Tour de Djokdja No. 29 / I: Candi-Candi TerbaruRabu, 7 Maret 2007

Rabu, 7 Maret 2007
Meski bukan satu-satunya, Yogyakarta merupakan destinasi wisata yang terkenal paling kaya akan candi-candi warisan dari salah satu kebudayaan paling agung di Asia seribu tahun silam. Kekayaan ini tak tertandingi, bahkan oleh destinasi wisata kelas dunia sekalipun, seperti Singapura, Malaysia, dan lain-lain; menjadikan Yogyakarta layak menyandang predikat sebagai Asia yang tiada habisnya.
Lewat tema "Candi-Candi Terkini", kami mengajak anda mengunjungi candi-candi yang baru ditemukan di Yogyakarta. Candi-candi tersebut sempat terkubur di dalam tanah selama ratusan tahun, entah akibat letusan Gunung Merapi pada tahun 1006 (seperti dugaan beberapa pakar geologi) atau karena sengaja ditinggalkan setelah rusak akibat gempa hingga akhirnya tak terurus dan tertutup abu vulkanik lewat proses selama ratusan tahun.
Sebagai saksi bisu peradaban, setiap candi memiliki kisahnya masing-masing. Candi Gampingan yang baru ditemukan pada tahun 1995 akan bertutur tentang sebuah pesan yang bersifat universal. Penemuan prasasti di Candi Kedulan pada tahun 2003 mengungkap keberadaan sebuah desa bernama Pananggaran, bangunan suci Tiwaharyyan, dan sebuah bendungan kuno. Dan akhirnya, proses rekonstruksi Candi Sambisari yang berlangsung selama 21 tahun akan mengajarkan kita untuk lebih menghargai kerja keras para arkeolog dalam melestarikan warisan kebudayaan-kebudayaan agung di masa silam sebagai obyek wisata dan petunjuk sejarah bagi generasi yang akan datang.
Selamat berkelana!
Membaca Pesan dari Nirwana di Candi Gampingan
Candi Gampingan yang ditemukan pada tahun 1995 diduga merupakan bagian dari Situs Gampingan. Bagian kaki candi dihiasi relief beragam jenis hewan, salah satunya burung yang dipercaya mampu membawa pesan dari nirwana.
Mengungkap Teka-Teki Bendungan Kuno di Sekitar Candi Kedulan
Candi Kedulan ditemukan pada tahun 1993. Penemuan candi ini beserta dua buah prasasti di lokasi penggaliannya mengundang pertanyaan tentang keberadaan desa kuno bernama Pananggaran dan sebuah bendungan di dekatnya.
21 Tahun Merangkai "Puzzle" Candi Sambisari
Setelah terkubur selama ratusan tahun, bongkahan pertama ditemukan pada tahun 1966. Memerlukan waktu 21 tahun untuk menggali dan merangkai ratusan keping "puzzle" dari batu itu sebelum akhirnya Candi Sambisari berhasil direkonstruksi.
Edisi Lain
Copyright © 2003 - 2008 YogYES.COM. Semua hak dilindungi.
Dilarang mereproduksi, mempublikasi, atau mendistribusikan seluruh ataupun sebagian content atau data atau image atau informasi yang dimuat di sini tanpa izin tertulis dari YogYES.COM
Penggunaan situs ini diatur dalam Copyright and Intellectual Property Policy, Terms of Use Agreement dan Privacy Policy kami.