NASI KUNING KANGEN
Kuliner Jogja yang Tak Bisa Diungkapkan

Grand Bukit Sari nomor E3, Jl. KRT Djojodiningrat, Wonosari 55851, Gunungkidul, DI Yogyakarta
0818 0218 8000 0818 0218 8000

Lihat peta

Seperti rasa yang tak bisa diungkapkan, Nasi Kuning Kangen hanya bisa dirasakan.

Diperbarui tgl 13 Mei 2020

Awalnya seorang teman mengunggah foto makanan yang instagramable banget. Nasi kuning berbentuk kerucut disajikan di atas piring hitam yang dilapisi daun pisang.

"Gak nyangka nemu yang beginian di Gunungkidul," tulisnya. Saya mengirim DM menanyakan lokasi persisnya, tetapi hanya dibalas emoji senyum dengan mata berkedip. Asemik.

Sebagai tukang makan, tentu saja saya penasaran dengan nasi kuning ini. Tak kehabisan akal, saya mencari informasi di sebuah grup Iokal Gunungkidul. Satu per satu petunjuk mulai bermunculan.

Kabarnya nasi kuning tersebut ada di Sunday Morning Alun-Alun Wonosari. Saya pun mengosongkan jadwal minggu pagi agar bisa ke Wonosari, Gunungkidul.

Sarapan Nasi Kuning di Gunungkidul

Penjualnya sudah dikerubuti pembeli ketika saya (akhirnya) menemukan tenda nasi kuning ini di ujung selatan area Sunday Morning Alun-Alun Wonosari.

"Sekedap njih, Mas. Ini nomor antriannya," sapa penjualnya ramah. Sambil menunggu, saya mengamati papan menu. Ternyata namanya adalah Nasi Kuning Kangen. Menunya ada Kangen Anak dengan lauk chicken katsu, Kangen Ibu dengan telur balado, dan Kangen Bapak dengan ayam goreng. Ada juga menu Kangen Rame-Rame, yaitu tumpeng besar dengan lauk ayam, tahu, tempe goreng, beserta lalapan dan sambal. Harganya murah sekali, hanya Rp150.000 untuk 6 porsi.

Rupanya nama-nama menu ini menggelitik pembeli yang sedang mengantri. Sesekali tawa pecah ketika ada yang iseng bertanya, "kangen bapak? Emang bapaknya ke mana, Mbak?" Ada juga yang nyeletuk, "kalau kangen mantan ada gak, Mbak?"

Nasi Kuning Kangen juga melayani pesanan dari rombongan wisatawan yang datang ke Gunungkidul. Biasanya rombongan travel atau bus sudah memesan ratusan porsi nasi kuning untuk sarapan bersama di pantai jauh-jauh hari sebelumnya. Pukul 5 pagi nasi kuning yang lezat dalam kemasan yang biodegradable siap diambil.

Setelah menunggu lama, akhirnya pesanan saya tiba. Nasi kuning berbentuk kerucut disajikan di atas piring hitam yang dialasi daun pisang. Butiran nasinya utuh dan panjang-panjang. Cantik sekali.

Selain telur balado atau ayam goreng, ada kering tempe, mie goreng, ayam suwir, dan acar sebagai pendamping. Acar? Iya, saya juga baru kali ini menemukan nasi kuning yang disertai acar.

Pelan-pelan saya mengunyah sambil memejamkan mata. Mmmm, nasi dan santannya terasa tanak dengan sempurna, menyisakan jejak gurih nan wangi. Kering tempe memberikan rasa renyah, mie goreng rasa manis, dan acarnya memberikan sensasi segar. Enak banget. Saya tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata, Anda harus merasakannya sendiri.

Bila kelak saya menulis artikel 5 nasi kuning paling enak di Jogja, Nasi Kuning Kangen ini akan masuk dalam list bersama nasi kuning Banjar di Kindai, Nasi Langgi di Bale Raos, dan nasi kuning Mbah Jo di Babarsari.

Sungguh tidak sia-sia pagi-pagi menempuh perjalanan puluhan kilometer ke Gunungkidul demi sepiring nasi kuning karena, seperti rasa yang tak bisa diungkapkan, kelezatan Nasi Kuning Kangen hanya bisa dirasakan.