7 KEINDAHAN JOGJA KALA MUSIM HUJAN
Datanglah Sekarang Sebelum Keindahan itu Menghilang!

Musim hujan bukan hanya membuat Jogja lebih romantis, melainkan juga membawa 7 keindahan yang eksotis.

Diperbarui tgl 12/8/2016

Musim hujan di Jogja terjadi bulan Oktober sampai Maret ketika hujan turun hampir setiap hari. Pagi hari biasanya langit masih cerah, siang hari terasa teduh karena langit mulai tertutup mendung, sore hari atau malam barulah hujan turun.

Ada banyak alasan orang untuk ke Jogja ketika musim hujan. Pasangan yang berbulan madu tahu betul bahwa hujan akan menambah romantisnya kota ini. Para traveler menyukai tempat-tempat wisata di Yogyakarta yang tak seramai biasanya, beberapa pantai bahkan serasa milik pribadi. Para fotografer menantikan momen-momen langka untuk diabadikan dalam foto yang memukau. Bagi sebagian orang, musim hujan adalah waktu terbaik untuk berkunjung ke Jogja.

1. Candi Prambanan

Berwisata di Candi Prambanan atau Candi Borobudur pada siang hari di musim kemarau itu rasanya benar-benar panas. Matahari bersinar terik dan tak ada peneduh selain payung. Sebenarnya, berwisata di candi akan jauh lebih nyaman bila dilakukan ketika musim hujan. Pagi belum panas, siang pun terasa lebih sejuk karena dipayungi awan mendung. Keuntungan lainnya adalah jumlah pengunjung tidak sebanyak biasanya.

2. Pemandangan Sawah

Musim hujan adalah saat terbaik untuk menyaksikan sawah seperti lukisan-lukisan indische mooi. Pada awal musim hujan, kita bisa menyaksikan petani membajak sawahnya lalu menanam benih padi. Seiring tumbuhnya padi, hamparan warna hijau semakin terlihat. Salah satu spot terbaik untuk melihat pemandangan ini adalah di Jl. Wates arah ke Kulon Progo.

3. Kopi Menoreh

Menikmati kopi tradisional di Perbukitan Menoreh kala hujan menjanjikan kenangan suasana pedesaan yang sulit terlupakan. Perpaduan aroma moka dan petrichor jarang gagal membawa lamunan melayang ke mana-mana.

Simak juga: Kedai Kopi Menoreh Pak Rohmat

4. Salak Pondoh

Musim hujan adalah saatnya panen raya salak pondoh. Salak pondoh merupakan salah satu ikon pariwisata Jogja dan banyak dibudidayakan di lereng Gunung Merapi. Salak pondoh memiliki ciri khas daging buah yang manis, garing, dan tidak sepat sewaktu muda. Ketika musim panen, kita bisa dengan mudah menemukan buah yang lezat ini di penjual buah pinggir jalan.

5. Air Terjun Lepo

Siapa sangka ada air terjun yang mirip Erawan Falls di pelosok Bantul, Yogyakarta. Lepo memiliki 4 kolam bertingkat yang dihubungkan 3 air terjun. Ketika musim hujan, air mengalir deras, Air Terjun Lepo terlihat jauh lebih keren.

6. Gunungkidul

Pantai Indrayanti, Pantai Pok Tunggal, dan Pantai Nglambor adalah sebagian dari deretan pantai-pantai cantik di Gunungkidul, 80 km dari pusat Kota Jogja. Dalam perjalanan ke sana, kita akan melewati banyak hutan jati di kanan kiri jalan. Pohon-pohon jati ini akan meranggas ketika musim kemarau sehingga terlihat begitu gersang. Namun, ketika musim hujan, daun-daun pohon jati tumbuh kembali. Pemandangan pun berubah 180 derajat menjadi begitu hijau dan teduh.

7. Pantai Jogan

Beberapa pantai di Gunungkidul, Yogyakarta, memiliki pemandangan air terjun yang langsung jatuh ke laut, yang paling terkenal adalah Pantai Jogan dan Pantai Pengilon. Saat terbaik untuk ke sana adalah musim hujan karena debit airnya sangat kecil ketika musim kemarau. Fotografer YogYes berkali-kali mendatangi Pantai Jogan hingga akhirnya mendapatkan momen langka dalam foto ini: debit air yang cukup dan awan mendung yang tersibak sedikit.

Simak juga: 5 Alasan untuk Menginap di Gunungkidul