TAHUN BARU DI PANTAI SIUNG
Merayakan dan Mengawali Tahun dengan Memacu Adrenalin

Awali tahun baru dengan memacu adrenalin di tebing-tebing yang berada di sisi Pantai Siung. Ada lebih dari 200 jalur pemanjatan pada rangkaian tebing di pantai ini menunggu untuk ditaklukkan.

Diperbarui tgl 17 September 2021

Menikmati malam pergantian tahun baru dengan momen yang lain dari yang lain adalah dengan memantai. Pergi ke pantai mendirikan tenda dome dan bakar-bakaran (bakar jagung, ketela, ayam, dll). Nah tepat pada pergantian tahun menyalakan kembang api adalah prosesi wajib. Bermain kembang api sambil berlari-larian di pantai pasti tambah seru. Makin asyik jika acara memantai di malam pergantian tahun itu kita rayakan dengan sahabat dan orang-orang tercinta.

Memantai ini tambah asyik, jika kita lakukan di Pantai Siung. Karena di hari pertama tahun itu kita bisa memacu adrenalin di tebing-tebing yang berada di sisi pantai suing.

Keren kan? Mengawali tahun dengan memacu adrenalin. Semoga saja adrenalin kita juga akan terus terpacu dalam menjalani hari-hari di tahun yang baru. Kita bisa menjalani tahun yang baru dengan semangat dan pantang menyerah. yeeaa

Pantai Siung ini berada di Dusun Wates, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunungkidul. Bukan hanya di malam pergantian tahun atau pada tahun baru, pantai ini mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan. Mereka sangat menikmati pantai dengan pasir putih dan ombak yang lebih tenang dibandingkan pantai selatan yang lain.

Selain itu Pantai Siung adalah pantai favorit bagi para atlet dan juga penghobi panjat tebing. Tak hanya dari wilayah Pacitan, Yogyakarta dan Solo, hampir seluruh atlet panjat tebing Indonesia mengenal pantai ini. Tebing yang berada di sisi kanan pantai memang memanjakan para atlet untuk memacu adrenalin mereka. Ada lebih dari 200 jalur pemanjatan pada rangkaian tebing di pantai ini. Penghobi panjat tebing sering menyebut tebing Pantai Siung sebagai "Seribu Jalur Pemanjatan".

Oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yogyakarta yang bekerja dengan Dinas Pariwisata Gunungkidul, setiap tahunnya digelar Jambore Panjat Tebing di sini. Tak hanya pemanjat dari Indonesia, beberapa pemanjat luar negeri sering turut hadir dalam acara tahunan ini. Jalur pemanjatan di tebing ini bervariasi dari yang mudah hingga yang sulit. Bagi mereka yang baru mencoba-coba mengenal kegiatan panjat tebing tentunya bisa memilih jalur panjat yang gampang.

Selain menyalurkan hobi panjat tebing, sering kali pengunjung di Pantai Siung berkemah di wilayah tebing atau pantai. Namun jika tidak membawa peralatan berkemah, tapi ingin bermalam di Pantai Siung juga tidak perlu khawatir. Kita bisa menginap di tempat Mbah Wasto dengan biaya sekedarnya. Tentu dengan ruangan yang sederhana pula.

Selain tebingnya yang menjadi favorit bagi pencinta olahraga panjat tebing, kini Pantai Siung juga sudah ramai dikunjungi oleh wisatawan-wisatawan yang datang bersama keluarganya. Ombaknya yang tenang dengan hamparan pasir putih yang luas membuat mereka lebih memilih pantai siung untuk menikmati kebersamaan bersama keluarga. Di sana mereka juga bisa menikmati makanan khas di warung-warung sederhana di dekat pantai. Beberapa warung tersebut memasak ikan yang merupakan hasil tangkapan nelayan di desa tersebut.

Eh masih ada lagi, kalau kurang berminat atau memang takut dengan aktivitas panjat tebing. Silahkan menyebrang di pantai sebelah, Pantai Nglambor namanya. Jaraknya tidak sampai satu kilo dari Pantai Siung. Air di Pantai Nglambor cukup tenang. Kita bisa bersnorkel ria di pantai ini. Beberapa terumbu karang dan ikan berwarna-warni bisa kita nikmati. Belum ada fasilitas apa pun di pantai ini, selain kamar mandi sangat sederhana yang di bangun oleh sepasang kakek-nenek di atas bukit, dekat pantai. Jadi bawa sendiri peralatan snorkelingnya ya.

Dari Pantai Siung ke Pantai Nglambor kita bisa menggunakan mobil atau motor, namun tampaknya berjalan kaki juga menjadi pilihan yang menarik. Karena kita bisa menikmati sawah-sawah di perbukitan.

Asyik kan? Selamat memantai dan selamat menyambut tahun baru.