5 Hal yang Bisa Kita Lihat dan Lakukan Saat Waisak di Borobudur

Borobudur memang terus dikunjungi sepanjang tahun. Namun saat Waisak, Borobudur menawarkan hal-hal yang tidak kita temukan di waktu-waktu lain.

Diperbarui tgl 7 Juni 2018

Perayaan Waisak di Borobudur adalah acara tahunan yang sudah menjadi daya tarik bagi turis lokal dan mancanegara. Dilaksanakan antara April dan Juni di Candi Borobudur, Waisak menawarkan hal-hal yang bisa kita rasakan bila ikut bergabung dalam hari besar keagamaan ini. Berikut YogYes rangkum lima hal yang bisa kita lihat dan rasakan saat ikut Waisak di Borobudur.

1. Menyaksikan Prosesi

Hal pertama yang bisa kita rasakan di perayaan Waisak adalah menyaksikan prosesi di atas jalur sepanjang 5 km dari Candi Mendut ke Candi Borobudur. Prosesi yang termasuk ke dalam salah satu rangkai acara utama Waisak ini diikuti oleh berbagai majelis Buddha dari beberapa negara, misalnya Thailand, Laos, Nepal, dan India. Yang kita lihat pertama saat prosesi dimulai adalah mobil pick-up pembawa api dhamma dan kendi air berkah. Selanjutnya, prosesi dilanjutkan dengan kendaraan hias yang membawa biksu yang mememercikkan air berkah sepanjang jalan. Kemudian, ada kelompok drum band, gunungan hasil bumi, dan cosplay serial kera sakti yang cukup menghibur. Meski begitu, komposisi utama dari prosesi ini tetap umat Buddha dengan sedap malam di tangan yang sedang menjalankan ibadah.

2. Melihat Borobudur Penuh Hiasan

Di hari puncak Waisak, lingkungan Borobudur akan dipenuhi oleh banyak altar-altar cantik berhiaskan patung Buddha, lilin, dan kembang plastik yang dipakai oleh masing-masing majelis Buddha untuk berdoa. Namun yang paling megah dari semuanya berlokasi di sebelah Barat bangunan candi, yakni altar utama. Tidak hanya itu, di hari Waisak pula, bangunan candi dikelilingi oleh obor-obor dan hiasan-hiasan sumbangan umat dari seluruh Indonesia. Semua ini kita bisa nikmati terutama saat siang hari ketika bangunan candi belum ditutup dan kita bebas menjelajah sepuasnya.

3. Melihat Megahnya Borobudur Malam Hari

Bila pada hari biasanya kita sudah diminta pergi dari Borobudur saat senja turun, saat Waisak juga kita berkesempatan melihat Candi Borobudur di malam hari. Hal ini adalah yang paling istimewa karena saat malam hari, Borobudur terkesan begitu megah. Tidak hanya karena lampu-lampu sorot menerangi tiap detail Borobudur, tetapi juga karena saat malam hari tidak ada yang pengunjung yang diperbolehkan naik ke atas candi. Melihat borobudur dari jauh tanpa kerumunan manusia adalah pemandangan yang sangat indah.

4. Ikut Meditasi Dituntun Biksu

Hal lain yang bisa kita rasakan saat mengikuti Waisak adalah bermeditasi dituntun oleh biksu. Meditasi ini dilaksanakan di lapangan sesaat sebelum pelepasan lampion, jadi bisa dibilang semua peserta yang akan melepas lampion akan bermeditas lebih dahulu. Di bawah langit malam dengan lilin di depan, kita akan mulai memejamkan mata dan membebaskan tidak hanya tubuh kita tapi juga pikiran kita dengan tuntunan suara dari biksu di depan. Meditasi ini berlangsung kira-kira sekitar tiga puluh menit.

5. Turut Serta Melepas Lampion

Dan akhirnya yang paling istimewa adalah ikut merasakan melepas lampion ke langit malam. Seperti saat bermeditasi, kita akan dituntun terlebih dahulu oleh biksu di depan sebelum melepas lampion. Tujuannya tidak hanya agar pelepasan lampion aman, tetapi juga agar kita dapat menikmatinya. Begitu lampion mulai berterbangan bersamaan, langit malam yang awalnya redup langsung cemerlang untuk beberapa saat. Pelepasan lampion ini menyimbolkan penyebaran cahaya kedamaian ke seluruh alam raya.