Melacak jejak maritim Kerajaan Mataram Kuno (abad VIII) yang berlayar dari dermaga kuno Pragota hingga Afrika.
HARI KE-1
Mengunjungi Istana Ratu Boko, lalu ke Candi Borobudur dan mencari relief kapal (lorong 1, sisi utara). Mampir di Museum Samudra Raksa di kompleks candi itu, lalu melanjutkan perjalanan ke Pragota (@Semarang) dan menginap di sana.
Datanglah ke Yogyakarta lalu kunjungi sebuah bekas istana kerajaan yang pernah berkuasa di Asia Tenggara seribu tahun silam. Istana itu terletak 17 km timur Yogyakarta di atas sebuah bukit nan megah tempat daerah kekuasaannya terbentang sejauh mata memandang. Pejamkan mata Anda sejenak dan bayangkan peta Pulau Jawa, lalu peta Benua Asia, dan akhirnya peta dunia. Bisakah Anda membayangkan betapa jauhnya Benua Afrika dari sana? Seribu tahun silam, kapal-kapal kuno mereka telah berlayar melintasi ganasnya samudera hingga Benua Afrika, jauh sebelum Christopher Colombus berlayar ke Benua Amerika. Pelaut Portugis yang menjelajahi samudera pada pertengahan abad ke-16 menyebutkan orang Jawa lebih dulu berlayar sampai ke Tanjung Harapan, Afrika, dan Madagaskar. (Couto, Diogo de. Da Asia. 1645)
Kerajaan ini juga membangun candi Buddha terbesar di dunia pada abad ke-9, yang selesai dibangun 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja. Kunjungilah candi yang terletak 40 km barat laut dari Yogyakarta ini. Rasakan kemegahannya lalu carilah relief yang menggambarkan kapal kuno yang mereka gunakan untuk berlayar ke Afrika. Bila sudah menemukannya, lihatlah baik-baik sampai Anda bisa membayangkan bentuk kapal itu sesungguhnya dan petualangan mereka melintasi samudera.
Anda beruntung karena di sekitar candi itu tersimpan replika kapal kuno itu dalam ukuran sebenarnya. Di sana Anda juga akan menemukan informasi tentang Pragota, sebuah daerah pesisiran tempat orang Jawa mengawali pelayarannya ke Afrika di masa lalu. Lanjutkan perjalanan Anda ke Pragota, 95 km utara candi itu.
HARI KE-2
Mengunjungi Kelenteng Agung Sam Poo Kong, mencicipi lezatnya Soto Bangkong yang legendaris dan dilanjutkan dengan jalan-jalan menikmati Kota @Semarang sebelum pulang ke Yogyakarta.
Sebagai dermaga kuno, Pragota juga merupakan tempat pendaratan admiral legendaris dari Cina beserta armadanya di Pulau Jawa 600 tahun silam. Misi perdamaian dari Cina itu mewariskan bangunan yang sangat indah di Pragota dan berbagai akulturasi (perpaduan) budaya, termasuk kuliner. Konon soto, salah satu harta karun kuliner Jawa yang sangat populer, merupakan warisan dari pertemuan budaya ini. Berawal dari Pragota, soto dengan cepat menyebar ke seluruh Pulau Jawa, bahkan hingga Sulawesi (Celebes). Uniknya, nyaris setiap daerah memiliki resep soto dengan ciri khas masing-masing sebagai hasil perpaduan budaya lanjutan.
Bila Anda tertarik dengan wisata kuliner, tanyakan pada penduduk setempat warung soto yang paling terkenal di sana. Jangan lupa untuk mencicipi masakan sup daging nan lezat itu sebelum pulang ke Yogyakarta dan memulai petualangan baru untuk menemukan harta karun Pulau Jawa lainnya.
Perkiraan biaya
Catatan: perkiraan biaya ini dibuat berdasarkan perjalanan pada November 2010. Biaya tersebut bisa berubah sewaktu-waktu.
Tips