10 HAL YANG TAK BOLEH TERLEWAT DI ART JOG 2018

Julukan Yogyakarta sebagai kota seni memang pas disematkan. Di kota ini, Art Jog adalah salah satu wadah untuk mengapresiasi karya-karya seni. Secara konsisten pameran seni ini menghadirkan karya-karya terbaik seniman lokal dan seniman mancanegara.

Diperbarui tgl 5/12/2018

Siapa yang tak kenal Tulus? Penyanyi pria Indonesia ini sudah malang melintang di dunia tarik suara. Radio, televisi, bahkan aplikasi streaming musik sudah tak terhitung berapa kali memperdengarkan lagu-lagu penyanyi yang berumur 30 tahun ini. Beragam penghargaan di bidang musik pun sudah berhasil dia sabet.

Namun, apa jadinya jika Tulus bermanuver dalam seni visual? Tentu hal ini menjadi satu hal yang sangat bertolak belakang karena sebelumnya ia selalu mempersembahkan karya terbaik dalam lirik lagu yang ia ceritakan dengan teknik story telling. Ternyata, Tulus juga memiliki kemampuan yang baik dalam ber-story telling dengan gambar. Hal ini ia buktikan dengan karyanya yang berhasil meluluhkan hati tim kurator Art Jog 2018 untuk ikut dipamerkan di perhelatan seni bergengsi di Yogyakarta itu.

Art Jog 2018 sendiri akan dilaksanakan selama sebulan penuh dari tanggal 4 Mei hingga 4 Juni 2018 mendatang. Agenda seni kontemporer tahunan yang sudah diadakan kali ke-11 ini mengusung tema Enlightenment-Towards Various Futures. Seperti di tahun sebelumnya, Art Jog 2018 secara konsisten menghadirkan karya-karya terbaik seniman lokal dan seniman mancanegara.

Itulah segelintir hal yang tidak boleh dilewatkan ketika datang di Art Jog. Masih banyak hal-hal yang membuat orang-orang dengan senang hati mengeluarkan uang Rp 50.000,- untuk membayar tiket masuk pesta seni ini. Kami telah merangkum 10 hal yang tidak boleh terlewat saat di Art Jog 2018 untuk pribadi-pribadi yang memang sudah mengerti seni atau yang baru belajar seni. Apa saja?

Art Exhibition

Saat mengunjungi Art Jog 2018, kita akan disuguhkan 54 karya terbaik seniman dalam ruang display. Dari semua karya seni tersebut terdapat deskripsi karya yang dapat kita mengerti, tetapi juga ada deskripsi karya yang membuat kita garuk-garuk kepala tidak mengerti apa maksud sang seniman dalam menciptakan karya. Bahkan ada juga yang membuat kita ternganga karena seniman dalam mengeksplorasi seni sangat out of the box. Semua karya tersebut adalah hasil seni kreatif yang ditempuh melalui gagasan kritis dan eksplorasi seniman dari berbagai daerah di Indonesia, juga seniman dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Filipina.

Commission Work

Setiap tahunnya, Art Jog memiliki karya instalasi berukuran masif yang mengisi bagian depan Jogja National Museum. Pada tahun ini, giliran Mulyana, seniman muda asal Jawa Barat yang akan mengisi lini seni tersebut. Ia menyuguhkan nuansa alam bawah laut dari serangkaian rajutan benang yang ia beri judul Sea Remembers. Ketika mengelilingi instalasi ini, kita seakan sedang berada di tengah taman bawah laut yang penuh dengan terumbu karang, rumput laut, ruas-ruas tulang yang berukuran besar, dan di tengah-tengah terdapat batang pohon besar yang sudah ditumbuhi tanaman laut serta dikelilingi ratusan ikan-ikan kecil berwarna kuning yang digantung di langit-langit kubah yang menaungi instalasi commission work.

