Tour de Djokdja No. 17 / I: Jowo Cino - Cino JowoRabu, 13 Desember 2006

Rabu, 13 Desember 2006
Sejak ratusan tahun lalu, Yogyakarta telah menjadi tempat tinggal bagi orang-orang dari berbagai etnis, salah satunya etnis Cina. Tak heran bila banyak peninggalan budaya, dalam bentuk prasasti, makanan maupun tempat-tempat bersejarah yang menjadi tanda perpaduan kebudayaan Jawa Cina. Tour de Djokdja kali ini mengajak anda untuk menjelajahinya lewat tema "Jowo Cino - Cino Jowo".
Tour de Djokdja mengajak anda melihat prasasti Jawa Cina yang merupakan ucapan terima kasih warga etnis Cina Yogyakarta pada Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Kami juga mengajak anda mencicipi Nasi Goreng Beringharjo, salah satu nasi goreng terlezat di Yogyakarta. Terakhir, anda diajak menelusuri ke wilayah Pecinan di sebelah selatan Malioboro yang menjadi salah satu kawasan dagang bersejarah di Yogyakarta.
Selamat berkelana!
Pecinan Yogyakarta, Kawasan Dagang Bersejarah
Kampung Pecinan Yogyakarta adalah salah satu kampung cina bersejarah di Indonesia. Kampung ini adalah tempat dimulainya kesuksesan pedagang Cina di Yogyakarta, menyimpan toko dan kios jasa yang berusia puluhan tahun.
Prasasti Jawa Cina, Ucapan Terima Kasih Pada Penguasa Bijaksana
Prasasti Jawa Cina yang terletak di belakang Bangsal Traju Mas, meski kecil ternyata menyimpan kenangan yang dalam. Dari cerita penyerbuan Jepang ke Indonesia dan hubungan Jawa Cina di Yogyakarta.
Nasi Goreng Beringharjo, Kelezatan Kuliner Jawa Cina
Menikmati Nasi Goreng Beringharjo sama dengan mendengar sepiring cerita seputar perpaduan budaya Jawa Cina di Indonesia, terutama soal kuliner, bukan cuma kelezatannya saja.
Edisi Lain
Copyright © 2003 - 2008 YogYES.COM. Semua hak dilindungi.
Dilarang mereproduksi, mempublikasi, atau mendistribusikan seluruh ataupun sebagian content atau data atau image atau informasi yang dimuat di sini tanpa izin tertulis dari YogYES.COM
Penggunaan situs ini diatur dalam Copyright and Intellectual Property Policy, Terms of Use Agreement dan Privacy Policy kami.