TAHUN BARU DI KALIURANG
Menyambut Matahari Pertama di Kaki Merapi

Nikmati sensasi malam pergantian tahun yang berbeda di Kaliurang, mulai dari melihat kembang api dari rooftop hotel hingga off road di kaki merapi untuk mengejar matahari.

Diperbarui tgl 17 September 2021

Pemandangan berbeda akan ditemui di Yogyakarta pada musim libur Natal hingga tahun baru. Hampir di setiap sudut pusat kota dan tempat wisata akan dibanjiri pengunjung yang mayoritas adalah wisatawan domestik, tingkat hunian hotel meningkat pesat, jalanan dipenuhi bus-bus pariwisata, dan kemacetan dimana-mana. Selayaknya magnet, Yogyakarta selalu berhasil menarik wisatawan untuk menghabiskan liburan dan menyambut tahun baru di kota ini.

Sedikit gambaran di malam tahun baru, umumnya masyarakat lokal akan berbaur dengan wisatawan untuk merayakan pesta kembang api di area-area utama di pusat kota seperti Alun-Alun Utara, Titik Nol Kilometer, atau Tugu Yogya. Namun pernahkah Anda menepi dari hingar bingar perayaan di kota untuk menikmati sensasi malam pergantian tahun yang berbeda? Berikut ini beberapa opsi yang bisa Anda lakukan.

Pesta Kembang Api dari rooftop Hotel Kaliurang

Pada umumnya hotel-hotel di Yogyakarta akan mengadakan event khusus pada malam tahun baru seperti candle light dinner, pesta topeng, atau pesta kembang api. Selain padat karena reservasi yang sudah dipesan jauh-jauh hari, para tamu diharuskan untuk merogoh biaya yang tidak murah untuk mengikutinya. Alternatif yang dapat diambil adalah memesan hotel di area Kaliurang. Di area yang sejuk ini, terdapat berbagai macam hotel, villa dan homestay yang dapat Anda pilih sesuai preferensi Anda. Hotel bertingkat yang memiliki rooftop lebih disarankan untuk memperoleh view yang bagus di malam hari. Jangan khawatir karena selain rate lebih terjangkau, tingkat hunian hotel di Kaliurang masih lebih sepi dibanding di Kota Yogyakarta.

Pastikan Anda berangkat ke Kaliurang sebelum petang untuk menghindari kemacetan, siang hari lebih baik. Untuk menghabiskan waktu sebelum malam tiba, Anda dapat berkeliling di Area Kaliurang dengan mengunjungi kebun Anggrek milik warga sekitar, menara pandang Merapi, atau jika membawa anak kecil, Anda dapat mengajaknya ke Taman Bermain Kaliurang. Pada saat malam menjelang, Anda dapat menikmati jagung bakar dan wedhang ronde yang banyak dijajakan di area sekitar hotel. Mendekati tengah malam adalah waktu yang tepat untuk naik ke rooftop hotel.

Dari atas, selain keriuhan jalan raya, tampak pula kerlap-kerlip lampu kota dari kejauhan, tidak mengherankan karena lokasi Kaliurang berada di kaki gunung Merapi sehingga lebih tinggi dari Yogyakarta. Saat jam 12 malam tiba, Anda akan merasakan keindahan kembang api yang menghiasi langit Kaliurang berganti-gantian tanpa henti. Ditambah lagi Anda dapat melihat kembang api yang dinyalakan dari kota di bawah sana. Semua itu dapat Anda saksikan secara jelas dari rooftop hotel di Kaliurang sembari menyalakan kembang api milik Anda. Bagi Anda yang menyukai fotografi, Anda tak akan melewatkan momen tahunan ini dengan mengabadikannya di kamera Anda tanpa perlu berdesakan dengan orang-orang.

Menikmati Sunrise Pertama Menyinari Gunung Merapi

Selepas berpesta kembang api malam sebelumnya, jangan lantas berpulas tidur hingga siang sehingga melewatkan momen yang berharga. Bangunlah pagi-pagi sekali untuk menuju Kaliadem. Disana Anda dapat menyaksikan fenomena langka yang belum tentu dapat Anda temui di tahun-tahun berikutnya. Ya! Menyaksikan matahari terbit pertama di tahun baru. Mengapa spesial? Tahukah Anda bahwa Matahari pagi dan Gunung Merapi adalah perpaduan yang aduhai. Saat pagi menjelang, matahari akan menyorot Merapi yang gagah sehingga akan tampak begitu terang di salah satu bagiannya. Gunung Merapi terlihat begitu memukau laksana biduanita yang disorot lampu panggung.

