Makanan khas Jogja BUKAN hanya gudeg yang manis itu. Kami mengajak anda menjelajahi berbagai tempat lidah bergoyang dan mencicipi manis, pedas, asam, dan asinnya kekayaan kuliner Jogja serta sepenggal kisah kehidupan di baliknya.
Berwisata ke suatu tempat belumlah lengkap tanpa mencicipi makanan khas daerah itu. Kadang-kadang sepiring hidangan dapat bercerita banyak hal tentang kehidupan masyarakat setempat; mulai dari selera, budaya, hingga semangat hidup mereka.
Melalui rangkaian liputan di bawah ini, kami mengajak anda untuk bertamasya lidah sekaligus melihat dari dekat potret kehidupan sehari-hari kawula Yogyakarta. Lokasi tempat makan yang kami liput ini memang tak selalu mudah ditemukan. Namun hal itu malah akan memberikan kepuasan tersendiri saat anda berhasil mencapainya, ditambah lagi harganya yang murah tak terkira. Berwisata kuliner di Yogyakarta akan membuat lidah anda bergoyang... zonder bikin kantong bergoncang.
Bakmi Shibitsu menghadirkan pengalaman membisu ganda saat mencicipnya. Penjual yang bekerja tanpa kata menyiratkan etos kerja keras dan rasa bakmi yang sanggup membuat anda kehilangan kata singgah ke lidah.
Menikmati Nasi Goreng Beringharjo sama dengan mendengar sepiring cerita seputar perpaduan budaya Jawa Cina di Indonesia, terutama soal kuliner, bukan cuma kelezatannya saja.
Jika saat mengunjungi Kasongan anda tiba-tiba diserang lapar setelah seharian mencari kerajinan gerabah, tak perlu panik karena Mbah Warno "Anderson" siap menyelamatkan anda dengan 'pecel Baywatch'
Copyright © 2003 - 2008 YogYES.COM. Semua hak dilindungi.
Dilarang mereproduksi, mempublikasi, atau mendistribusikan seluruh ataupun sebagian content atau data atau image atau informasi yang dimuat di sini tanpa izin tertulis dari YogYES.COM
Penggunaan situs ini diatur dalam Copyright and Intellectual Property Policy, Terms of Use Agreement dan Privacy Policy kami.