5 KULINER JOGJA YANG NAMANYA BIKIN GELENG KEPALA
Aneh Tapi Nyam-Nyam

Orang Jogja memang kreatif, apalagi urusan memberi nama makanan. Makanan dengan nama tidak lumrah inilah yang membuat orang penasaran dan akhirnya ingin mencicipi.

Diperbarui tgl 6/2/2018

Slogan Yogyakarta Berhati Nyaman sering di-pleset-kan menjadi Yogyakarta Berhati Nyam-Nyam. Berbagai macam menu makanan maupun camilan memang memanjakan lidah kita. Mulai dari kuliner tradisional hingga western ada di daerah ini. Meski demikian, kuliner tradisional asli Yogyakarta tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakatnya. Tak hanya rasa yang enak dan khas, nama kuliner tradisionalnya pun unik, bahkan ada yang membuat kita geleng-geleng kepala. Nama makanan tersebut menjadi bukti bahwa Yogyakarta masih memiliki kearifan lokal yang kental.

Tim YogYes telah merangkum 5 makanan di Yogyakarta dengan nama yang menggelikan dan akan membuat geleng-geleng kepala. Mohon jangan dibaca dengan pikiran kotor yha.

1. Perawan Kenes

Perawan kenes terbuat dari pisang raja yang dibelah, tetapi tidak sampai putus. Kudapan ini melalui proses dimasak sebanyak dua kali, yaitu dikukus baru dibakar. Mengukusnya pun bersamaan dengan daun pandan sehingga aroma daun pandannya akan tercium oleh indera kita. Sesaat sebelum dibakar, pisang diberi santan kental untuk isian di bagian belahannya. Kala membakarnya, pisang akan diikat dengan irisan daun pandan dan dijepit dengan bambu yang di ujungnya dikunci dengan potongan sayur kacang panjang.

Dalam Bahasa Jawa, perawan kenes berarti gadis genit. Kabarnya, kudapan ini merupakan makanan khas Yogyakarta kesukaan Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Cukup mudah untuk membuat perawan kenes. Namun, jika tidak ingin repot-repot kita bisa membelinya di restoran Bale Raos dengan harga Rp14.000,- satu porsinya berisi dua buah perawan kenes.

2. Rondo Kepomo

Seperti perawan kenes, rondo kepomo adalah hidangan favorit dari Sultan dan keluarganya. Rondo dalam Bahasa Jawa berarti janda, sedangkan kepomo adalah terawat. Janda terawat, begitulah kira-kira arti nama makanan yang satu ini. Jika diperhatikan, hidangan ini memang cocok diberi nama rondo kepomo. Layaknya seorang perempuan yang selalu merawat kecantikannya, rondo kepomo ini begitu menawan disajikan dalam gelas kecil. Berada di paling dasar merupakan puding karamel, di atasnya diberi topping whipped cream dan buah ceri. Tampilannya begitu elegan khas Eropa. Saat disuapkan ke mulut, rondo kepomo ini begitu lembut dengan rasa manis dan beraroma karamel. Satu porsi rondo kepomo ini dibanderol harga Rp15.000,- di restoran Bale Raos.

3. Bakmi Jawa Pak Memek

Jangan berimajinasi terlalu jauh membaca nama bakmi yang saru ini. Pasalnya, hal itu hanyalah nama pemilik dari warung makannya. Pak Memek sendiri memiliki nama asli Nardi Sutrisno. Akan tetapi, sedari kecil telah dipanggil dengan sebutan Memek. Nama tersebut sudah melekat sehingga ia pun nemberi nama warung makannya dengan nama Pak Memek.

Bakmi yang dijual di warung ini menggunakan mi kuning dan bihun. Tak lupa ada suwiran daging ayam kampung dan orak-arik telurnya. Dilengkapi juga dengan sayur kol dan selada yang semakin menambah nikmat bakmi yang terasa gurih ini. Warung Bakmi Jawa Pak Memek ada di Jalan Kebon Agung, Cebongan, Sleman. Untuk membeli satu porsi bakminya kita hanya perlu membayar Rp12.000,-.

4. Bakmi Pentil

Jangan buru-buru mengasosiasikan nama bakmi ini sebagai bagian tubuh wanita karena huruf E pada kata pentil diucapkan seperti saat kita mengucapkan kata pensil. Kuliner yang satu ini terbuat dari sari pati singkong atau kita biasa menyebutnya tepung tapioka. Bakminya berwarna kuning dan putih. Teksturnya yang kenyal seperti karet pentil inilah membuatnya dinamai bakmi pentil. Tak ada sayur seperti kol atau wortel pada bakmi ini, memasaknya pun hanya diberi bumbu berupa bawang putih, kemiri, dan bawang. Saat akan dibungkus dengan daun pisang dan kertas, di atasnya akan ditaburi potongan seledri dan bawang goreng, juga ada sambal mentah yang pedas. Satu bungkusnya dihargai Rp5.000. Namun, jika Anda ingin membeli porsi jumbo tetap dilayani. Kita bisa membeli makanan ini di pasar-pasar tradisional, salah satunya di Pasar Beringharjo.

Baca juga: 10 Kuliner di Pasar Beringharjo

5. Tolpit

Makanan yang terakhir ini nih yang paling membuat terheran-heran. Pasalnya, tolpit memiliki kepanjangan 'konthol kejepit'. Hal ini disebabkan bentuknya yang mirip dengan "burung" pria yang dijepit. Awwww! Namanya memang terdengar jorok. Namun, jangan salah, kudapan ini justru dicari banyak orang karena keunikan namanya.

Tolpit yang berwarna kecokelatan ini rasanya manis dan gurih. Rasa itu berasal dari gula merah dan kelapa parutnya. Cara pembuatannya adalah dengan menguleni tepung beras dengan campuran gula merah dan kelapa parut yang telah direbus hingga kental. Adonan tersebut kemudian dibentuk bulat dan digoreng. Bentuk unik kue yang juga disebut adrem ini diperoleh pada saat proses penggorengan, yaitu dengan cara dijepit bilah bambu. Tolpit banyak diproduksi di daerah Sanden. Dapat ditemukan pula di pasar-pasar tradisional di Bantul dengan harga Rp1.000,-.