SLEMAN
Kawasan Emas Jogja dari Masa ke Masa

Tak hanya awan panas, Merapi juga memberi kemakmuran bagi kawasan di sekitarnya. Berbagai peradaban pun bermunculan dari masa ke masa, dari Dinasti Syailendra hingga kota metropolitan saat ini. Inilah Sleman, kawasan emas di utara Yogyakarta.

Diperbarui tgl 2/13/2016

Bagaikan phoenix sang burung legenda, Sleman lahir dan berkembang di atas abu Gunung Merapi yang menjadi saksi bisu berdiri dan tenggelamnya berbagai peradaban di tanah Jawa. Kawasan ini diberkati dengan tanah vulkanis nan subur, membuatnya menjadi pusat perkembangan manusia dari waktu ke waktu. Di sinilah berdiri sisa-sisa peradaban di masa lampau hingga saat ini, seperti Candi Prambanan dari dinasti Sanjaya, Istana Ratu Boko dari dinasti Syailendra, hingga masjid dan Selokan Mataram yang dibuat oleh Kesultanan Yogyakarta.

Saat ini Sleman pun berkembang menjadi pusat peradaban di Yogyakarta. Berbagai pusat perbelanjaan, kampus dan pemukiman penduduk nan padat terkonsentrasi di bagian selatan Sleman, membuatnya berkembang menjadi kawasan paling penting di provinsi ini. Kawasan metropolitan nan ramai ini berdiri berdampingan dengan sawah-sawah hijau dan pedesaan sunyi. Hal ini membuat Sleman menjadi kota serba ada, penuh dengan keindahan bagi para traveler di Yogyakarta.

Perjalanan di kawasan Sleman sebaiknya dilakukan sejak subuh, sebelum matahari menampakkan wujudnya. Segeralah bergegas ke kaki Gunung Merapi, di mana kita bisa menyewa Jeep dan memulai lava tour di salah satu gunung api teraktif di dunia. Jeep akan membawa kita ke sebuah dataran luas untuk menikmati pemandangan sunrise yang luar biasa, dengan latar dataran penuh pasir dan bebatuan bekas erupsi di tahun 2010 silam. Puas menikmati fajar Jeep wisata akan membawa kita menyusuri reruntuhan rumah sisa-sisa erupsi, termasuk Museum Sisa Hartaku yang cukup terkenal. Persiapkan adrenalinmu karena Jeep wisata tidak akan melewati jalanan aspal biasa, melainkan jalan offroad yang penuh dengan kejutan!

Puas menikmati lava tour, jangan buru-buru turun ke selatan. Udara dingin di kawasan Kaliurang bisa menjadi tempat pelarian yang sempurna dari sengatan matahari siang nan panas. Kunjungilah beberapa tempat wisata yang ada di sekitar sini, seperti Jembatan Plunyon, Telaga Putri, Gua Jepang Kaliurang, dan Bukit Turgo. Bagi yang lebih suka wisata dalam ruangan, sempatkanlah diri menikmati koleksi relik dan artifak budaya Jawa di Museum Ullen Sentalu. Jangan lupa mendatangi Museum Gunung Api Merapi untuk mengenal lebih dekat keindahan dan kedahsyatan gunung tersebut.

Ketika matahari sudah tidak terlalu terik, langsung saja arahkan kaki ke selatan. Bila datang di musim hujan, kita bisa berkunjung ke Desa Wisata Ketingan dan menyaksikan ribuan burung Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis) yang bersarang di pekarangan rumah penduduk. Bagi pecinta fotografi, cobalah berkunjung ke Istana Ratu Boko untuk menikmati sekaligus mengabadikan pemandangan matahari terbenam dengan latar belakang Candi Prambanan. Masih kurang tinggi? Persiapkan kendaraan kita untuk mendaki jalan menanjak menuju Candi Ijo, candi tertinggi di Jogja dengan pemandangan senja yang tidak terlupakan.

Meskipun matahari sudah terbenam, bukan berarti perjalanan kita sudah selesai. Arahkan kendaraan kita menuju Monumen Jogja Kembali (monjali) yang halamannya sudah diubah menjadi Taman Pelangi. Nikmati keindahan lampion berbagai bentuk dan warna yang menghiasi taman ini, membuatnya terlihat seperti pelangi di malam hari. Kita juga bisa menikmati berbagai macam wahana permainan yang disediakan seperti trampolin dan Puri Hantu. Jika ingin lebih seru kita juga bisa mengunjungi Sindu Kusuma Edupark, sebuah amusement park seluas 7 hektar dengan berbagai wahana yang siap menghibur kita.

Selain berbagai pilihan di atas, Sleman masih memiliki segudang tempat wisata lain yang cocok untuk kita kunjungi. Bagi penggemar sepeda, kita bisa menyusuri keelokan lingkungan di sekitar Selokan Mataram sambil mengunjungi beberapa candi kecil yang ada di sekitarnya, seperti Candi Sambisari, Candi Plaosan, Candi Sari, Candi Tara, dan banyak lagi. Jika ingin tantangan lebih, kita bisa mencoba trek downhill di Bukit Turgo yang melewati hutan dan kebun penduduk dengan berbagai rintangan yang cukup memacu adrenalin.

