PEKAN BUDAYA TIONGHOA
Merah Meriahnya Jogja di Kampung Ketandan

Kemeriahan perayaan Imlek yang menghiasi Kampung Ketandan setiap tahunnya dapat kita nikmati lagi di Tahun Monyet Api ini, dengan tema "Meningkatkan Budaya Kebersamaan".

Diperbarui tgl 2/29/2016

Pekan Budaya Tionghoa telah menjadi agenda rutin sejak tahun 2006. Event yang diselenggarakan oleh pemerintah Kota Jogja ini merupakan sebuah upaya untuk menjaga dan mempertahankan identitas Kampung Pecinan Ketandan. Dalam rangka merayakan Imlek ke-2567 tahun ini, Pekan Budaya Tionghoa akan menyuguhkan beberapa acara menarik yang akan berlangsung selama lima hari. Tepatnya pada tanggal 18 - 22 Februari dengan puncak acara perayaan Cap Go Meh.

Merah meriahnya Imlek mulai dari atraksi liong samsi dan naga barongsai hingga pertunjukan berbagai kesenian daerah Nusantara turut memeriahkan perayaan Imlek di sepanjang Jalan Malioboro sampai Alun-alun Utara. Selain itu ada juga panggung kesenian dan wayang Po Tay Hee yang digelar setiap hari, dari sore hingga malam. Menikmati berbagai kuliner khas Tionghoa pun menjadi salah satu pilihan menarik sembari asyik dalam perayaan Tahun Baru Cina ini.

Sekaten

1. JOGJA DRAGON FESTIVAL DAN KARNAVAL

Kemeriahan puncak perayaan Imlek terlihat dengan adanya Jogja Dragon Festival yang beratraksi di sepanjang Jalan Malioboro hingga Alun-alun Utara Yogyakarta. Jogja Dragon Festival merupakan festival tarian naga yang diikuti banyak tim termasuk penampilan naga liong batik sepanjang 150 meter. Liukan naga kertas yang menari bersama alunan musik terlihat sangat menakjubkan, membuatnya menjadi pusat perhatian di festival ini.

2. WAYANG PO TAY HEE DAN WACINWA

Pertunjukan klasik wayang golek dari Tiongkok ini turut memeriahkan perayaan Imlek setiap tahun di Kampung Ketandan. Sebuah panggung berukuran kecil menampilkan wayang yang dibalut dengan pakaian warna-warni, lengkap dengan hiasan rambut serta riasan khas Tiongkok. Kursi-kursi yang berjajar di depan panggung pun penuh oleh para pengunjung yang ingin menonton pertunjukan wayang Po Tay Hee. Selain itu ada juga pertunjukan Wacinwa (Wayang Cina Jawa). Sesuai namanya, Wacinwa merupakan pertunjukan wayang hasil akulturasi dua budaya antara Cina dan Jawa yang menghidupkan dua tradisi dalam satu ruang. Kita dapat menyaksikan pertunjukan wayang kulit pada umumnya namun dengan karakter serta kisah yang diangkat dari mitos legenda Cina.

3. PANGGUNG HIBURAN

Sebuah panggung khusus sengaja dibangun di kawasan Kampung Ketandan saat peringatan Tahun Baru Imlek. Kemeriahan di panggung hiburan ini diramaikan dengan berbagai pertunjukan mulai dari musik, tari, sulap dan masih banyak lainnya.

4. Bazar KULINER & SHOPPING

Bazar dan stand-stand beraneka ragam kuliner khas masyarakat Tionghoa memenuhi kampung pecinan Ketandan (Ke Tan Than Cue). Terdapat bermacam-macam makanan seperti kwetiaw, fuyunghai, capcay, dimsum, kue keranjang, mochi serta camilan khas Tionghoa lainnya yang turut memanjakan lidah para pengunjung Pekan Budaya Tionghoa. Mengunjungi bazar kuliner ini, kita juga bisa mencicipi makanan yang hanya ada pada saat perayaan Imlek, yaitu Lontong Cap Go Meh. Kuliner ini merupakan perpaduan budaya Tiongkok dan Indonesia.

5. LOMBA KARAOKE, DONGENG, PUISI, DAN FOTOGRAFI

Kemeriahan dari lomba-lomba yang diselenggarakan saat Pekan Budaya Tionghoa ditunggu-tunggu bagi kebanyakan orang. Beberapa perlombaan yang rutin diadakan di antaranya adalah lomba karaoke dengan tema lagu-lagu Mandarin, lomba dongeng dan puisi dalam bahasa Mandarin dan lomba fotografi. Antusias para pecinta fotografi terlihat setiap tahunnya dalam memeriahkan Pekan Budaya Tionghoa. Lomba fotografi kali ini mengangkat tema "Rekam Jejak Budaya Tionghoa Yogyakarta".