. Lihat alamat dan peta lokasinya di Waduk Sermo

Cara menuju ke sana:
dari Kota Jogja - Jl. Wates - Kota Wates - ikuti petunjuk ke arah Waduk Sermo - Waduk Sermo

5. Pantai Glagah

Pantai Glagah merupakan pantai paling terkenal di Kulon Progo. Laguna dan pemecah ombaknya menjadi daya tarik unik yang tak ditemukan di pantai lain di Jogja. Berbentuk tetrapod, pemecah ombak yang berada di sisi kanan dan kiri dermaga tampak siap menghadapi ganasnya ombak Samudera Indonesia. Di atas tetrapod-tetrapod tersebut pulalah para pemancing biasanya melemparkan kail dan menunggu ikan layur, surung hingga pethek menyambar umpan. Waktu terbaik untuk mengunjungi Pantai Glagah adalah ketika bulan baru dan air laut pasang. Saat itu, kita dapat melihat atraksi ombak di pantai ini. Ombak akan menggulung-gulung hebat, pecah menghantam tetrapod dan buihnya menghambur ke dermaga. Jika berada di dekatnya, sensasinya seperti tiba-tiba kehujanan, namun airnya terasa asin. Meskipun tampak menyenangkan, berenang di pantai ini tidak disarankan. Selain ombaknya besar, karakteristik ombak pantai selatan Jogja merupakan ombak balik yang menarik ke arah laut sehingga sangat berbahaya untuk berenang. Tapi jangan berkecil hati, serunya bermain air masih bisa kita lampiaskan di Laguna Pantai Glagah. Terdapat banyak wahana bermain di sana, seperti perahu bebek, kano, hingga keliling laguna dengan menggunakan perahu nelayan. Suasana senja indah di dermaga pantai pun menjadi hal yang favorit yang tak boleh dilewatkan. Bagi penggemar fotografi, pemandangan ombak yang pecah oleh tetrapod dengan matahari tenggelam sebagai latarnya, terlalu indah bila tak diabadikan. Lihat alamat dan peta lokasinya di Pantai Glagah

Cara menuju ke sana:
dari Kota Jogja - Jalan Raya Wates - Kota Wates - Jalur utama ke arah Purworejo - Desa Glagah - Pantai Glagah. (Setelah memasuki kota wates, ikuti saja petunjuk ke arah pantai Glagah).

6. Air Terjun Grojogan Sewu

Nama Grojogan Sewu sudah tak asing lagi sebagai air terjun yang terkenal di Jawa Tengah. Namun, siapa sangka di Jogja juga terdapat air terjun dengan nama serupa. Air Terjun Grojogan Sewu ini berada di Kabupaten Kulon Progo, tepatnya di Dusun Beteng, Desa Jatimulyo, Girimulyo, Yogyakarta. Dinamakan demikian karena terdapat banyak jeram yang harus dilalui air sebelum jatuh ke kolam alami di bawahnya, sehingga membuatnya terlihat seperti beberapa air terjun yang terkumpul jadi satu. Uniknya lagi, air di air terjun ini tak pernah keruh, meskipun saat musim hujan tiba. Hal inilah yang membuat banyak wisatawan rela jauh-jauh datang, mblusuk ke Kulon Progo. Selain indah, pohon-pohon rindang di sekitarnya pun membuat lokasi ini tetap teduh dan sejuk. Coba saja berenang di kolam alaminya atau menikmati pemandangan di sekitarnya, tentu saja penatmu akan hilang. Lihat alamat dan peta lokasinya di Air Terjun Grojogan Sewu

Cara menuju ke sana:
dari Tugu Jogja ke arah barat - Jl. Kyai Mojo - perempatan Demak Ijo Ring Road Barat - Jl. Godean - Pasar Godean - perempatan Nanggulan - Pasar Kenteng - Kecamatan Girimulyo - Pasar Jonggrangan - Dusun Beteng - Grojogan Sewu

7. Air Terjun Sidoharjo

Pesona keindahan air terjun muncul dari pelosok Samigaluh. Letaknya yang cukup tersembunyi membuat air terjun setinggi kurang lebih 75 meter ini tak banyak terjamah wisatawan. Sebutan Air Terjun Perawan pun melekat padanya. Air terjun yang lebih dikenal dengan nama Air Terjun Sidoharjo ini semakin eksotis di musim hujan, ketika debit air cukup deras. Perpaduan tebing batu cadas yang tinggi dan derasnya air terjun, tak jarang membuat orang yang berada di jarak beberapa puluh meter dari air terjun ikut basah kuyup. Pesona lain yang dapat ditemukan di tempat ini adalah adanya bunga-bunga liar yang tumbuh subur di sekitarnya. Jika beruntung kita akan ditemani kera-kera berekor panjang yang bergelayutan di antara pepohonan di sekitarnya. Namun beda cerita ketika memasuki musim kemarau, jangan harap menemukan aliran air terjun yang deras di musim ini. Lihat alamat dan peta lokasinya di Air Terjun Sidoharjo

