• BANDARA ADISUTJIPTO

    Jl. Solo km. 9, Yogyakarta 55282, Indonesia
    (0274) 484 261
  • Koordinat GPS: -7.78563888888889, 110.437194444444

Diperbarui tgl 12/30/1899

Bandara Adisutjipto yang luasnya mencapai 88.690 m2 kini telah dikukuhkan sebagai bandara internasional. Bandara yang terletak di Maguwo ini menyimpan cerita kegembiraan sekaligus duka.

Bila memilih memasuki Yogyakarta lewat jalur udara, Bandara Internasional Adisutjipto akan menjadi tempat pertama yang diinjak. Telah beroperasi selama lebih dari 50 tahun, bandara ini melayani penerbangan internasional tujuan Singapura dan Kuala Lumpur serta penerbangan domestik ke sejumlah kota besar di Indonesia. Tak kurang dari 10 kedatangan dan keberangkatan pesawat berlangsung di bandara ini setiap harinya.

Bandara seluas 88.690 m2 ini menyimpan cerita kegembiraan sekaligus duka. Di tempat ini, Pesawat Guntei dan Curren yang pada pagi hari tanggal 29 Juli 1947 melakukan serangan terhadap Belanda di Semarang dan Ambarawa lepas landas dan mendarat lagi. Di tempat ini pula, pesawat Dakota VT-CLA milik Indonesia ditembak oleh dua pesawat pemburu P-40 Kitty Hawk milik Belanda sesaat sebelum mendarat pada sore hari tanggal yang sama.

Nama bandara ini berubah dari Bandara Udara Maguwo menjadi Adisutjipto beberapa tahun setelah jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA. Nama Adisutjipto diambil dari nama Komodor Muda Adisutjipto, awak pesawat yang tewas dalam serangan itu. Ia adalah anggota TNI AU yang dikirim untuk tugas ke India dan mengambil bantuan obat di Singapura. Selain Adisutjipto, tentara lain yang tewas adalah Abdurahman Saleh dan Adi Sumarmo yang namanya juga diabadikan menjadi nama bandar udara.

Begitu sampai, Anda bisa menengok ke sisi barat untuk melihat saudara yang menjemput. Jarak yang dekat antara terminal kedatangan pesawat dengan anjungan pengantar akan memudahkan anda untuk mengenali sanak saudara. Sembari berjalan menuju bagian depan bandara untuk melanjutkan perjalanan ke hotel atau objek wisata, anda bisa melambaikan tangan pada mereka yang sukarela menjemput. Tentu akan menjadi sesuatu yang sangat romantis bila telah lama tak berkunjung.

Bila sempat, anda bisa menengok ke timur sejenak setelah turun dari pesawat. Kawasan Pegunungan Seribu dengan pepohonannya yang hijau kiranya akan menjadi pemandangan yang meneduhkan di tengah hari yang terik. Di kawasan itu jugalah, bila berminat anda dapat mengunjungi berbagai objek wisata menarik, salah satunya Istana Ratu Boko. Anda juga bisa mengunjungi candi yang letaknya tertinggi di Yogyakarta dan membuat landasan bandara ini tak bisa diperpanjang ke arah timur, yaitu Candi Ijo.

Saat sampai di bagian depan bandara yang telah mempunyai dua terminal kedatangan ini (yaitu domestik dan internasional), anda bisa mencicipi hidangan khas Yogyakarta, yaitu gudeg. Restaurant yang menjual gudeg terletak di belakang ruang tunggu. Bila menghendaki masakan Padang atau Minang, anda bisa menuju sebuah restaurant yang terletak di dekat tempat parkir. Sebuah ruang tunggu yang nyaman dapat digunakan untuk menunggu penjemput yang mungkin belum datang.

Jika anda datang di pagi atau sore hari, menikmati kopi dan snack tentu sangat tepat. Berjalan ke bagian timur bandara, anda akan menemukan beberapa kedai kopi yang juga menjual pastry dan donut. Berbagai macam ramuan kopi seperti espresso dan cappucino dapat dipesan di kedai kopi tersebut. Jika kopi dan snack tak cukup memngganjal perut, anda dapat mencoba makanan fast food yang penjajanya dapat ditemui tak jauh dari kedai kopi.

Di bandara ini, anda juga dapat mulai mempersiapkan bekal untuk perjalanan wisata. Fasilitas money changer yang tersedia akan memudahkan anda yang datang dari mancanegara sementara beberapa stand reservasi hotel yang ada di dekat ruang tunggu membuat anda bisa lebih cepat memesan kamar di hotel tertentu. Selain itu, ada juga gerai pakaian yang bisa mencukupi kebutuhan pakaian anda dalam waktu mendesak.

Bila cermat, anda bisa menemui sedikit ciri-ciri arsitektur Jawa di bandara ini, yaitu di bagian pemberhentian mobil. Ada dua buah patung yang terletak di kanan dan kiri tempat tersebut. Selain itu, atap yang berbentuk limasan dan disangga empat buah tiang juga menandakan bahwa bangunan itu didesain dengan arsitektur Jawa. Pesona arsitektur lainnya adalah gapura masuk kawasan bandara berwarna hijau yang tinggi dan lebar dengan bagian atas berbentuk lengkung bertuliskan "Adisutjipto International Airport".

Sebagai sebuah bandara, Adisutjipto cukup strategis untuk memulai perjalanan sebab terletak cukup dekat dengan beberapa objek wisata. Candi Prambanan, Candi Kalasan dan Kompleks Istana Ratu Boko letaknya kurang dari 10 kilometer dari bandara ini. Sementara Pusat Kerajinan Perak dan Kompleks Kraton Mataram di Kotagede dapat dijangkau hanya 25 menit dari bandara.

Ulasan dari Wisatawan

Anda juga dapat menulis ulasan tentang Bandara Adisutjipto berdasarkan pengalaman pribadi. Ulasan Anda bisa menyelamatkan liburan wisatawan lainnya dan mungkin memenangkan sebuah t-shirt eksklusif yang YogYes berikan setiap bulan. Isi ulasan sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.