Curratorial Tour

Tahun ini Art Jog kembali mengadakan Curratorial Tour di mana tim kurator mengajak pengunjung untuk mengelilingi ruang pamer. Tim kurator juga akan memberikan penjelasan mengenai konsep dan konteks karya-karya yang ditampilkan. Program ini nih, yang akan mengurangi kebingungan kita dengan instalasi seni yang dipamerkan di Art Jog 2018. Jika mengikuti program ini, kita harus pasang telinga, mata, dan kefokusan agar apa yang disampaikan tim kurator tidak terlewat. Jadwal lengkap dan cara registrasi dapat dilihat di situs resmi Art Jog 2018 artjog.co.id.

Meet The Artist

Program ini dihadirkan sebagai bentuk tanggung jawab Art Jog 2018 dalam mengedukasi publik agar pengetahuan tentang karya seni dapat tersebar luas dan tidak terpusat pada beberapa golongan saja. Pengunjung dan seniman yang terlibat dalam Art Jog 2018 dapat bertemu dan berbincang langsung serta memungkinkan adanya pertukaran gagasan dan dialog. Biasanya kita juga bisa berfoto dengan seniman pada akhir acara. Seperti Curratorial Tour, terdapat jadwal yang sudah ditentukan untuk program Meet The Artist. Namun, pihak Art Jog 2018 belum merilis siapa saja seniman yang bisa datang dalam program ini. Semoga saja seniman favorit kita bisa ikut acara ini ya!

Merchandise Project

Di Art Jog 2018 kita dapat membawa pulang produk-produk karya seniman dengan cara membelinya di stan-stan Merchandise Project. Stan-stan ini akan kita kunjungi saat ke luar dari ruang display karya seni. Banyak sekali barang-barang lucu yang dijual di program ini seperti aksesoris, buku, kaos, dan masih banyak lagi. Harus hati-hati kalau sudah sampai di stan merchandise project ini, karena bisa-bisa penyakit lapar mata kita kambuh dan tidak bisa kontrol uang di dompet. Program ini sendiri adalah pendukung Art Jog di mana seniman-seniman diundang untuk membuat dan memasarkan produk-produknya. Ada 79 partisipan yang mengikuti program ini, salah satunya adalah Papermoon Puppet Theatre yang pada tahun lalu menjadi artist performer pada video musik penyanyi Tulus berjudul Manusia Kuat.

Kitapoleng

Kitapoleng dari Bali merupakan sebuah komunitas yang bergerak di beberapa bidang seni antara lain seni pertunjukan, desain kostum, seni visual, dan videografi. Pada Rabu, 9 Mei 2018 pukul 20.30 WIB mereka akan menampilkan cerita tentang kekuatan seorang perempuan. Kisah yang diberi judul Kukusan Paon ini mengetengahkan perempuan yang hidupnya tak jauh dari dapur, tetapi dari dapurlah drama kehidupannya berawal.

Anak Wayang Percussion

Seni tak hanya bisa ditampilkan oleh orang dewasa. Semua kalangan dapat menampilkan seni termasuk anak-anak. Kali ini Art Jog 2018 kedatangan anak-anak berusia 9 sampai 12 tahun yang tergabung dalam Anak Wayang Percussion. Mereka akan memikat pengunjung Art Jog 2018 dengan memainkan alat musik perkusi tradisi dan modern serta berbagai alat tiup khas beberapa daerah pada Sabtu, 12 Mei 2018 pukul 20.30 WIB.

Pancer Oleh Jogja's Body Movement

Pada Minggu, 20 Mei 2018 pukul 21.30 WIB panggung Art Jog 2018 akan menghadirkan Pancer dari Jogja's Body Movement. Pancer merupakan karya tari dengan eksplorasi gerak tubuh yang berpusat pada kaki. Karya tari yang akan ditampilkan ini diilhami dari kesenian rakyat Jathilan. Jogja's Body Movement sendiri merupakan komunitas tari yang piawai mengekspresikan emosi yang dimiliki oleh diri dan menuangkannya melalui sebuah gerak.