Ingin berbelanja? Tidak masalah, Sleman punya cukup banyak pusat perbelanjaan yang bisa kita kunjungi. Salah satu yang paling terkenal adalah Ambarrukmo Plaza (Amplaz), sebuah mall yang berdiri di kawasan Jl Laksda Adisucipto, di batas paling selatan Kabupaten Sleman. Selain itu ada juga Hartono Mall di Jl Ringroad Utara yang baru saja berdiri dan disebut-sebut sebagai mall terbesar di Jogja dan Jawa Tengah. Di sebelah barat, kita bisa menjumpai Jogja City Mall yang sedikit tersembunyi di kawasan Jl Magelang km 5. Beralih ke timur, ada juga Sahid J-Walk Mall yang berada di area Seturan.

Meskipun tidak memiliki pantai, Sleman masih memiliki beberapa tempat wisata air yang sayang untuk dilewatkan. Salah satunya ada Jogja Bay yang terletak di samping Stadion Maguwoharjo. Waterpark ini disebut-sebut sebagai yang terbesar di Indonesia, dengan luas mencapai 7,7 hektar dan dilengkapi 19 wahana seru untuk melengkapi liburan kita. Tidak suka dengan kolam renang buatan? Tidak masalah! Datang saja ke Pemandian Tirta Budi atau yang sering disebut Blue Lagoon, sebuah kolam renang alami yang dikelilingi pemandangan ala desa nan asri.

Naik Apa?

Ada cukup banyak angkutan umum di Sleman, meskipun belum menjangkau seluruh kawasan. Jaringan Trans Jogja menjangkau sebagian besar wilayah Sleman di bagian selatan, seperti kawasan UGM, Kentungan, Condongcatur, Bandara Adisucipto, hingga Candi Prambanan. Beberapa bus kecil juga melayani rute ke beberapa pelosok Sleman, seperti Jogja-Kaliurang, Jogja-Tempel, dan lain-lain.

Untuk menjangkau kawasan yang lebih terpencil, ada baiknya kita menyewa kendaraan pribadi. Jika hanya pergi sendiri atau berdua, kita bisa menyewa motor di Bening Transport dengan tarif sekitar Rp. 50.000 per hari. Bila datang bersama rombongan, ada baiknya kita menyewa mobil. Jika ingin mengunjungi lebih leluasa mengunjungi destinasi wisata di Sleman, kita bisa menyewa mobil lepas kunci seperti di Bening Car Rental. Namun, jika kita tidak ingin repot menyetir atau takut tersesat, ada baiknya kita menyewa mobil sekaligus dengan driver seperti di Aditia Transport dan Adam Jogja Transport. Untuk referensi lainnya lihat di sini.

Makan di Mana?

Sleman memiliki cukup banyak tempat makan yang beraneka ragam, mulai dari kuliner tradisional mblusuk sampai kafe-kafe modern dan restoran megah. Bagi pecinta masakan pedas cobalah berkunjung ke Entok Slenget Kang Tanir, sebuah warung mblusuk di kawasan Donokerto, Turi. Di sini kita bisa merasakan lezatnya daging mentok yang gurih, berpadu dengan rasa kuah slenget nan pedas dan bikin mata berkaca-kaca.

Selain Entok Slenget, ada juga beberapa kuliner unik lain yang bisa kita jumpai di Sleman. Salah satunya adalah @Ayam-Bakar-Klaten-Miroso di kawasan Tridadi, dengan rasa manis legit yang menancap hingga ke tulang. Bagi yang ingin membawa oleh-oleh bagi keluarga tercinta, cobalah berkunjung ke @Bakpiapia dan cicipi berbagai jenis kreasi bakpia unik seperti bakpia janggut naga, bakpia cappucino, dan lain-lain.

Lihat juga: 8 Kuliner Wajib di Kaliurang

Menginap di Mana?

Sama seperti lokasi wisatanya, penginapan di Sleman terdiri hotel, hostel, guest house dan homestay yang beraneka-ragam. Kita bisa memilih penginapan sesuai dengan jumlah rombongan, budget, serta suasana yang kita inginkan. Misalnya bagi seorang backpacker yang lebih mementingkan budget dan tidak terlalu memikirkan privasi, menginap di hostel bisa menjadi pilihan yang tepat, seperti Retra's Hostel di kawasan Kentungan. Kita bisa menghemat uang dengan menyewa bunkbed di dormitory, sambil berkenalan dengan para backpacker lain yang ikut menginap di hostel tersebut.

Jika kita datang bersama rombongan, menyewa rumah adalah pilihan yang tepat. Rumah sewa atau guest house biasanya memiliki ruang keluar yang besar, sehingga kita bisa melakukan berbagai aktivitas bersama-sama seperti memasak, menonton film, atau bahkan pesta barbeque! Bagi kamu yang lebih suka suasana kota dengan akses yang mudah ke mana-mana, beberapa guest house seperti Uma Malaka dan Omah Rojo bisa menjadi pilihan tepat. Di sisi lain, jika kita lebih membutuhkan suasana yang tenang dan tidak terlalu ramai, rumah sewa di kawasan pedesaan seperti Mino Homestay, Tamu Ibu Guest House dan @Arumdiantti-Guest-House lebih cocok untuk ditinggali.

Pilihan penginapan lainnya ada di Pakem dan Kaliurang, keduanya merupakan kawasan pedesaan di lereng Gunung Merapi. Tempat ini cocok bagi para leisure traveler yang menginginkan penginapan nyaman dengan udara pegunungan nan segar, cocok untuk bersantai sepanjang musim liburan. Ada cukup banyak vila mewah yang tersedia di kawasan ini, salah satunya adalah Villa Padi dengan view ke arah gunung, sawah, taman dan sungai sekaligus.

Pilihan lainnya bisa dilihat di https://www.yogyes.com/id/yogyakarta-hotel/