Tempat Wisata (87) | Tour Operator (13) | Rental Mobil (45) | Handicraft | Peta Jogja
Hotel Murah (36) | Homestay (14) | Losmen | Hostel | Hotel Bintang | Villa | Guest House (25)
Jogja / Tempat Wisata di Jogja / Kawasan Menarik / Pecinan

PECINAN - Kawasan Dagang Bersejarah in Yogyakarta

Pecinan Pecinan

Lihat foto lainnya (12 foto)

Kampung Pecinan Yogyakarta adalah salah satu kampung cina bersejarah di Indonesia. Kampung ini adalah tempat dimulainya kesuksesan pedagang Cina di Yogyakarta, menyimpan toko dan kios jasa yang berusia puluhan tahun.

Pecinan Yogyakarta, Kawasan Dagang Bersejarah

Sebuah kampung bersejarah sebenarnya selalu dilewati banyak orang jika berjalan ke selatan Malioboro, namun kadang pesonanya terlewatkan karena orang sudah terlalu asyik berbelanja. Kampung bernama Kampung Pecinan (kini Jalan Pecinan diganti dengan nama Jalan Ahmad Yani) itu adalah tempat dimulainya kesuksesan pedagang Cina di Yogyakarta. Mengelilinginya, anda akan menjumpai beberapa toko dan kios bersejarah yang berusia puluhan tahun.

Anda bisa memulai perjalanan keliling dari bagian samping kampung itu, tepatnya di jalan sebelah Toko Batik Terang Bulan. Sampai di gang pertama, anda bisa berbelok ke kiri untuk menemukan tempat pengobatan Cina yang cukup legendaris. Di tempat itulah dulu seorang tabib ampuh mengobati penyakit patah tulang, hanya bermodalkan bubuk campuran tanaman obat yang ditempelkan pada permukaan kulit bagian tubuh yang tulangnya patah.

Berjalan keluar dari gang itu dan menuju arah timur, anda bisa menemukan berbagai kios-kios barang dan jasa dengan dinding umumnya berwarna putih. Salah satunya adalah kios permak gigi tradisional Cina yang melayani pemutihan gigi, penambahan aksesoris gigi untuk mempercantiknya hingga bermacam perawatan untuk menjadikannya semakin menawan. Kios jasa perawatan gigi itu biasanya memiliki tembok berwarna krem dengan jendela depan bergambar gigi.

Selain kios jasa perawatan gigi, anda pun bisa menemukan kios-kios yang menjual masakan cina seperti bakmi, cap cay, kwe tiau dan sebagainya. Kios-kios lain hingga kini bertahan dengan barang dagangan bahan-bahan kue, bakal pakaian, aksesoris dan sembako.

Dari toko Terang Bulan, bila anda berjalan ke barat, tepatnya menyusuri Jalan Pajeksan, anda juga akan menemui kios-kios serupa. Namun yang khas, di ujung jalan itu anda akan menemui rumah yang digunakan sebagai tempat berkumpul anggota Perhimpunan Fu Ching. Perhimpunan itu beranggotakan warga Indonesia keturunan Tionghoa yang tinggal atau berdagang di wilayah itu. Pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada hari raya Imlek, anggota perhimpunan itu menggelar acara kesenian tradisional Cina.

Usai menyusuri kawasan tersebut, anda bisa menuju ke arah selatan dari toko batik Terang Bulan. Anda akan menemui sebuah toko roti bernama 'Djoen'. Sejak hampir seratus tahun lalu, toko bernama lengkap 'Perusahaan Roti dan Kuwe Djoen' itu telah menjadi kebanggaan masyarakat Jogja. Ketuaan usianya bisa dilihat jika anda berdiri di seberang jalannya, ditandai dengan nama toko yang tertulis di temboknya, sebuah ciri toko-toko di kawasan itu pada masa lalu. Kini, produknya telah menyesuaikan dengan selera pasar dengan mempertahankan beberapa yang khas, misalnya kue bantal, yaitu roti tawar bertabur wijen yang berbentuk pipih oval.

Sampai di kawasan Lor Pasar, anda bisa menemui kios-kios tradisional yang menjual berbagai kebutuhan, mulai dari elektronik, peralatan menjahit dan aksesoris pakaian, peralatan memasak hingga perhiasan emas. Kawasan ini sejak lama telah dikenal masyarakat Jogja sebagai salah satu tempat mendapatkan kebutuhan dengan harga murah. Selain menjual barang-barang baru, beberapa kios juga menjual barang bekas.

Di kawasan Pecinan yang terletak di seberang Pasar Beringharjo, terdapat sebuah toko obat yang sudah cukup lama berdiri, yaitu 'Toko Obat Bah Gemuk'. Di toko obat itulah dijual berbagai macam obat tradisional Cina yang kemanjurannya telah dikenal di seluruh penjuru dunia.

Meski kini citra kawasan Pecinan ini sedikit memudar, namun adanya beberapa kios yang hingga kini masih bertahan menjadikan kawasan ini masih tetap menarik untuk dikunjungi.

Naskah: Yunanto Wiji Utomo
Photo: Sigit Nugroho
Copyright © 2006 YogYES.COM