Jero Beteng Blues (JB Blues)

JB Blues akan memanjakan telinga para penggemar musik blues di panggung Art Jog 2018 pada Selasa, 29 Mei 2018 pukul 21.30 WIB. Band yang digawangi oleh musisi-musisi berbakat asli Yogyakarta ini selalu berhasil membuat pendengarnya menyatu lewat musik blues. Bahkan, band ini sudah berhasil memukau musisi blues dunia. Yang membuat band yang baru terbentuk tahun lalu ini selalu sukses melelehkan mata dan telinga penontonnya adalah elemen kejutan di dalam musik blues mereka sisipkan di setiap penampilan.

Nona Ria

"Santai saja Pak, santai saja. Duduk dulu Pak, lepas lelah.." Siapa yang tidak kenal dengan Nona Ria? Trio dengan single terbarunya berjudul Santai yang memiliki lirik-lirik lagu sederhana ini memang sedang banyak diperdengarkan di radio. Pada 2 Juni 2018 pukul 21.30 WIB mendatang, grup musik indie yang beranggotakan 3 perempuan ini dapat kita saksikan secara langsung di panggung Art Jog 2018. Lirik-lirik lagu yang menyimpan beberapa pesan dan unsur kehidupan dikemas ala drama musikal khas dari Nona Ria akan membuat kita berdendang bersama-sama di hampir ujung serangkaian agenda seni Art Jog 2018.

Jogja National Museum

Jl. Prof. Ki Amri Yahya No. 1, Gampingan, Wirobrajan, Pakuncen, Wirobrajan, Yogyakarta
Contact Person: +62 812 3732 5329 (Nurul Amalia)

Tiket Masuk Art Jog 2018
Rp 50.000

Jam Buka Art Jog
Senin - Minggu: pukul 10.00 - 22.00 WIB

AGENDA DI PANGGUNG ART JOG 2018

Jumat, 4 Mei 2018
Sruti Respati Ft. Bintang Indrianto (pukul 19.00 WIB)
Keroncongisme oleh Woro Mustiko Siwi (pukul 20.30 WIB)

Sabtu, 5 Mei 2018
The First Supper oleh Rokateater (pukul 19.30 WIB)
Saurcassion oleh Gaya-Gayo (pukul 20.30 WIB)
Oppie Andaresta (pukul 21.30 WIB)

Minggu, 6 Mei 2018
Family Day: SD Tumbuh 3 (pukul 16.30 WIB)
Srimpi Jayaningsih oleh Nimas Puspaningrat Ft. Krat. Hartoyo Budoyonagoro (pukul 19.30 WIB)
Willyday Onamlay dan Karawitan Kuping Cumpleng (pukul 20.30 WIB)
Kidung Kayungyun oleh Wasi Bantolo (pukul 21.00 WIB)
Musicater (pukul 21.30 WIB)

Senin, 7 Mei 2018
Bincang Seniman dan Workshop Interaktif Cerita Anak (Child's Story) (pukul 16.00 WIB)

Selasa, 8 Mei 2018
Satya Pakuan oleh Ela Mutiara (pukul 19.30 WIB)
Baromban dan Mitos Tambang oleh Indonesia Performance Syndicate Padang Panjang (pukul 20.30 WIB)
Tesla Manaf (pukul 21.30 WIB)

Rabu, 9 Mei 2018
KLiF (pukul 19.30 WIB)
Kukusan Paon oleh Kitapoleng (pukul 20.30 WIB)
Last Elise (pukul 21.30 WIB)

Kamis, 10 Mei 2018
Klise oleh Retno Sulistyorini (pukul 19.30 WIB)
Summerchild Trio (pukul 20.30 WIB)
Circarama (pukul 21.30 WIB)

Jumat, 11 Mei 2018
Fell Skiz oleh Endang Setyaningsih Ft. Gendra Wisnu Buma (pukul 20.00 WIB)
BUKTU (pukul 20.30 WIB)
Gaung (pukul 09.30 WIB)

Sabtu, 12 Mei 2018
Tanah Tubuh Batu oleh Tony Broer (pukul 19.30 WIB)
Anak Wayang Percussion (pukul 20.30 WIB)

Minggu, 13 Mei 2018
Family Day: Archimedes Academy (pukul 15.30 WIB)
Animal Pop : Workshop dan Showcase (pukul 16.00 WIB)
Kopi Loewak (pukul 20.00 WIB)

