Tour de Djokdja No. 22 / I: Kawasan Indische di Yogyakarta

Tour de Djokdja No. 22 / I: Kawasan Indische di YogyakartaRabu, 17 Januari 2007

  • Tour de Djokdja

Tour de Djokdja No. 22 / I: Kawasan Indische di Yogyakarta

Rabu, 17 Januari 2007

Interaksi orang-orang Indonesia dengan Belanda selama 350 tahun membuahkan sebuah kebudayaan baru yang merupakan perpaduan keduanya, sering disebut kebudayaan Indische atau Hindia Belanda. Salah satu ekspresi kebudayaan Indische yang kini bisa dinikmati sebagai kegiatan wisata adalah bangunan-bangunan berarsitektur Indische yang berada di kawasan-kawasan Indische di Yogyakarta. Tour de Djokdja kali ini dengan tema "Kawasan Indische di Yogyakarta" mengajak anda untuk menikmati keindahannya dan mengulik sejarah di baliknya.

Tour de Djokdja mengajak anda mengunjungi loji-loji Belanda, mulai Loji Besar yang berfungsi sebagai benteng, Loji Kecil yang berfungsi sebagai pemukiman, Loji Kebon sebagai gedung pemerintahan dan Loji Setan yang terkenal angker. Selanjutnya, kami mengajak anda ke kawasan Kotabaru, kota taman dengan rancangan unik yang kaya bangunan kuno dan berfasilitas lengkap, sejajar dengan kawasan Menteng di Jakarta. Terakhir, kami mengajak anda ke kawasan Bintaran, tempat berdirinya ndalem Pangeran Bintoro sekaligus kawasan Indisch.

Selamat berkelana!

  • Loji-Loji, Kawasan Indische Pertama di Yogyakarta
    Sejumlah loji bangunan Belanda yang memiliki fungsi beragam kini bisa dinikmati kemegahannya. Loji Kecil, Loji Besar, Loji Kebon bahkan Loji Setan, semua menyuguhkan cerita sejarah tersendiri.

  • Kotabaru, Jelajah ke Kota Taman Tua
    Kawasan Indische yang layak disebut sebagai salah satu wilayah paling maju di jamannya. Dibangun dengan konsep kota taman yang berpola radial, Kotabaru menjadi sebuah kawasan yang sejajar dengan Menteng, sebuah kawasan Indische di Jakarta.

  • Bintaran, Dari Kediaman Pangeran Bintoro ke Kawasan Indisch
    Bintaran berkembang seiring laju jaman. Bermula dari wilayah kediaman Pangeran Haryo Bintoro pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono, kawasan ini berkembang menjadi area pemukiman Indische pada tahun 1930an.

Edisi Lain

Kaos YogYES: Cinderamata + Cerita dari Yogyakarta

Copyright © 2003 - 2008 YogYES.COM. Semua hak dilindungi.
Dilarang mereproduksi, mempublikasi, atau mendistribusikan seluruh ataupun sebagian content atau data atau image atau informasi yang dimuat di sini tanpa izin tertulis dari YogYES.COM
Penggunaan situs ini diatur dalam Copyright and Intellectual Property Policy, Terms of Use Agreement dan Privacy Policy kami.