Cara menuju ke sana:
dari kota Jogja - perempatan Ring Road Demak Ijo - Jl. Godean - Jembatan Progo - perempatan Nanggulan ambil kanan (ke arah utara) - perempatan Dekso ambil kiri (ke arah Samigaluh) - pertigaan di jalan menanjak, ambil kanan - MTs Sidoharjo, ambil kanan masuk jalan kecil di sebelah MTs - Air Terjun Sidoharjo

8. Wildlife Rescue Center (WRC)

Area seluas 13 hektar di Perbukitan Menoreh terpilih menjadi tempat rehabilitasi satwa liar. Meskipun namanya telah berganti menjadi Wildlife Rescue Center atau WRC, tetap saja masyarakat lebih mengenalnya dengan nama Pusat Penyelamatan Satwa Jogjakarta (PPSJ). Ada berbagai satwa liar yang menghuni tempat konservasi ini dan sebagian besar adalah orang utan. Bahkan telah dibangun dome khusus dengan diameter 125 meter untuk hewan yang keberadaannya hampir punah ini. Dome dengan kapasitas kurang lebih 200 orang utan ini dibuat menyerupai habitat aslinya, hutan tropis. Tak hanya sebagai tempat pelestarian hewan liar, WRC juga menjadi salah satu objek wisata pendidikan yang lengkap dengan fasilitas seminar, pelatihan outbond, eco-wisata serta akomodasi. Lihat alamat dan peta lokasinya di Wildlife Rescue Center (WRC)

Cara menuju ke sana:
dari kota Jogja - perempatan Ring Road Demak Ijo - Jl. Godean - Pasar Godean - jembatan Sungai Progo - Pasar Kenteng - Nanggulan - ikuti papan petunjuk jalan menuju PPSJ (papan petunjuknya belum diubah) - Wildlife Rescue Center

9. Gua Kiskendo

Umumnya wisata gua hanya menawarkan keindahan ornamen-ornamen stalaktit dan stalagmit saja, tapi berbeda dengan Gua Kiskendo. Sepenggal kisah Ramayana ikut menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan. Dikisahkan, gua ini merupakan tempat tinggal kakak beradik berkepala kerbau dan sapi, Mahesasura dan Lembusura. Di tempat ini pulalah pertempuran sengit antara mereka melawan Subali, si manusia kera terjadi. Kisah pertempuran mereka terpahat dalam relief yang bisa ditemukan di sisi kanan dan kiri sebelum pintu masuk gua. Kini, penggalan kisah Ramayana itu juga bisa dinikmati dalam wujud sendratari yang dipentaskan di kawasan wisata Gua Kiskendo. Masuk ke dalam gua, kita dapat menemukan 9 situs pertapaan yakni Pertapaan Tledek, Kusuman, Padasan, Santri Tani, Semelong, Lumbung Kampek, Selumbung, Seterbang, dan Sekandang. Di tengah-tengah gua, dekat sebuah ruangan yang serupa dengan aula kecil, terdapat gentong berisi air. Air yang berasal dari tetesan stalaktit tersebut bisa kita minum untuk melepas dahaga setelah menelusuri setiap lorong gua sejauh sekitar 1 km. Suasana sekitar Gua Kiskendo sangat asri, terdapat taman bermain dengan ayunan, jungkat-jungkit, seluncuran dan panjat-panjatan sehingga kawasan ini juga cocok sebagai tempat rekreasi keluarga. Lihat alamat dan peta lokasinya di Gua Kiskendo

Cara menuju ke sana:
dari kota Jogja - perempatan Ring Road Demak Ijo - Jl. Godean - Pasar Godean - jembatan Sungai Progo - Pasar Kenteng - Nanggulan - Pasar Jonggrangan - Gua Kiskendo

10. Gua Kidang Kencono

Sebuah lubang berdiameter sekitar dua meter adalah pintu masuk yang mengantarkan kita ke dalam kegelapan perut bumi. Mengikuti aliran sebuah sungai dengan bantuan cahaya head lamp, kita akan bertemu dengan Langkit Kuntoro, Ringin Kurung, Bulus, Pancoran Manik dan Candi Sewu, beberapa stalagmit dan stalaktit yang berada di Gua Kidang Kencono. Gua yang ditemukan pertama kali oleh Mbah Bongsoriyo ratusan tahun lalu ini menjadi salah satu alternatif wisata alam menakjubkan di Perbukitan Menoreh. Menelusuri lorong sepanjang kurang lebih 350 meter ini akan menjadi pengalaman yang seru. Wisata susur Gua Kidang Kencono memang masih tergolong baru, tapi akses jalan, peralatan dan keamanan untuk menjelajahinya sudah lumayan lengkap dan aman. Dibantu pak Sariman, pak Suwaryo dan beberapa keturunan kesembilan dari mbah Bongsoriyo lainnya, kita akan dibuat takjub dengan relief perut bumi di dalam gua. Lihat alamat dan peta lokasinya di Gua Kidang Kencana

Cara menuju ke sana:
dari Kota Jogja - perempatan Ring Road Demak Ijo - Jl. Godean - Pasar Godean - jembatan Sungai Progo - Pasar Kenteng - Nanggulan - Pasar Jonggrangan - pertigaan Gua Kiskendo ambil kanan - ikuti papan petunjuk jalan menuju Gua Kidang Kencono - Gua Kidang Kencono