Selasa, 15 Mei 2018
Fis Duo (pukul 16.30 WIB)
Rubah Di Selatan (pukul 20.30 WIB)

Rabu, 16 Mei 2018
Garhana (pukul 16.30 WIB)
Lengger oleh Otniel Tasman (pukul 20.30 WIB)
Orkes Keroncong Kharisma (pukul 21.30 WIB)

Kamis, 17 Mei 2018
DGYK (Flashmob) (pukul 16.30 WIB)
Bulan Jingga (pukul 20.30 WIB)
Drums Speak Minishow oleh DGYK (pukul 21.00 WIB)

Jumat, 18 Mei 2018
Bias (pukul 16.30 WIB)
Hasut oleh Obah Dance Lab (pukul 20.30 WIB)
Bright Ft. Totok Tewel dan Manto Harley Angels (pukul 09.30 WIB)

Sabtu, 19 Mei 2018
Korekayu (pukul 16.30 WIB)
Noemi (pukul 20.30 WIB)
Tashoora (Pukul 21.30)

Minggu, 20 Mei 2018
Family Day: SD Tumbuh 2 (pukul 16.00 WIB)
Callkula (pukul 16.30 WIB)
Reflection oleh Hujan Hijau Dance Lab (pukul 20.30 WIB)
Pancer oleh Jogja's Body Movement (pukul 21.30 WIB)

Selasa, 22 Mei 2018
Monica Hapsari Solo Music Project Ft. Psychobiji (pukul 20.30 WIB)
Gardika Gigih - Tomy Herseta (pukul 21.30 WIB)

Rabu, 23 Mei 2018
Alur Maju (pukul 16.30 WIB)
Jian Luo (pukul 20.30 WIB)
Morotia oleh Kalanari Theatre Movement (pukul 21.15 WIB)

Kamis, 24 Mei 2018
Gabriela Fernandez (pukul 16.30 WIB)
Boru Nami oleh Rines Onyxi Tampubolon (pukul 20.30 WIB)
Tricotado (pukul 21.30 WIB)

Jumat, 25 Mei 2018
Analog Borjuis oleh Ari Wvlv Bersama Diendha Febrian (pukul 16.30 WIB)
Hijrah oleh Rianto (pukul 20.30 WIB)

Sabtu, 26 Mei 2018
The Plumps (pukul 16.30 WIB)
Body Liminal oleh Abib Igal Dance Project (pukul 20.30 WIB)
Dharma For Music (pukul 21.30 WIB)

Minggu, 27 Mei 2018
Family Day: SD Mutiara Persada (pukul 16.00 WIB)
Taki oleh Gretsia Yobel Yunga (pukul 20.30 WIB)
Bali Jawa oleh Anter Asmorotedjo (pukul 21.30 WIB)

Selasa, 29 Mei 2018
Aziz Ys (pukul 16.30 WIB)
Marka oleh Ayu Permata Dance Company (pukul 20.30 WIB)
JB Blues (Jero Beteng Blues) (pukul 21.30 WIB)

Rabu, 30 Mei 2018
Jepaplok oleh Chorine Nur Shofa (pukul 20.30 WIB)
Bhatara Ethnic (pukul 21.30 WIB)

Kamis, 31 Mei 2018
More On Mumbles (pukul 16.30 WIB)
Dongeng Prajurit oleh Gunawan Maryanto (pukul 20.30 WIB)

Jumat, 1 Juni 2018
Bahana Etnika (pukul 16.30 WIB)
Wanita, Wanita, dan Perempuan oleh Muslimin Bagus Pranowo (pukul 20.30 WIB)
Cassadaga (pukul 21.30 WIB)

Sabtu, 2 Juni 2018
Olski (pukul 16.30 WIB)
Jatiraga (pukul 20.30 WIB)
Nona Ria (Pukul 21.30)

Minggu, 3 Juni 2018
Trodon (pukul 20.30 WIB)
Everyday (pukul 21.30 WIB)

Senin, 4 Juni 2018
Megahit Selection (pukul 21.45 WIB)