Gunung Merapi, birunya langit, semburat cahaya mentari pagi, hijaunya pepohonan, burung-burung yang beterbangan menyatu secara harmonis membentuk panorama alam yang tiada duanya. Anda dapat menyewa jeep atau motor trail yang banyak disewakan di Kaliadem untuk menikmati volcano tour. Dengan harga Rp 400.000,-, satu jeep dapat diisi empat orang dengan jarak tempuh antara 1-1,5 jam. Dari basecamp di dekat Dusun Kinahrejo, Anda akan diajak melewati rute menyusuri Kali Gendhol, hamparan material vulkanik Merapi, bekas rumah Mbah Maridjan sang juru kunci Merapi, hingga makam massal korban erupsi Merapi. Sempatkan pula untuk mencicipi kopi khas Merapi yang berasal dari biji kopi yang ditanam di bekas erupsi lereng Merapi sehingga diklaim memiliki rasa yang unik.

Mengunjungi Museum Ullen Sentalu, Keindahan yang Tersembunyi

Beranjak dari Kaliadem, Anda dapat kembali ke Kaliurang untuk mengeksplorasi salah satu destinasi yang tengah naik daun di Yogyakarta yaitu Museum Ullen Sentalu. Museum budaya Jawa milik swasta ini berbentuk seperti kastil yang berada di tengah rimbunnya hutan. Hanya dengan tiket seharga Rp 25.000,- (untuk wisatawan lokal) dijamin Anda akan tercengang dengan indahnya arsitektur museum ini. Di dalamnya, Anda akan diajak melewati lorong-lorong seperti gua yang memajang berbagai koleksi lukisan Keraton Yogyakarta dan Surakarta. Di ruang lainnya pemandu museum akan menjelaskan tentang sejarah Keraton, koleksi patung-patung dan batik-batik kuno. Di akhir tur, Anda akan disuguhi minuman hangat resep kuno racikan putri Keraton bernama Gusti Nurul yang dipercaya mampu membuat awet muda.

Apabila museum tutup karena libur tahun baru, jangan buru-buru kecewa. Ada alternatif wisata budaya lain yang dapat Anda kunjungi di Kaliurang. Pernahkan Anda mendengar Pesanggrahan Ngeksigondo? Rumah persinggahan milik Keraton Yogyakarta ini terletak di utara Taman Bermain Kaliurang. Pada zamannya, pesanggrahan ini sering digunakan oleh keluarga keraton sebagai villa pribadi untuk menghabiskan waktu di Kaliurang yang sejuk dan indah. Bahkan bangunan ini menjadi bersejarah karena digunakan sebagai tempat Konferensi Tiga Negara pasca kemerdekaan. Halaman pesanggrahan ini sangat luas ditumbuhi bunga-bunga dan pohon pinus yang berjajar rapi. Ada tiga bangunan utama bergaya Eropa-Jawa didominasi warna hijau yang berdiri di atas tanah ini, diantaranya gedung gamelan, gedung telepon, dan bangunan utama (villa). Pesanggrahan ini sejatinya bukan area publik, namun Anda dapat meminta izin kepada pihak penjaga untuk sekadar melihat-lihat. Jika Anda beruntung, sang penjaga akan memandu Anda berkeliling secara private sembari menjelaskan sejarah pesanggrahan ini. Sebuah privilege, bukan?

Sebagai Penutup new year short trip Anda, silakan singgah di jadah tempe Mbah Carik untuk membeli buah tangan khas Kaliurang yaitu jadah yang rasanya gurih dan tempe/ tahu bacem yang rasanya manis dan legit. Dalam perjalanan pulang, Anda dapat mencoba restoran bernuansa Jawa favorit wisatawan, House of Raminten. Jika Anda ingin berbelanja aneka oleh-oleh khas Jogja, sempatkan pula mampir ke Mirota Batik yang terletak tepat di samping restoran ini. Aneka batik, souvenir, dan handicraft ala Jogja dapat Anda bawa pulang dengan harga yang tidak menguras kantong. Sebuah perjalanan singkat yang anti mainstream untuk menikmati tahun baru di Yogyakarta ini tentu akan meninggalkan memori yang berkesan dan mengajak Anda untuk datang ke Yogyakarta lagi dan lagi.

Keterangan:
Tulisan ini adalah salah satu finalis dalam lomba menulis "Liburan Tahun Baru di Jogja".